SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 56: Sudah Waktunya Mas


__ADS_3

"dek, kamu mau kemana?" mas Ringgo bertanya, ketika melihatku sudah berpakaian rapi. Pagi ini, aku akan mendaftarkan perceraian ku ke pengadilan agama.


Aku merasa sudah waktunya aku menggugat cerai mas Ringgo, tidak ada gunanya lagi aku membuang-buang waktu hidup bersamanya.


"aku mau ke pengadilan agama, mas." Aku berkata dengan santai, tanpa menoleh ke arahnya. Aku tidak mau melanjutkan rumah tanggaku, sebaiknya kami segera berpisah.


Aku berpikir berpisah dengan mas Ringgo adalah jalan terbaik, tidak ada solusi lain dari masalahku selain perceraian. Aku sudah banyak memberikan kesempatan kepada mas Ringgo, tapi dia selalu mengkhianati kepercayaan yang aku berikan.


"kamu mau apa ke sana, dek? mas Ringgo bertanya, dia menatapku dengan tatapan penuh arti.


"Aku mau mendaftarkan gugatan cerai terhadapmu, mas. Aku merasa sudah saatnya kita mengakhiri semua ini, sebaiknya kita bercerai saja"


"tapi dek, aku tidak ingin pisah darimu. aku ingin memperbaiki hubungan kita, aku berjanji akan berubah dek." mas Ringgo berkata ,dia berusaha meyakinkanku. Aku sudah tidak mau mendengar apapun dari mulutnya, yang telah sering membohongiku.


"janjimu sekarang tidak bisa merubah keputusanku, aku tetap ingin bercerai darimu. mas."


"mas mohon dek, tolong berikan mas satu kesempatan lagi. Mas janji kepada, tidak mas Ringgo berkata, dia memohon kepadaku


"simpan saja semua janjimu untuk selingkuhan kesayanganmu, mas. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Sebaiknya, kamu terima semua keputusanku." Aku mengakhiri pembicaraanku dengan mas Ringgo, kemudian berlalu meninggalkannya.


Aku harus bersikap tegas kali ini, mas Ringgo harus menerima keputusanku. Apapun yang dikatakannya, aku akan tetap mendaftarkan gugatan cerai terhadap dirinya.


Sebelum pergi, aku terlebih dahulu menelpon mas Roland. Aku meminta mas Roland mengantarkan, ternyata dia bersedia.


Setelah menunggu beberapa saat, mas Roland akhirnya datang juga. Dia datang ke


"maaf dek, kamu menunggu sedikit lama. Mas tadi harus ke bengkel dulu, karena ban motor mas kempes tergilas paku.


"gak apa-apa mas, tolong antar aku ke pengadilan agama." Aku berkata memberitahu kemana tujuan kami.


"kamu mau apa ke sana, dek?" mas Roland bertanya seraya menatap tajam ke arahku.


"aku mau menggugat cerai suamiku, mas. Dia telah melukai perasaanku, ternyata dia telah selingkuh di belakangku." mas Roland terlihat terkejut mendengar pengakuanku, dia menatap serius ke arahku.

__ADS_1


"apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu, dek." mas Roland berkata, aku mengangguk ke arahnya.


Aku merasa sudah mantap dengan keputusanku, semua sudah aku pikirkan baik-baik. Aku tidak mungkin melanjutkan hubunganku dengan mas Ringgo, dia selalu mengkhianati kepercayaan yang aku berikan kepadanya.


Aku merasa tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan hubunganku dengan mas Ringgo. Percuma, aku mempertahankannya kalau dia tidak punya kemauan untuk membahagiakanku.


"apakah kamu butuh bantuan, dik? Aku siap memberikan bantuan apapun kepadamu." Mas Roland berkata, seketika aku merasa bagai mendapat kekuatan. Aku semakin bersemangat menggugat cerai mas Ringgo, karena merasa mas Roland pasti bisa membantuku.


"terima kasih banyak mas, aku memang membutuhkan bantuan karena aku tidak mempunyai pengalaman sama sekali." aku berterima kasih kepada mas Roland, dia menatapku seraya tersenyum.


"aku mengerti dik, kamu pasti tidak punya pengalaman. memangnya, kamu sudah berapa kali bercerai?" Mas Roland bertanya seraya tertawa kecil, aku hanya manyun mendengar candaannya.


Aku tidak tahu mengapa, mas Roland mau membantuku. Aku merasa sangat beruntung bisa mengenalnya, dia begitu baik kepadaku.


"ayo dek, kita menemui seseorang terlebih dahulu sebelum kita ke pengadilan agama."


"tapi mas...


"tidak usah khawatir dik, aku yang akan mengurus semuanya. Kamu tidak perlu khawatir, serahkan saja semuanya kepadaku." Mas Roland berkata, aku merasa lega sekarang.


"baiklah mas, aku ikut apa katamu." Aku berkata seraya mengangguk kepadanya.


Akhirnya, aku mengikuti mas roland menemui orang yang akan membantuku mengurus gugatan cerai terhadap mas Ringgo. Tidak berapa lama, kamipun sampai di tempat yang dituju.


"kamu tunggu sebentar di sini, dik. Mas akan mencari informasi dulu" mas Roland berkata seraya berlalu ke meja seorang karyawan yang bekerja di tempat itu . Aku melihat mas Roland berbincang dengan perempuan itu, tak berapa lama dia kembali menghampiriku


"ayo dik, kita menemui Reyhan ternyata sekarang dia berada di ruangannya." mas Roland mengajakku menemui kenalannya, ternyata namanya Reyhan.


"ayo mas." jawabku singkat, aku mengikuti mas Roland dari belakang.


Tok! tok! tok!


"silahkan masuk" aku mendengar jawaban seseorang dari dalam ruangan yang di ketok oleh mas Roland.

__ADS_1


"Assalamualaikum Reyhan, apa kabar" mas Roland menyapa, memulai pembicaraan dengan temannya, Reyhan.


"saya baik Roland, apa yang membawamu ke kantorku? Apa ada yang bisa aku bantu." mas Reyhan bertanya seraya tersenyum ke arah mas Roland.


"begini Reyhan, aku membutuhkan bantuan untuk mengurus perceraian Rianti." mas Roland mengatakan tujuan kami menemuinya, mas Reyhan menatapku dengan pandangan penuh arti.


Aku sebenarnya sedikit risih ketika mas Roland memberitahu masalahku kepada mas Reyhan. Tapi, aku aku sadar sangat membutuhkan bantuan saat ini. Aku hanya tersenyum menutupi rasa risih yang aku rasakan.


"baiklah, aku akan membantumu Roland. aku akan mengurus semuanya, itu tidak terlalu sulit untukku." mas Reyhan menyanggupi, dia mau membantuku.


Aku melihat mas Reyhan menelepon seseorang, dia terlihat serius berbicara dengan orang tersebut. setelah lama berbicara di ponselnya, mas Reyhan tersenyum kepada kami


"Roland, sebaiknya kita sekarang ke kantor pengadilan agama untuk mendaftarkan gugatan cerai."


"baiklah" mas roland menjawab, kemudian kami bertiga menuju kantor pengadilan agama


Tidak berapa lama, kamipun sampai di pengadilan agama. Entah mengapa, aku mendadak bingung setelah berada di sana. Aku mengikuti kemana mas Roland dan mas Reyhan membawaku.


Kami bertiga masuk ke sebuah ruangan, mas Reyhan terlihat mengisi suatu formulir yang di berikan oleh seorang petugas. Karena tidak mengerti, aku menyerahkan semua kepadanya.


"ini dek." mas Reyhan memberikan sebuah amplop berisi surat kepadaku.


"apa ini, mas?" Aku bertanya kepada mas Reyhan, ingin mengetahui surat yang baru saja dia berikan kepadaku.


"itu surat panggilan dari pengadilan,kita mendapat jadwal persidangan Senin besok." kata mas Reyhan menjelaskan. Aku ternganga mendengar penjelasan mas Reyhan, tidak menyangka secepat itu dia mengurusnya.


Aku pernah mendengar dari beberapa orang yang telah bercerai, kata mereka mengurus perceraian itu membutuhkan waktu yang lama. Tapi hebatnya, mas Reyhan mampu mengurusnya sesingkat itu.


"secepat itukah mas? Aku bertanya, aku benar-benar heran kagum dengan kepintaran mas Reyhan.


"ini jalur khusus dek, kamu tidak usah heran seperti itu." mas Roland berkata seraya tersenyum kearah mas Reyhan, mereka terlihat saling pandang.


"terima kasih banyak, mas Roland dan mas reyhan sudah banyak membantuku."

__ADS_1


Aku sekarang bisa bernafas lega, akhirnya aku bisa memberikan kejutan kepada mas Ringgo.


__ADS_2