SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 58: Selamat Menempuh Hidup Susah, Mas


__ADS_3

"maaf, aku tidak bisa membantumu. Sebaiknya kamu berusaha sendiri" mas Ringgo berkata, dia terdengar menolak permintaan Ratu.


"Kamu harus membantuku mas, katanya kamu mencintaiku. Aku tidak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab. Asal kamu tahu, mas Aldo menceraikan aku karena dia mengetahui perselingkuhan kita."


"tapi, aku tidak mau melanjutkan hubungan kita. Aku akan kembali pada istriku, aku ingin memperbaiki hubunganku dengannya." mas Ringgo bertanya, kelihatannya dia mau lari dari tuntutan Ratu.


"mas, kamu tidak bisa lepas tangan begitu saja terhadapku. Kamu harus membantuku, harap kamu menepati janji yang telah


"aku tidak menjanjikan apapun kepadamu, sebaiknya kamu melupakan hubungan kita. Aku tidak mungkin menikah denganmu karena aku masih mencintai istriku." Mas Ringgo berkata, aku hanya diam mendengarkan perdebatan mereka.


Ternyata, mas Aldo telah menceraikan dan mengusir Ratu dari rumahnya. Mas Aldo tidak berubah, masih seperti dahulu. Dia tidak akan membiarkan siapapun mengusik harga dirinya.


"apa kamu sudah lupa dengan janjimu, mas? Kamu berjanji akan segera menikahi aku, setelah kamu berhasil menceraikan istrimu. Sekarang, aku berharap kamu menepati janjimu itu." Ratu ular ini memang sudah tidak ada otaknya, dia berani dan tak malu berkata begitu padahal aku masih berada di dekat mereka.


"sekarang, aku tidak mau menikah denganmu karena kamu telah membohongiku. Kamu mengatakan suamimu sudah tidak bersamamu lagi, dia telah menceraikan dirimu. tapi kenyataannya, kamu telah membohongiku.


"maafkan aku mas, aku memang berbohong kepadamu karena aku kesepian. Mas Aldo jarang pulang, dia pulang hanya satu Minggu dalam sebulan karena bekerja di luar kota." Ratu memberi penjelasan, ternyata dia telah berbohong kepada mas Ringgo mengenai statusnya yang sebenarnya.


"aku tidak mau hidup bersama perempuan pembohong sepertimu." mas Ringgo menjawab dengan nada sengit, aku malah tertawa mendengarnya. ternyata, mereka berdua sama-sama pembohong.


"bagaimana rasanya dibohongi mas, sangat menyenangkan bukan? Tapi, kamu memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Selama ini, kamu juga sudah terlalu banyak membohongiku" Aku berkata dengan nada menyindir. Ternyata tidak menunggu lama, mas Ringgo telah mendapatkan karma ada perlakuannya kepadaku.


"dek, aku dengar sendiri bukan? perempuan licik ini telah menjebak dan membohongiku, aku berharap kamu membatalkan gugatan cerai terhadapku." mas Ringgo berkata, dia mungkin mengira aku akan berubah pikiran setelah mendengar penjelasan darinya

__ADS_1


Tapi kali ini tidak, aku tidak akan merubah keputusanku. Aku akan tetap menggugat cerai dia, karena hatiku sudah terlanjur terluka atas sikapnya. Aku berpikir sekali berbohong dan selingkuh pasti suatu saat dia akan mengulangi perbuatannya.


"tidak bisa, kamu tidak bisa melakukan semua itu padaku mas." Ratu menangis, mungkin dia merasa sakit hati dan putus asa mendengar perkataan mas Ringgo.


"kenapa tidak bisa? Kamu telah membohongi, aku tidak punya kewajiban untuk menikahi kamu." mas Ringgo berkata, dia terus mengelak dari tuntutan Si Ratu ular.


"mbak tolong bantu aku menjelaskan kepadanya, dia harus menikahi ku." aku tidak percaya dia berani minta tolong kepadaku, memang tidak waras wanita sundal ini.


"maaf, apa aku tidak salah dengar? kamu minta tolong kepadaku untuk menjelaskan kepadanya?"


"sekarang, kamu menangis minta tolong kepadaku. Apakah dulu kamu minta izin kepadaku untuk tidur bersama suamiku?" Jadi sekarang, sebaiknya kalian urus sajalah urusan kalian, aku tidak mau ikut campur." aku senang sekali melihat pertengkaran mereka. Akhirnya sekarang mereka mendapatkan karma, atas semua yang telah mereka lakukan kepadaku.


"Aku tidak mau tahu mas, kamu harus secepatnya menikahi ku. Kalau kamu tidak mau menceraikan istrimu, aku rela kamu jadikan istri keduamu" dia berkata terus terang, aku semakin tidak mengerti jalan pikirannya.


Mungkin benar, dia Sudah gila karena di hajar mas Aldo kemaren. Mas Ringgo terlihat merasa senang mendengar perkataan Ratu, dia menatap ke arahku. Aku semakin mual melihat wajahnya, ingin rasanya meludahi mukanya.


"baiklah mas, aku mengizinkan kamu menikahi dia. Tapi sebelum menikahnya, kamu harus menceraikan ku terlebih dahulu. Dari pada dipoligami, aku lebih baik hidup sendiri. Aku sebenarnya sudah tidak menginginkanmu, kamu sebaiknya pergi dari rumahku."


"tidak, aku tidak akan menceraikan kamu." Mas Ringgo menolak permintaanku, dia tidak mau menceraikan diriku


"kamu terima saja tawaran mbak Rianti mas, sebaiknya kamu menceraikan dia. Setelah bercerai nanti, kamu segera mengusir dia. kita akan segera menikah dan tinggal bersama di rumah ini." Ratu berusaha menghasut mas Ringgo, dia belum tahu siapa Ringgo sebenarnya.


"diam kamu, tidak usah banyak bicara." mas Ringgo menghardik Ratu, Ratu kelihatan terkejut karena tidak menduga mas Ringgo akan berkata keras kepadanya.

__ADS_1


"Rianti apa kamu setuju mas menikah lagi? mas Ringgo bertanya, aku makin tertawa geli mendengar pertanyaannya. ternyata mereka Sama-sama tidak waras.


"aku setuju kamu menikah lagi mas, sekarang cepat bereskan semua bajumu dan segeralah pergi dari sini." Aku tidak bisa menahan emosiku lagi, mas Ringgo harus angkat kaki dari rumah ini.


"kenapa kamu mengusir mas Ringgo mbak, seharusnya kamu yang pergi dari rumah ini." Ratu memang tidak sadar diri, tadi dia memohon kepadaku untuk membujuk mas Ringgo agar mau menikahinya. Sekarang, dia berani mengusirku dari rumahku


"terserah akulah, kalian berdua harus pergi dari rumahku sekarang juga."


"bukankah ini rumah mas Ringgo, seharusnya kamu yang pergi bukan kami." Ratu berkata, dia sok tahu sekali padahal dia tidak tahu apa-apa.


"apa katamu, ini rumah mas Ringgo? ha ha seharusnya kamu bertanya terlebih dahulu, sebelum bicara"


"benarkan ini rumahmu mas? Ratu bertanya seraya menoleh ke arah mas Ringgo, dia mungkin ingin memastikan kalau rumah itu milik mas Ringgo. Tapi, mas Ringgo diam saja mendengarkan pertanyaan Ratu.


"aku beritahu sama kamu ya, mas Ringgo tidak punya hak Apa-apa atas rumah ini. Mas Ringgo hanya menumpang di rumah ini, rumah ini peninggalan orang tuaku. Sekarang, kamu mengerti bukan?"


"kamu pasti bohong, aku tidak percaya." Ratu tidak mempercayai kata-kataku, mas Ringgo diam saja sejak tadi sekarang dia mematung seperti orang bisu.


"terserah kamu percaya atau tidak, pokoknya kalian harus secepatnya pergi dari sini. jangan lupa mas, kamu bawa juga wanita simpanan. "Aku berkata setengah berteriak, mas Ringgo terkejut mendengarkan. Mungkin, dia tidak menyangka aku berani mengusirnya.


"bagaiman ini mas? apa benar ini bukan rumahmu?" Ratu terus bertanya, mungkin dia tidak percaya dengan yang barusan didengarnya.


"maaf ya Ratu, sebaiknya kamu bantu pria pecundang ini mengemasi barang-barangnya. Aku minta setengah jam paling lama, kalian telah meninggalkan rumahku."

__ADS_1


"tapi dek,....


"tidak ada tapi-tapian cepat bereskan barang-barang kamu mas, selamat menempuh hidup susah." "Aku berkata seraya memandang sinis kepada mereka berdua.


__ADS_2