SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 95: Ternyata, Cinta Memiliki Kekuatan Yang Menakjubkan


__ADS_3

"ayo dik kita berangkat sekarang." mas Roland berkata seraya melangkah mantap meninggalkanku, aku mengikuti langkah kakinya dengan setengah berlari karena langkah kakinya yang panjang dan cepat.


"mas pelankan sedikit jalanmu kenapa? Apa begitu buru-burunya kamu ingin menemui anak pak Roman sehingga kamu mengorbankan aku?" Aku berkata dengan nada setengah menyindir mas Roland.


"Beginilah kalau orang lagi jatuh cinta, adik sendiri dibuat jadi korban cintanya." aku mengomel sendirian seraya terus mengikuti mas Roland menuju mobilnya yang terparkir di halaman.


Mas Roland yang mendengarkan aku mengomel dengan serta merta menoleh ke arahku, seraya memperlihatkan senyuman yang dahulu terlihat manis sekarang berubah menjadi sangat mengesalkan.


"kamu itu apaan sih dik, cepetan jalannya dong. Kamu yang lelet kayak keong, kok malah mas yang diomeli." mas Roland berkata balik mengomeli, benar-benar tidak mau mengalah.


Aku mempercepat jalanku, kesal sekali berhadapan dengan orang yang lagi jatuh cinta, dunia seakan harus selalu membenarkan apa yang dilakukannya.


"ayo cepat naik,"


Aku segera naik ke mobil tanpa berkata apa-apa lagi, menetralkan nafasku yang masih terengah-engah. Setelah berada dalam mobil, aku diam seraya memonyongkan bibirku sebagai ekpresi kesalku pada mas Roland.


Setelah sekian lama, aku menoleh kembali pada mas Roland. Aku makin kesal saja, mas Roland tidak menghiraukan sikapku.


Mas Roland terlihat masih saja senyum-senyum sendiri, dia terlihat lagi memikirkan sesuatu. Aku sudah dapat menerka, mas Roland pasti sedang memikirkan anak gadis pak Roman.


Aku mengakui dalam hati, anak gadis Pak Roman yang bernama Ayuna itu memang cantik dan menawan hati. Aku bisa melihat kepribadiannya yang lembut dan bersahaja. Pantas saja, mas Roland jadi terpikat dengan segala kelebihan yang dimilikinya.


"mas Roland jangan pikirkan mbak Ayuna dulu, kita akan bertemu dengannya lagi nanti. Kamu tidak usah khawatir mas, jika kamu jatuh cinta padanya, aku bersedia membantumu." Aku berkata sedikit panjang berniat meledeknya, ternyata kata-kataku tidak berhasil menyadarkannya dari lamunannya.


"hadeh, repotnya berhadapan dengan orang yang lagi jatuh cinta." Aku menghempaskan napas kasar, menyadari kata-kataku sudah tidak di dengarkannya.


"jangan melamun terus, mas" Aku berkata seraya menepuk sedikit keras lengannya, dia terlihat kaget.


"eh i-iya, ada apa dik?" mas Roland bertanya dengan sedikit tergagap


"Kamu itu kenapa sih mas?" aku bertanya pura-pura tidak tahu.


"kenapa memangnya denganku, dik?"


"kamu lagi mikirin apa sih, mas? Jangan-jangan kamu lagi memikirkan mbak Ayuna ya?"


"Ayuna, siapa? Anak kecil jangan sok tahu." Mas Roland berkata, aku bisa melihat ekpresi wajahnya yang tersipu malu.

__ADS_1


"berhenti dulu memikirkannya mas, kamu harus fokus nanti kita tabrakan." Aku berkata memperingatkan mas Roland, dia terlihat cemberut seraya memonyongkan bibirnya.


Aku rasanya ingin tertawa melihat tingkah mas Roland, dia sekarang terlihat menggemaskan. Andaikan masih bayi, aku akan mencubit kedua pipinya.


Ternyata cinta itu memiliki kekuatan yang sangat besar yang sangat menakjubkan, orang sekelas mas Roland saja mampu dibuatnya merubah seketika. Mas Roland yang biasanya cool dan berwibawa, tiba tiba saja jadi aneh tingkahnya.


Tidak berapa lama, kami sampai dirumah pak Roman. Aku dan mas Roland segera turun dari mobil dan menghampiri rumah pak Roland.


Tapi, aku melihat rumah pak Roman sangat sepi. Aku tidak melihat siapapun dan pintu rumahnya tertutup.


"dik ketok pintunya."


"iya mas."


Tok! Tok! Tok!


"assalamualaikum, pak Roman." Aku menunggu jawaban dari dalam tapi tidak ada yang menyahut salam dan membukakan pintu.


Aku mengulangi beberapa kali, tapi tetap saja begitu, tidak ada jawaban dan pintu tidak kunjung dibukakan.


"kita telepon saja beliau dik, sebentar mas telpon beliau dahulu."


"iya mas." jawabku singkat.


Mas Roland segera mengambil ponsel dari dalam sakunya, hendak menelpon pak Roman. Dia terlihat mencari nomor kontak pak Roman, tapi sebelum panggilan terhubung datang seorang gadis menghampiri kami.


Gadis muda itu tidak lain Ayuna anaknya pak Roman, dia datang menghampiri kami. Mas Roland terlihat gugup menghentikan pencarian dan batal menghubungi pak Roman.


"assalamualaikum mbak dan mas ingin menemui bapak ya?" tanyanya dengan suara lembut.


"iya mbak, kami ingin menemui beliau untuk membicarakan kelanjutan dan menyelesaikan urusan pembelian tanah yang telah di sepakati kemaren."


"maaf mbak, bapak sedang di rumah sakit. Beliau pergi kerumah sakit untuk mengurus ibu yang sedang di rawat disana."


"oh begitu. Bagaimana mas?" aku bertanya pada mas Roland tapi tidak mendapatkan jawaban apa-apa darinya.


Aku segera menoleh ke arahnya, astaga ternyata dia malah bengong. Aku hanya geleng kepala seraya tersenyum, kakakku benar-benar telah terhipnotis oleh gadis yang ada di hadapanku. Dia masih berada di dunia nyata tapi pikirannya sudah traveling ke dunia hayal yang tercipta karena kehadiran mbak Ayuna.

__ADS_1


"mas, jangan bengong melulu."Aku mencubit lengan mas Roland yang masih diam terpaku, aku mencubitnya dengan sedikit keras.


"aw aduh dik, kamu kenapa sih?" mas Roland terlihat terkejut seraya memegang lengannya yang habis aku cubit.


"pak Roman ada dirumah sakit mas. Jadi, bagaimana mas?"


"Bagaimana ya?" mas Roland bertanya tanpa memberikan jawaban atas pertanyaanku. Dia malah balik bertanya kepadaku, pandangan matanya tidak berpaling dari mbak Ayuna.


Aku merasa percuma bertanya pada mas Roland, pikiran mas Roland sudah di kuasai oleh virus-viru cinta.Dia hanya diam terpaku memamdangi gadis cantik yang ada di hadapan kami.


Aku segera mengambil ponsel yang ada di dalam genggaman mas Roland dan segera melanjutkan pencarian nomor kontak pak Roman. Setelah ketemu, Aku segera menghubungi beliau.


"assalamuaikum," terdengar ucapan salam di seberang sana.


"waalaikum salam pak, saya Rianti. Saya dan kakak saya sekarang sudah berada di rumah bapak untuk menyelesaikan transaksi kita."


"oh ya nak, bapak minta maaf. Bapak berada di rumah sakit sekarang, pihak rumah sakit meminta penyelesaian biaya administrasi rumah sakit secepatnya."


"jadi bagaimana dengan urusan kita pak? Apakah di tunda dulu?"


"jangan nak, bapak sangat membutuhkan uang itu saat ini. Bapak akan segera pulang, nak Rianti bisakah menunggu bapak sebentar?"


Sejenak, aku berpikir sebelum menjawab pertanyaan pak Roman. Aku seketika mendapatkan ide cemerlang, benar-benar kebetulan yang sangat menyenangkan.


"begini saja pak, bagaimana kalau kita ketemuannya di rumah sakit saja pak. Kita menyelesaikan transaksi disana."


"Alhamdulillah nak, bapak setuju." pak Roman menjawab suaranya terdengar senang.


"kalau begitu bapak kirimkan alamat rumah sakit, kami akan segera kesana."


"baiklah nak." pak Roman segera mengakhiri pembicaraan dan mematikan ponsel beliau.


Ting!


Pesan singkat masuk di ponsel mas Rolangd yang sedang aku pegang dan membaca isi pesannya.


"mas ayo kita berangkat sekarang." aku segera menarik lengan mas Roland.

__ADS_1


__ADS_2