
Diruangan serba nuansa pink, seorang gadis memegang telpon genggamnya mencari nomor orang suruhannya, dalam beberapa menit terkirim sejumlah foto sahabatnya di depan hotel dan foto pemilik Hotel yang sudah diberi obat tidur.
Dengan kelihaian tangannya, ia dengan cepat mengetik ponselnya langsung mengirim chat kepada sahabatnya . Menanyakan dimana keberadaannya dan ingin mengetahui bahwa sahabatnya seorang gadis yang polos atau tidak.
' Bodoh..., di tanya lagi di mana, langsung di balas, jujur lagi' batin Rini.
Dengan senyum liciknya, dia kemudian menelepon kembali orang suruhannya tentang keberhasilan kerja mereka menjebak Annisa dan Pak Yuda di dalam kamar hotel. Orang suruhan yang diminta Rini memberi obat tidur pada minuman pak Yuda adalah office boy bayaran yang bekerja di hotel tersebut. Dengan wajah senangnya menunjukkan bahwa idenya berhasil menjebak Annisa dan Pak Yuda.
"Mampus kau Annisa sebentar lagi Candra akan jadi milikku,"
"Dasar gadis bodoh, aku menemanimu kembali untuk mengetahui kelemahanmu. Satu minggu lagi aku akan bertunangan dengan Candra, hari dimana aku akan bahagia sedangkan engkau Annisa akan menderita karena traumamu, atau kamu jangan-jangan mau bunuh diri ya. Annisa, Annisa malang benar nasibmu. Dan sebentar lagi engkau akan enyah dari muka bumi ini, ha...ha..ha...." suara Rini menggelegar di dalam ruangan yang kedap suara.
Rini tidak memikirkan dampak ke depan, dia hanya memikirkan dirinya sendiri, setiap yang di inginkan harus menjadi miliknya walaupun jalan yang di tempuh untuk memilikinya melalui jalan yang licik dan kotor.
Rini tidak merasa takut, lawan yang dijebaknya adalah seorang CEO yang mempunyai beberapa perusahaan dan hotel di mana-mana. Kalau di bandingkan dengan perusahaan Papa Rini, perusahaan Pak Yuda jauh lebih Maju.
\* \* \* \* \*
Di rumah mewah seorang pria paruh baya masuk tergesa-gesa ke dalam rumah dan menemui isterinya diruang keluarga sedang menonton TV. Pak Yuda yang melihat isterinya langsung bersujud di depan isterinya memohon maaf atas kesalahannya. Ibu dari Gilang merasa Heran apa yang terjadi Sampai-sampai suaminya menangis dan bersujud di kaki isterinya.
Ibu Gilang mencoba tenang dan mencari tahu apa yang terjadi, tapi tiba-tiba Gilang muncul di depan pintu dengan wajah yang penuh Luka. Papa gilang juga terkejut melihat anaknya babak belur dengan beberapa luka di wajahnya. Gilang menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya dan apa Penyebabnya.
__ADS_1
Sang Ibu yang mendengar penjelasan dari anaknya merasa terkejut dan menangis menuju kamarnya. Pak Yuda terlihat frustasi karena sang isteri dan sang putera tidak mau mendengarkan penjelasannya, dia tetap mempertahankan bahwa dia tidak melakukan sama sekali pemerkosaan itu, semua itu hanyalah jebakan.
Pak Yuda menelepon orang suruhannya untuk menyelidiki kejadian di hotelnya hari itu. Melalui sisi TV mungkin akan mengungkapkan siapa yang sudah menjebak Pak Yuda. Ada yang mencoba bermain-main dengan Pak Yuda, meraka belum tahu siapa Yuda sebenarnya.
************
Sementara di ruangan VIP terbaring seorang gadis yang mengalami kejadian di luar dugaan. Ibu dan ayah tidak berhenti terus berdoa dan memandangi wajah pucat puterinya.
Beberapa jam kemudian
" Tidak!!! Aku takut Ibu ..., aku takut..., aku sudah kotor, maafkan Adek, ayah...? jeritan Annisa histeris dan berulang-ulang menyebutkan kata takut
Ibunya mendengar berita puteriny segerantersadar dari tidurnya,.ibu ketiduran di kursi ketika menjaga Annisa. Ayah langsung menekan tombol agar dokter segera datang segera keruangan.
Ayah dan ibu dipanggil oleh dokter untuk mengikuti ke ruangannya. Ibu merasa penasaran Kenpa mereka berdua di panggil.ke ruangannya hal penting apa yang akan di sampaikan.
"Dokter anak saya sebenarnya kenapa Dokter," ucap ibu merasa penasaran.
"Menurut Diagnosa saya, anak ibu terkena Sindrom trauma perkosaan (Rape Trauma Syndrome/RTS) adalah bentuk turunan dari PTSD (gangguan stres pasca trauma), sebagai sesuatu kondisi yang mempengaruhi korban perempuan muda dan dewasa dari kekerasan seksual. Kekerasan seksual, termasuk perkosaan, dipandang oleh wanita sebagai situasi yang mengancam nyawa, memiliki ketakutan umum akan mutilasi dan kematian sementara serangan terjadi.
Setelah perkosaan, penderita sering mengalami syok. Mereka cenderung merasa kedinginan, pingsan, mengalami disorientasi (kebingungan mental) gemetar, mual dan muntah. Pasca insiden, umum bagi korban mengalami insomnia, kilas balik, mual dandan muntah, respon mudah kaget dan terkejut, sakit kepala tensi, agitasi dan agresi , isolasi, dan mimpi buruk, serta gejala disosiatif atau mati rasa dan peningkatan rasa takut dan kecemasan.
__ADS_1
Meski beberapa dari gejala ini dapat mewakili deskripsi gejala yang timbul korban perkosaan dan kekerasan seksual mengalami masalah unik setelah serangan, seperti nyeri bagian perut atauatau punggung bawah,(menstruasi berat dan tidak teratur, keputihan atau keluar cairan lain dari ******, infeksi kandung kemih, penyakit kelamin menular, hingga kehamilan tidak diinginkan yang diikuti oleh preeklampsia), berperilaku seperti kekerasan tidak pernah terjadi (disebut penolakan), ketakutan akan ****, bahkan kehilangan gairah dan minat seksual.
"Maksud Dokter anak saya korban pemerkosaan, Ya Allah,"
" Menurut diagnosa saya begitu Buk, tapi kita akan melakukan pemeriksaan Buk, benar atau tidak anak ibu korban pemerkosaan," mudah-mudahan pirasat kita salah
" Amin....jadi Dok, apakah anak saya bisa sembuh,"
" Bisa buk, tapi butuh waktunya yang tidak sebentar, asal kita sabar, dan sering berdoa, mudah-mudah anak Ibu akan sembuh,"
"Bagaimana cara mengobatinya Dok," ucap ayah Annisa merasa ingin tahu.
" Caranya yang pertama ajak anak itu bicara, tidak dengan ibunya mungkin dengan orang lain yang dapat di percaya ataupun sahabatnya. Memang dengan bercerita kepada orang lain akan mengingatkan kembali kejadian buruk tersebut. Mencoba sering akrab dengan pasien mungkin akan menghilangkan ketakutannya.
Kedua, anak ini harus menerima kenyataan, Mungkin dengan kejadian ini kita dapat mengambil hikmahnya. Memang tidak mudah menerima kenyataan bahwa pasien mengalami pemerkosaan. Oleh karena itu, mintalah bantuan ke psikolog guna mengatasinya. Untuk melampiaskan emosi ini, anak Ibu juga bisa mencoba meditasi, yoga, atau aktivitas lain yang membuat hati tenang.
Ketiga, berhenti menyalahkan diri sendiri ketika kejadian itu. Entah itu menyalahkan diri sendiri karena datang ketempat kejadian atau dekat dengan seorang lelaki. Karena sebenarnya, ada korban lain yang mengalami perlakuan yang serupa meskipun sedang di dalam rumah saja.
keempat tulislah segala sesuatu dalam buku harian, curahkan keluh kesah karena dengan mencurahkan sesuatu dalam buku harian akan melegakan perasaannya. Meski tidak bisa mendapatkan feeback seperti bercerita pada orang lain, tapi pasien bisa menuangkan semua isi hati tanpa perlu rem. Pasien tak perlu menyaring kata-kata atau takut cerita ini akan dibocorkan kemana-mana," ucap Dokter menjelaskan.
Ibu dan ayah bersedih mendengar penjelasan Dokter. Ayah pamit kepada dokter untuk menjenguk puterinya kembali. Di dalam ruangan terlihat Raga yang masih bersedih melihat adiknya. Raga melihat ayah dan ibunya bersedih merasa kasihan. Ayah menyuruh Raga menelepon Gilang, ingin mencari tahu siapa yang sudah tega memperkosa anaknya.
__ADS_1
Raga dengan wajah emosinya menjelaskan kejadian perkaranya. Ayah semakin geram dan
ingin menghajar Gilang, bila Gilang ada di hadapannya sekarang. Ibu yang sudah lemas tidak sanggup lagi kakinya menopang badannya, akhirnya Ibu pingsan dan dibaringkan di sofa. Wajah Raga terlihat panik, dan segera mencari kayu putih dalam tasnya.