SURGA YANG TERENGGUT

SURGA YANG TERENGGUT
Part 65: Mas Roland Ternyata Seorang Bos


__ADS_3

"Nah itu mereka, mereka sudah datang mas, ayo kita segera menemui mereka."


"siapa dek?" mas Roland bertanya, seraya menoleh ke arahku.


"siapa lagi mas, kalau bukan calon mantan suamiku dan pacarnya si "Ratu tega". Aku merasa perceraian satu-satunya solusi terbaik bagi rumah tanggaku, aku semakin yakin dengan keputusanku mas." Aku memandang mas Ringgo dan Ratu dengan pandangan nanar, Aku tidak menyangka mas Ringgo membawa serta Ratu ke pengadilan, sekarang dia benar-benar sudah tidak menghargai


"kamu harus kuat dik, mas pastikan semua akan berjalan sesuai dengan keinginanmu. Setelah ini, mereka tidak bisa menyakiti kamu lagi." Mas Roland mencoba menguatkan hatiku, dia seperti mengetahui dan memahami perasaanku saat ini. Aku merasa seperti mendapat kekuatan ketika mendengar kata-kata mas Roland.


Aku tertunduk menyembunyikan luka batin yang mungkin akan tergambar di wajahku. Walau sudah bertekad menyudahi rumah tanggaku, tapi aku tetap merasa terluka ketika melihat mas Ringgo datang bersama Ratu.


Aku merasa hari ini adalah hari terberat dalam hidupku. Aku akan menghadapai mas Ringgo di pengadilan untuk menyudahi rumah tanggaku.


"mas tunggu di sini, aku akan menemui mereka." Aku beranjak hendak menemui mereka, tapi mas Roland malah menarik tanganku. Aku mengerti maksud mas Roland, dia pasti ingin mencegahku menemui mereka.


"kamu tidak usah menemui mereka dik, kita tunggu saja mereka di sini. Mas ingin melihat sejauh mana kedekatan mereka.


"baiklah mas." Aku merasa mas Roland ada benarnya, sebaiknya aku menunggu mereka di sini. Aku tidak perlu menemui mereka, hanya akan membuatku semakin sakit hati.


Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitiku lebih jauh lagi. Sudah kepalang tanggung, aku tidak akan akan mundur lagi. Sekarang saatnya, aku kembali membalas rasa sakit yang telah mereka berikan kepadaku.


Aku akan membuat Mas Ringgo menyesal karena telah mengkhianati ketulusan cintaku. Aku akan memberikan kejutan kepada mereka berdua, Akan aku menunjukkan kepada mereka siapa mereka sebenarnya.


"kamu jangan khawatir, mas akan selalu ada saat kamu membutuhkan bantuan." aku mengangguk pelan ke arah mas Ringgo.


Kami memperhatikan kedatangan mas Ringgo dan Ratu, mas Roland menggenggam erat tanganku. Aku merasa genggaman tangan mas Roland seakan memberikan kekuatan kepadaku, aku melihat dia begitu menyayangiku.


Aku merasa kehadiran mas Roland sangat berarti, dia mampu memberikan energi positif bagiku.Sekarang, dia bagai perisai pelindung bagiku. Tidak tahu mengapa, aku merasa aman dan kuat ketika bersamanya.

__ADS_1


"mas Ringgo, aku merasa senang kamu menghadiri sidang perceraian kita. Aku harap kamu tidak mempersulit proses perceraian kita." Aku berkata, setelah mas Ringgo


"dek, apakah ini kamu?" Mas Ringgo bertanya seraya memandang ke arahku, dia terlihat terpaku melihat perubahan penampilanku. kl


"kenapa mas? Beberapa hari tidak bertemu, kamu sepertinya sudah melupakan aku."


"bukan begitu dek, kamu sangat berubah, sekarang kamu terlihat cantik sekali.kenapa dulu kamu tidak pernah berpenampilan seperti ini dek?" mas Ringgo bertanya, dia terlihat tercengang melihat perubahan penampilanku.


Aku tersenyum sinis mendengar perkataannya, dia membuatku semakin jengkel kepadanya.


"Ha ha, seharusnya kamu tidak bertanya begitu kepadaku mas, semua itu kamu penyebabnya. Bagaimana aku bisa tampil cantik, kamu lebih memperhatikan kebutuhan pacarmu ketimbang memperhatikan penampilanku. Bukankah kamu selalu memenuhi keinginan Ratu dan sangat pelit kepadaku." Aku mulai menyerang mas Ringgo, hatiku kembali terluka setelah mengatakan semua itu.


Mas Ringgo tertunduk mendengarkan perkataan yang keluar dari mulutku, emosiku kembali menggelegak tatkala mengingat semua perlakuan mas Ringgo kepadaku selama ini.


"tapi sekarang, aku perhatikan kamu jadi terlihat begitu menyedihkan, apa yang terjadi padamu mas?" aku menyindir ketika melihat penampilan mas Ringgo tidak terurus sekarang, dia terlihat sangat menyedihkan.


Dulu, dia selalu protes dan marah ketika bajunya kurang rapi aku setrika. Sekarang tidak disangka, dia malah memakai baju kusut setelah hidup bersama Ratu.


Aku mengalihkan pandang ke arah Ratu, penampilannya tidak jauh berbeda dengan mas Ringgo. Aku tersenyum seraya menaikkan alisku ketika menatapnya, sekarang mereka telah merasakan menjadi aku yang dahulu.


"bagaimana rasanya hidup bersama Ratu pasti sangat menyenangkan bukan mas? Aku melihat penampilan kalian berdua tidak ubahnya seperti gembel, apa yang terjadi padamu mas?" Aku melontarkan beberapa pertanyaan, mungkin mas Ringgo merasa tersindir oleh kata-kataku, tapi aku tidak peduli .


"dek, mas...


Mas Ringgo tidak melanjutkan kata-katanya, matanya terlihat berkaca-kaca mendengarkan perkataan ku. Aku merasa puas mengatakan hal itu kepadanya, dia harus tahu betapa sakitnya hatiku saat ini.


"tapi tidak apa-apa mas, sekarang kalian berdua terlihat cocok sekali. Kamu terlihat seperti gembel sedangkan wanita kesayanganmu seperti orang gemblong, kalian memang sangat serasi."

__ADS_1


Mas Ringgo tertunduk mendengar kata-kataku, mungkin dia tidak menyangka aku akan berkata kasar itu kepadanya.Sebenarnya, aku aku tidak tega, tapi biarlah hatiku terlanjur sakit. Mas Ringgo dan Ratu memang pantas di perlakukan begitu, mereka juga tega menyakiti hatiku.


Sedangkan, mas Roland hanya diam mendengarkan kata-kataku. Dia mungkin paham dan mengerti betapa sakitnya hatiku saat ini, hingga dia hanya membiarkan kan meluapkan kekesalanku pada calon mantan suamiku itu.


Aku memang tidak menyerang Ratu karena aku merasa tidak punya urusan dengannya. Aku merasa percuma bicara dengannya, karena wanita seperti dia tidak akan pernah menyesali perbuatannya.


"pak Ringgo dan bu Rianti." Aku mendengar seorang pegawai pengadilan memanggil kami.


"ya, Bu. Kami sudah hadir."


"silahkan masuk, persidangan akan dimulai." pegawai tersebut memberitahu, aku menoleh pada mas Roland.


"ayo dik kita masuk, persidangan gaunnya segera dimulai. Kamu jangan cemas, mas akan mendampingi kamu."


"Pak Roland anda....


Aku kaget ternyata mas Ringgo mengenal mas Roland, mas Roland cuma diam seraya menatap tajam ke arah mas Ringgo. Aku terkejut ketika mendengar mas Ringgo memanggil mas Roland dengan sebutan bapak.


"kenapa kamu memanggil mas Roland dengan sebutan bapak mas? apakah kamu mengenal mas Roland? Aku bertanya, terus terang aku sedikit bingung terlebih lagi ketika melihat ekspresi wajah mas Ringgo.


"ya dek, pak Roland atasan mas, beliau pemilik perusahaan tempat mas bekerja."


"apa?"


Aku tersentak kaget, tanpa sadar aku segera menoleh kearah mas Roland. Aku sama sekali tidak menyangka mas Roland ternyata bukan orang biasa. Selama ini, aku menyangka mas Roland hanyalah seorang tukang ojek tapi ternyata dia atasan mas Ringgo.


"benar begitu mas?" Aku bertanya, ingin mengetahui kebenarannya. Ini baru kejutan, aku benar-benar terkejut mengetahui mas Roland ternyata seorang bos.

__ADS_1


__ADS_2