SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 66: Kamu Tidak Perlu Tahu Mas


__ADS_3

"ha ha, kamu kebanyakan bohong mas. Hal seperti ini saja, kamu mau membohongiku." Aku tertawa mendengar kata-kata mas Roland, ternyata sekarang dia ingin membohongiku


"jangan selalu berpikir, aku membohongi kamu dek. Tidak ada manfaatnya, aku berbohong soal ini."


'benar juga kata mas Ringgo, tidak ada gunanya dia membohongiku. apa benar mas Roland seorang pengusaha."


Apa benar yang dikatakan mas Ringgo, Kamu atasannya mas?"aku kembali bertanya kepada mas roland, mas Roland hanya mengangguk kecil.


"apa? bagaimana ini?" Aku tidak menyangka sama sekali, aku benar-benar terkejut plus malu banget rasanya. Aku yang aku memberikan kejutan kepada mas Ringgo dengan perubahan penampilanku, tapi malah aku yang diberikan mas Ringgo kejutan.


Aku merasa malu kepada mas Roland, karena memperlakukannya seperti orang kebanyakan. Tidak disangka, mas Roland seorang pengusaha buka tukang ojek seperti yang aku kira selama ini.


" mas Roland kenapa mas....


"Bu Rianti, silahkan masuk. Persidangan akan segera dimulai." Kata-kataku terhenti ketika pegawai pengadilan kembali mengingatkan kalau persidangan akan di mulai.


Aku memandang ke arah mas Roland, berusaha mencari kebenaran kata-kata mas Ringgo dalam diri mas Roland. Aku mencoba mempercayai yang baru kudengar, semua terasa sangat membingungkan bagiku.


'kalau benar mas Roland seorang pengusaha, pasti dia sangat sibuk. Kenapa dia mau membuang waktunya, untuk membantuku?'


'Apa sebenarnya tujuan mas Roland bersikap begitu baik, padahal kami baru saja bertemu?' pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan di kepalaku, aku semakin penasaran siapa mas Roland sebenarnya.


"kok malah bengong, ayo kita segera masuk dek" mas Roland mengejutkanku, aku tersentak dari lamunanku.


"eh, iya mas." aku menyahut dengan sedikit gugup, tidak tahu bagaimana bersikap di depan mas Roland sekarang.


Mas Roland membimbing tanganku saat memasuki ruang sidang, aku merasa genggaman tangannya semakin erat. Aku hanya diam, mengikuti langkah mas Roland.


"mas, apakah kamu...

__ADS_1


"jangan banyak berpikir, fokus saja pada sidang yang akan kamu jalani."


"tapi mas, siapa kamu sebenarnya?"


"sekarang kamu tidak perlu tahu dik, nanti mas akan memberitahu kamu kalau waktunya sudah tepat, jadi sekarang fokuslah pada persidangan."


"baiklah mas."


Aku memasuki ruangan sidang ditemani oleh mas Roland sedangkan mas Ringgo dan Ratu mengikuti kami dari belakang. Setelah berada di dalam ruangan persidangan, aku merasa ada perasaan yang aneh menyeruak di dalam hatiku. Aku seakan merasa tertekan ketika memasukinya.


Sesaat, aku tertegun memandang sekeliling ruangan. Aku melihat ada beberapa orang di sana, pandangan mata mereka terlihat begitu mengerikan. Aku marasa pandangan mereka seakan menghakimi, aku tertunduk ketika memikirkan semua itu.


"kamu tenang saja dik, mas akan pastikan semua berjalan sesuai dengan keinginanmu. tidak ada yang akan menyakitimu, mas akan selalu mendampingi kamu selama persidangan berlangsung." Mas Roland berkata seraya memegang pundak ku, dia mencoba memberi kekuatan padaku.


Aku mengangguk pelan ke arah mas roland, seketika perasaanku tenang kembali. Aku merasa ada kekuatan baru yang muncul di dalam hatiku, ketika mendengarkan perkataan mas Roland.


Aku merasa sangat tertekan selama persidangan berlangsung, ketika setiap pertanyaan dilontarkan padaku. Aku harus melawan mas Ringgo selama di persidangan, sekarang dia menjadi musuhku.


Aku menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan kepadaku, persidangan ini bagai menguras emosiku. Aku merasa sangat terluka, luka batin yang selama ini berusaha aku lupakan kembali berdarah, saat aku membeberkan semua fakta yang terjadi.


"kalau benar suami anda selingkuh, apakah anda mempunyai buktinya?"pihak pengadilan bertanya, mereka meminta bukti kepadaku.


"saya memiliki bukti perselingkuhan suami saya, semua tersimpan di dalam ponsel yang ini pak." Aku kemudian mengeluarkan ponsel dari saku dan menyerahkan pada pihak pengadilan.


Aku memperlihatkan postingan dan percakapan antara mas Ringgo dan Ratu, sesaat aku melihat mereka menatap tajam ke arah mas Ringgo dan Ratu setelah melihat semua bukti yang aku berikan. Aku


Setelah melihat semua bukti yang aku berikan, hakim dan beberapa orang yang melihat postingan tersebut saling pandang. Aku melihat muka mereka bersemu merah, entah apa yang mereka pikirkan setelah melihat postingan itu.


Pihak pengadilan kembali menyerahkan ponselku, aku kemudian memperlihatkan semua bukti itu kepada mas Ringgo. Aku melihat wajah mas Ringgo menegang, setelah melihat semua rekaman yang ada di ponselku.

__ADS_1


Mas Ringgo tertunduk lesu, wajahnya merona merah mungkin dia merasa malu menyaksikan perbuatan memalukannya. Dia memandang sendu ke arahku, aku merasa sangat puas akhirnya bisa memperlihatkan betapa memalukan perbuatannya.


"dari mana kamu mendapatkan semua rekaman ini dek? Mas Ringgo bertanya seraya menoleh ke arahku. Dia mungkin tidak menyangka aku bisa mengetahui perselingkuhan dia dan Ratu, lengkap beserta bukti yang sangat meyakinkan.


"kamu pasti kaget bukan mas? tapi, kamu tidak perlu tahu dari mana aku mendapatkan rekaman tahu. Kamu pasti tidak menyangka aku akan mengetahui perselingkuhan mu."


"tapi, kenapa kamu tidak protes selama ini dek? Selama ini, Kamu tidak pernah memperlihatkan sikap kalau kamu mengetahui perselingkuhan mas.


"aku menunggu kamu berubah mas, setelah sekian lama menunggu aku tidak melihat tanda-tanda kamu akan berubah. Kamu tetap saja berbohong dan mengkhianati cintaku, akhirnya aku memutuskan menggugat cerai kamu."


Setelah mendengar penjelasan, aku melihat mas Ringgo tertunduk lesu. Dia tidak bisa menyangkal semua fakta yang ada karena aku memiliki bukti yang akurat. Aku merasa sangat yakin bisa menang dalam persidangan, mas Ringo harus menerima kekalahannya.


"memalukan sekali, saya tidak menyangka anda bisa melakukan hal yang sangat memalukan seperti ini." mas Roland berkata dengan nada sinis, dia terlihat kesal.


Ternyata, mas Roland mendadak kesal setelah mendengar semua penjelasan yang aku katakan pada mas Ringgo.Dia terlihat memukul meja dengan tangan terkepal erat, aku melihat ada kemarahan ketika menatap mas Ringgo.


Aku melihat mas roland menatap tajam ke arah mas Ringgo, dia memandang mas Ringgo dengan tatapan seakan ingin menelan mas Ringgo. Aku tidak mengerti kenapa mas Roland bisa begitu marah, ketika dia mengetahui perbuatan mas Ringgo padaku.


"Sudahlah dik, kamu jangan membahas itu lagi. tidak ada gunanya, kamu menjelaskan semua itu padanya" mas Roland menghentikan pembicaraanku dengan mas Ringgo, aku melihat dia tidak suka mendengar aku masih bicara dengan mas Ringgo.


Akhirnya sidang perdana perceraian ku berakhir, aku benar-benar merasa lelah sekali hari ini. Aku merasa lelah karena sidang ini benar-benar menguras pikiran dan tenagaku.


"kita makan dulu sebelum pulang dek, Kamu pasti sangat lelah dan lapar sekali.


"baiklah mas, aku memang sangat lapar sekali."


"tapi tunggu sebentar, mas akan bicara sebentar dengan calon mantan suamimu."


Mas Roland segera beranjak tanpa menunggu persetujuanku, dia terlihat menghampiri mas Ringgo. Aku tidak mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan, aku melihat mas Ringgo beberapa kali menoleh kepadaku."

__ADS_1


__ADS_2