
"dek mohon dengarkan dulu, mas bisa jelaskan ini semua."mas Ringgo berusaha menjelaskan tapi aku sudah tidak butuh penjelasannya. aku merasa semua sudah tidak ada gunanya lagi.
Semua sudah tampak jelas bagiku, aku tidak mau mendengarkan apapun darinya lagi. Mas Ringgo lelaki pembohong, dia sangat pintar bersilat lidah. Aku tidak akan percaya lagi dengan ucapannya, cukup sudah aku dibohongi selama ini.
"kamu tidak perlu susah-susah menjelaskan apapun kepadaku mas, Aku tidak membutuhkan penjelasan dan pembenaran apapun darimu. Aku sudah melihat dan mendengarkannya sendiri segala kebenarannya, jangan coba untuk membohongiku lagi." Aku berkata dengan suara keras, mas Ringgo terlihat terkejut dengan sikapku.
Selama ini, aku tidak pernah membantah mas Ringgo apalagi sampai mengeluarkan suara yang keras kepada. Aku selalu berusaha menjaga Kata-kataku, aku selalu bicara lemah lembut tidak ingin menyakiti hatinya.
Tapi sekarang semua itu sudah tidak ada artinya, mas Ringgo telah meracuni perasaan cintaku. Dia telah membuat perasaan cinta dan sayang yang bersemi indah di hatiku, hilang ditelan kepalsuan.
"tapi, mas masih sangat mencintaimu dek. mas tidak akan pergi meninggalkanmu." mas Ringgo berkata seraya hendak memeluk tubuhku.
Tapi aku segera menghindar, sehingga dia hanya memeluk angin. Aku sudah tidak sudi sentuh tangan kotor laki-laki laknat itu. Dia tidak pantas menyentuhku, aku sangat jijik melihatnya.
"simpan saja cintamu untuk perempuan selingkuhan yang sangat kamu puja itu, aku sudah tidak menginginkan cintamu. aku sudah terlanjur jijik kepadamu mas." aku berkata semakin emosi, perbuatan mas Ringgo tidak bisa aku maafkan. Dia harus bertanggung jawab atas rasa sakit yang dia berikan kepadaku.
"dek tolong beri mas satu kesempatan lagi, mas akan berusaha memperbaiki semuanya." Mas Ringgo berkata, aku tidak bisa melihat apakah dia bersungguh-sungguh atau hanya sekedar rayuan kosong belaka.
"Aku rasa tidak ada gunanya memperbaiki hubungan kita ini mas, semuanya telah hancur. Aku juga tidak berniat untuk meneruskan hubungan yang tidak kamu harapkan ini." Aku berkata menolak mengabulkan permintaan mas Ringgo untuk kembali bersama.
__ADS_1
Aku merasa memberikan kesempatan untuk kedua kalinya merupakan kesalahan besar. Aku tidak yakin mas Ringgo berubah, biasa orang yang sudah terbiasa selingkuh akan mengulanginya kembali dilain kesempatan.
"dek mas mohon, pikirkan lagi keputusanmu untuk menjauh. Mas sangat menyesal, mas khilaf dek. Andai ada cara untuk menghapus segala kesalahan, mas rela melakukan apapun asal kamu mau memaafkan segala kesalahan mas." mas Ringgo meminta maaf, dia mengungkapkan rasa penyesalannya kepadaku. Aku tersenyum getir kearah mas Ringgo, aku heran betapa hebatnya dia merangkai kata-kata.
Mas Ringgo begitu mudahnya meminta maaf, apa dia tidak berpikir sebelum mengatakannya. Dia pikir bisa menghapus segala yang terjadi hanya dengan mengucapkan kata -kata maaf, tapi semua tidak semudah itu bagiku. Aku sudah tidak bisa memaafkan kesalahan mas Ringgo lagi, dia sudah begitu melukai dan menghancurkan hidupku.
"mas aku rasa sudah tidak ada jalan untuk kita untuk mengembalikan hubungan yang penuh kepalsuan ini. Sebaiknya kamu melupakan hubungan yang terjalin antara kita selama ini, aku mau ceraikan aku secepatnya mas." Aku berkata, mengungkapkan keinginanku untuk segera bercerai dari mas Ringgo.
Aku merasa perceraian adalah jalan terbaik untuk hubunganku dengan mas Ringgo, aku tidak bisa lagi mempertahankan hubungan ini. Sudah terlalu banyak cela dan duka karena hubungan yang tidak sehat ini, aku merasa perpisahan merupakan satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini.
"apa dek?mas tidak akan melakukan semua itu. dari pada bercerai denganmu lebih baik mas melupakan Ratu. Mas akan memutuskan hubungan dengannya, aku tidak akan menemuinya lagi. mas janji dek." mas Ringgo berkata sebuah janji terucap dari mulutnya.
"bagaimanapun, aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku. Aku tahu, aku bersalah kepadamu tapi sejujurnya aku masih sangat mencintaimu. Mas harap, kamu jangan pernah berniat untuk mengakhiri hubungan ini." mas Ringgo berkata dia memaksa supaya aku bisa terus bersamanya.
Tapi, aku tidak mungkin mengabulkan segala harapannya, semua sudah terlambat baginya. Aku telah memutuskan untuk segera berpisah darinya, dia harus menceraikan aku secepatnya.
"mas, kamu jangan egois begitu kamu harus membiarkan aku pergi darimu. Aku juga ingin hidup bahagia tapi kamu tidak mungkin bisa memberikan semua itu kepadaku." Aku berkata dengan nada tinggi. Semakin lama, aku semakin muak bicara dengannya tenyata benar-benar egois.
"Kamu harus tetap disini, mas tidak akan pernah menceraikan kamu." mas Ringgo berkata dia bersikukuh tidak akan menceraikan aku.
__ADS_1
Aku kehilangan akal menghadapi manusia yang satu ini, ternyata dia tidak pernah memakai otaknya untuk berpikir selama ini. Dia berkata sangat mencintaiku, tapi dia berselingkuh di belakangku. Aku tidak habis pikir, manusia seperti apa dia, benar-benar tidak tahu malu sama sekali.
"baiklah mas, aku akan kembali dan memaafkan semua kesalahanmu, tapi berikan tolong beri aku satu alasan yang bisa membuatku mempertahankan hubungan ini." aku berkata kepada mas Ringgo, Aku kehabisan akal menghadapinya.
Dia memang manusia tidak tahu diri, memaksa aku kembali dan memaafkannya padahal perbuatannya kepadaku sudah tidak bisa di terima akal sehat lagi. Aku sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangga bersamanya.
Mas Ringgo terdiam mendengarkan perkataan ku, dia mungkin merasa terpojokkan. Aku tidak akan memberikan kesempatan kali ini kepadanya, dia harus segera menyetujui keinginanku.
"mas sangat berharap kamu mau mengubah keputusanmu, tolonglah pikirkan sekali lagi. Semuanya bisa diperbaiki, mas berjanji akan berubah." Mas Ringgo berkata kepadaku seraya memohon kepadaku. Tapi semua janjinya itu sudah terlambat, aku tidak mau menerima dan tak ingin mendengar alasan apapun.
"Aku sudak memikirkan semua ini mas, jalan terbaik kita harus berpisah. Setelah kita bercerai nanti, kamu bebas hidup bersama wanita pujaan hatimu itu sedang aku akan berusaha melupakanmu." Aku berkata kepada mas Ringgo, mengungkapkan perasaanku.
"dek tolonglah....
"sudahlah mas, aku tidak mau membicarakan ini lagi. Bagiku semuanya sudah berakhir, kamu harus menerima keputusanku. Mulai hari ini, aku membebaskan kamu dari ikatan cinta yang selama ini kita jalin." Aku berkata seraya berlalu, tidak ingin berdebat lebih jauh lagi dengannya.
Aku melangkah hendak menuju ke kamar, aku merasa benar-benar lelah ingin sejenak istirahat. Belum berapa langkah berjalan, aku mendengar suara ketokan pintu dari luar.
Tok! Tok! Tok!
__ADS_1
Aku mendengar ketokan pintu untuk kedua kalinya, aku segera melangkah menuju pintu. Ternyata yang datang, dua orang pria berseragam polisi berdiri depan pintu rumahku.