
"Rekaman ini bakal jadi bahan gosip di arisan nantinya. Ha...ha... Rasai kamu Dewi, semua ibu-ibu akan menggosipi kamu, Bisa juga ternyata kamu menjadi wanita yang arogan. Dengan berita ini kamu akan di rendahkan oleh orang-orang Dewi..., Makanya jangan berlagak hebat dan anggun di depanku. Cantikkan juga aku, kenapa sih para ibu-ibu sangat suka berteman denganmu. Eh, tapi itukan dulu sewaktu kamu masih bersikap lembut. Ha...ha.., pasti sekarang mereka sudah kecewa kepadamu. Mulai sekarang aku akan menjadi Ibu arisan yang sangat anggun, yang akan menggantikan dirimu ," Ucap Si ibu usil dengan senyum yang licik dan sangat bahagia. Ucapannya terdengar oleh telinga Dirga yang baru saja keluar dari butik bersama istrinya.
"Tunggu kamu di sini ya Sayang .."ucap Dirga kepada istrinya dan melangkah mendekati si Ibu usil.
"Maaf Bu, saya boleh mengganggu waktu Ibu sebentar. Saya dengar, Anda merekam kejadian tadi waktu di butik," tanya Dirga kepada Si Ibu usil.
Ini kan orang yang adu mulut sama Dewi tadi, ah pasti dia mau menghapus rekamannya. kabur ajalah aku, nanti bisa bahaya dekat dengan orang ini.
Si ibu bergegas ingin melarikan diri, sebisa mungkin dia harus meninggalkan dihadapannya, Tetapi secepatnya langsung di hadang oleh Dirga.
" Bu..., tunggu Bu, saya mau bicara," ucap Dirga sambil menarik tas Ibu usil, agar ibu itu dapat berhenti.
" Sa...saya tidak tau apa-apa,"ucap ibu usil dengan gugup.
" Terus terang saja Bu..., mana rakamannya, bolehkah saya melihatnya?," ucap Dirga kepada si Ibu usil.
" Ti...tidak, anda pasti salah dengar, saya tidak ada berkata apa-apa tadi," ucap Ibu usil gugup yang salah tingkah karena merasa di interogasi.
"Saya tidak mungkin salah dengar, anda bisa kena sanksi atas pencemaran nama baik seseorang kalau anda menyebarkan berita itu, dan anda bisa di hukum penjara" ucap Dirga yang membuat si Ibu panas dingin karena mendengar perkataan orang di depannya.
"Sa..saya tidak mau di penjara," ucapnya gugup dan sangat ketakutan.
"Kalau begitu berikan kepada saya ponsel Ibu," pinta Dirga kepada Ibu usil itu.
" Ja...jangan,"ucap Ibu yang tidak merelakan ponselnya dilihat oleh orang lain.
" Oke, 5 juta untuk harga ponsel dan beritanya, bagaimana apakah ibu mau???," ucap Dirga bernegoisasi kepada ibu usil dengan mengulurkan uang berwarna merah yang banyak. Sepenglihatan Dirga, pasti wanita yang didepannya ini bila di tawarkan uang pasti akan luluh
" Emm...kurang kalau uang segitu, itu terlalu sedikit, tambah dong, kalau mau tambah, maka ponsel Ini akan saya berikan padamu " ucap Ibu usil yang juga gatel dan sempat mengedipkan sebelah matanya kepada Dirga. Ibu Usil berbuat begitu untuk menutupi rasa takutnya yang sudah sangat mendera di tubuhnya
" Dasar mata duitan, Oke 10 juta," Dirga memberikan segepok uang berwarna merah kepada si Ibu usil yang mata duitan. Wajah Ibu usil sangat berbinar. Seperti baru mendapat durian runtuh. Alangkah senangnya hati ibu usil menerima uang itu.
" Yang ini baru benar, terima kasih," ucap Si ibu merasa senang karena mendapatkan banyak uang dan langsung melangkah pergi.
Si ibu berjalan dengan bahagianya memegang uang 10 juta. Sedangkan si Rini sudah merajuk karena uang yang akan di pakainya membeli gaun resepsi pernikahannya sudah berkurang. Sebahagian Uang itu telah di berikan suaminya kepada ibu mata duitan.
__ADS_1
" Mas, kenapa uangnya di berikan kepada ibu itu? ," ucap Rini yang kesal karena keinginannya belum didapatkannya.
" Kenapa rupanya Sayang???" tanya Dirga kepada Rini yang sudah merajuk.
" Bagaimana gaunku Mas???," tanya Rini kepada suaminya yang sangat merajuk karena gaunnya yang diinginkannya belum juga didapatkannya malah uangnya sudah melayang ketangan orang.
"Tenang saja, uang sigitu tidak ada apa-apanya bagi Mas. Ini ada hal yang lebih penting dari pada gaunmu itu, gaunmu bisa kita beli besok hari dibutik yang lebih terkenal dari pada punya Dewi. Kalau perlu kita cari di luar negeri," ucap Dirga dengan sombongnya membujuk sang istri.
Dia sangat memanjakan Rini karena Rini baru saja di nikahinya dan dengan cepat dapat mengandung anaknya. Sedangkan istri pertamanya sudah di ceraikannya atas tuduhan perselingkuhan yang dilakukan istrinya. Padahal mereka sama-sama selingkuh. Tapi dengan kekuasaan Dirga. Semua kesalahan. banyak tertuju kepada istri pertamanya. Sehingga pengadilan menjatuhkan perkara dan akhirnya mereka pun resmi bercerai.
"Benaran Mas," ucap Rini yang sangat berbinar mendengar perkataan suaminya ingin menbelikan baju pengantin dari luar negeri.
" Iya, apa sih yang enggak untuk Kamu manis...," ucap Dirga berprilaku mesum kepada istrinya. Di depan umum dia mencium bibir istrinya, tanpa ada perasaan malu.
" Ih..., Mas ini, ini didepan umum Mas..., Memangnya berita apaan sih Mas, sepertinya itu sangat berharga," ucap Rini yang sangat penasaran dengan hal penting yang di dapat suaminya, sampai dia rela mengeluarkan uang banyak untuk berita itu.
" Tunggu kita putar dulu videonya di dalam mobil, pasti kamu akan sangat suka dengan beritanya" ucap Dirga kepada Istrinya. Dirga menggandeng istrinya dan melangkah menuju mobil. Di dalam mobil mereka langsung memutar rekaman itu.
Dalam durasi 15 menit video adu mulut Mama Gilang dengan Rini sudah mereka lihat. Senyum ceria di wajah mereka. Mereka merencanakan akan balas dendam untuk menjatuhkan harga diri Dewi dan menjatuhkan saham Prayuda dengan rekaman itu.
Di dalam rekaman itu memperlihatkan Adu mulut antara Mama Gilang dengan Dirga dan Rini. Tetapi dalam rekaman itu hanya menunjukan kalau Mama Gilang yang lebih banyak marah -marah kepada sepasang suami istri itu. Walaupun ada sebagian Rini merendahkan seorang gadis yang sedang Menangis di hadapan mereka. Rekaman itu hanyalah setengah dari kejadian dari dalam Butik. Rekaman itu bukan dari awal masalah. Rekaman yang sesungguhnya hanya dapat dinlihat dari CCTV butik.
" Mama tidak apa-apa...," ucapku yang melihat mama terlihat pusing memijit keningnya.
" Tidak apa-apa, tolong ambil kan Mama minum Sa...,"ucap Mama Gilang kepadaku yang sudah berulang kali memejamkan matanya karena menahan rasa sakit di kepalanya.
Aku melangkah menuju pantri dan mengambilkan minum untuk Mama Kak Gilang. Gilang yang melihat Mamanya pusing segera mengambilkan obat sakit kepala dan memberikan minum yang baru saja aku bawa.
" Mama sebaiknya Istirahat dulu ya...," Mama Gilang menganggukkan kepalanya.
Kami membawa Mama ke ruang pribadinya yang terdapat satu buah kasur yang lembut. cocok untuk merehatkan tubuh sejenak dari masalah yang mendera.
"Kak, semua ini karena Annisa Kak, Nisa memang gak pantas berada di keluarga Kak Gilang," ucapku yang merasa bersalah sehingga membuat Mama sakit.
" Sshuttt Nisa..., jangan kamu lanjutkan lagi, hari pernikahan kita sudah dekat, kamu jangan memperkeruh keadaan.., sampai kapan pun kamu akan menjadi pendamping Kakak," ucap Gilang memeluk diriku yang sudah menangis.
__ADS_1
Disaat Gilang membujuk diriku agar tidak menyalahkan diri, ponsel Gilang berbunyi.
Ting
Satu chat terkirim ke ponsel Gilang dari Andre.
"Lang, coba lihat sosial mediamu, gawat Lang, Mamamu pada dihujat awak media.
Gilang langsung membuka sosial medianya. Benar yang dikatakan Andre. Berita Viral tentang Seorang istri pengusaha kaya nomor 1 di kota Tangerang menghina sepasang suami istri yang ingin memesan gaun pengantin di Butiknya.
"Hallo Dre, tolong kau bereskan berita itu, kau tahu apa kau lakukan?,"
" Iya",
" Kerjakan sekarang juga, aku tidak ingin keluarga Yuda ada yang terluka," ucap Gilang yang khawatir kepada anggota keluarganya
Berita Viral tersebut langsung membuat saham Prayuda menurun. Papa Gilang terkejut melihat berita tersebut, dia tidak habis pikir kenapa istrinya bisa semarah itu kepada Dirga, sang pengusaha yang terkenal licik dalam berbisnis.
Toni yang mengetahui itu, segera bergerak untuk menutup dan menghapus berita itu dari sosial media. Agar masyarakat tidak menghujat keluarga Prayuda kembali.
" Tuan, setelah kami selidiki, rekaman yang beredar adalah setengah dari kejadian yang telah terjadi. Ada yang sengaja menyebarkan berita itu" ucap Toni melaporkan hasil penyelidikannya.
" Siapa mereka, berani berbuat licik padaku,"ucap Yuda yang merasa penasaran dengan orang yang sudah mengganggu ketenangannya.
" Orang itu adalah Dirga dan rekaman aslinya kami dapat dari CCTV butik," Ucap Toni menerangkan kepada Tuannya.
" Apakah anda tidak ingin melihat rekaman yang asli Tuan???,"tanya Toni kepada Tuannya.
" Coba kau tunjukkan padaku rekamannya Toni..., aku penasaran kenapa istriku bisa seperti singa betina," ucap Yuda yang penasaran.
Yuda melihat rekaman yang berdurasi 30 menit. Dia tidak habis pikir istrinya membela calon mantunya mati-matian.
" Pantas saja istriku begitu marah," ucap Pak Yuda kepada Toni.
" Toni, coba kau sebarkan Rekaman ini. Dirga ingin bermain-main denganku rupanya. Belum tau dia siapa sebenarnya Yuda, " ucap Papa Gilang mulai emosi melihat rekaman Kejadian yang sebenarnya.
__ADS_1
* * * * *
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya..