SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 98: Disangka Wanita Sederhana Ternyata Kaya Raya


__ADS_3

POV Roland bagian 2


'bagaimana kalau kamu tinggal bersama mama dan aku dik?" aku bertanya dengan hat-hati pada Rianti, takutnya dia akan salah paham dengan maksud dan niat baikku.


Aku bertanya begitu pada Rianti karena merasa khawatir dengan keamanannya. Setelah bercerai dari suaminya, Rianti akan tinggal sendirian tanpa ada yang akan menemaninya.


Aku takut jika terjadi apa-apa dengannya nanti, berbahaya jika dia tinggal sendirian di rumahnya. Aku harus memastikan Rianti aman, dia menjadi prioritasku sekarang.


Rianti ternyata menyambut baik ajakan dariku, dia bersedia tinggal bersama kami. Betapa senang hatiku, dia ternyata bisa berpikir bijak. Aku segera membawanya ke rumah sebelum dia berubah pikiran.


Setelah sampai ddi rumah, aku langsung membawanya masuk. Sejak saat itu, Rianti tinggal bersama kami. Aku melihat kehadiran Rianti memberikan energi positif bagi mama.


Mama sekarang menjadi ceria dan bagai memiliki semangat baru. Mama bahkan sekarang enggan minum obatnya, namun aku tidak pernah memaksa beliau.


Beliau sekarang terlihat banyak kemajuan, aku semakin yakin kehadiran Rianti akan berdampak baik bagi kesehatan mama. Aku sangat bahagia, harapanku untuk melihat mama sehat kembali akan segera terwujud.


Aku berharap semoga tidak ada lagi perpisahan, walau aku belum melakukan tes DNA. Aku merasa yakin kalau Rianti itu benar adalah adik kandungku, aku merasa tidak perlu lagi melakukan tes DNA.


Aku merasa ada ketakutan di dalam hatiku andaikan melakukan tes DNA terhadap Rianti. Aku takut hasilnya nanti berbeda dengan yang aku pikirkan selama ini.


Malam ini, aku melihat Rianti sedang mengemasi berkas-berkas serta uangnya yang berhamburan di lantai. Aku tidak sengaja melihatnya ketika hendak keluar rumah.


Seketika, aku berubah pikiran dan segera menghampirinya. Dia terlihat terkejut melihat kehadiranku, aku cuma tersenyum ketika pandangan kami bertemu kemudian aku duduk di sofa.


Setelah semua dimasukkan ke dalam tas, Rianti ikut duduk di dekatku. Dia terlihat membenarkan berkas-berkas yang ada di dalam tasnya.


Aku merasa pennasaran dengan isi berkas itu, walau dulu pernah melihatnya sekilas. Aku ingin melihat dan mencermati sekali lagi, siapa tahu aku bisa membantu mengurus semua dalam waktu cepat.

__ADS_1


"bolehkah mas melihat semua berkas itu dik?"


"tentu saja mas." Dia mengeluarkan kembali berkas dari tasnya dan menyerahkan padaku.


Aku segera melihat satu persatu berkas-berkas itu. Dari sekian banyak berkas yang di berikan, aku sangat tertarik dengan beberapa akta dan berkas kepemilikan beberapa perusahan.


Aku meneliti isi dari berkas tersebut, aku terkejut dan terperangah fakta yang ada di dalamnya. Ternyata perusahaan-perusahaan itu milik seorang pengusaha tangguh, yang sangat disegani dikalangan dunia bisnis.


Beliau merupakan pebisnis wanita yang sangat diperhitungkan di dunia bisnis, aku mengetahuinya karena beliau adalah salah satu rekan bisnis papa. Perusahaan papa banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan beliau, bahkan sering menerima bantuan ketika menghadapi masalah keuangan.


Aku dengar beliau saat ini sudah meninggal karena sakit-sakitan semenjak suaminya meninggal. Aku mendapat kabar kalau suami beliau meninggal karena kecelakaan.


"jadi, bu Rahayu adalah ibumu dik?"pertanyaan itu meluncur begiyu saja dari bibirku, aku memandang pada Rianti seketika.


Aku terperagah mendapatkan fakta ini, ternyata Rianti bukanlah wanita biasa yang melarat tapi dia seorang miliarder kaya raya.


"iya mas," jawabnya datar.


Aku kaget melihat ekspresi wajahnya, apakah dia tidak tahu apa yang dia miliki sekarang?


Aku mengembalikan berkas-berkas milik Rianti kepadanya, dia kemudian memasukkan kembali ke dalam tas. Aku akan berusaha membantunya nanti, andai dia meminta bantuan kepadaku.


Aku kemudian menyuruhnya segera tidur karena hari sudah lewat tengah malam. Aku teringat besok akan melanjutkan rencana kami untuk menemui pak Roman. Aku jadi tersenyum sendiri ketika mengingat semua itu.


Andai dia tahu uang yang dia ambil dari Ringgo itu, tidak ada sepersekian dari harta yang di milikinya sekarang. Aku yakin dia tidak akan berusaha sekeras ini untuk mengamankan uang-uang itu.


Aku kembali ke kamar untuk istirahat, pikiranku menerawang jauh mengingat semua yang terjadi. Aku pikir Rianti hidupnya sederhana tapi pikiranku ternyata salah.

__ADS_1


Aku teringat kata-kata bijak yang sering di lontar kan orang"jangan lihat orang dari penampilannya"


Aku setuju dengan kata-kata bijak itu, Rianti yang terlihat sederhana ternyata memiliki kekayaan yang berlimpah. Aku tersenyum miris, keadaan sudah berbalik sekarang.


Rianti yang sangka butuh bantuan untuk hidup mandiri, ternyata tidak membutuhkan bantuan sama sekali. Suaminya pasti menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan memiliki istri sempurna sepertinya.


Aku tertidur setelah puas memikirkan fakta tentang Rianti, paginya aku terbangun agak kesiangan. Aku bergegas bersiap ke kantor, menyelesaikan rutinitasku hari ini.


Aku bergegas pulang ketika semua pekerjaan selesai aku kerjakan, setiba di rumah aku langsung mengajak Rianti ke rumah orang yang akan menjual tanah.


Sesamapai di sana, aku dan Rianti disambut oleh seorang gadis cantik nan ayu. Aku terpana dengan pesona gadis itu, dia begitu cantik dan baik. Tutur sapanya yang lemah lembut, membuat hatiku terpikat.


Aku terus memandangi dan menatap gadis itu hingga lupa dengan tujuan kami datang ke mari. Aku yang semula yang akan mengurus segalanya mendadak tidak tahu harus melakukan apa, Untunglah Rianti bisa mengendalikan situasi.


Rianti berbincang dengan gadis itu, sedangkan aku hanya terdiam memandanginya. Aku melihat gadis itu sekali-sekali melirik ke arahku, membuatku semakin gugup berhadapan dengannya.


Selesai berbincang, gadis itu mengajak Rianti masuk ke dalam rumah menemui bapaknya. Aku tertinggal karena kakiku terasa terpaku di tempatku berdiri, tanpa sadar Rianti malah menarik tanganku dengan keras. Dia mengajakku ikut serta masuk menemui pak Roman, pemilik tanah yang akan kami beli.


Selama berhadapan dengan pak Roman, aku hanya banyak diam. Aku merasa bagai dihipnotis oleh wanita ayu yang ada di hadapanku sekarang.


Entah apa yang mereka pikirkan, aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari pesona dan keindahan yang terpampang di hadapanku. Aku tergagap ketika Rianti mengejutkanku dengan pertanyaannya.


Aku mengangguk menyetujui apa yang menjadi obrolan antara Rianti dan Pak Roman walau sebenarnya aku tidak mengikuti perbincangan mereka.


Aku dan Rianti pamit pulang dan berjanji akan datang lagi untuk menyelesaikan transaksi jual beli dengan pak Roman. Aku menjadi tidak bisa mikir ketika berhadapan dengan gadis itu, dia benar membuat otakku berhenti bekeeja seketika.


Dalam perjalanan pulang, aku hanya banyak terdiam. Aku tidak bisa mengusirkan bayangan gadis ayu tadi dari kepalaku, dia bagai menari-nari di pelupuk mataku.

__ADS_1


'apa yang terlah terjadi padaku?" aku membatin dalam hati sedangkan bibirku senyum-senyum sendiri tanpa aku sadari.


__ADS_2