Teman Palsu

Teman Palsu
Ciuman Pertama


__ADS_3

"Benaran..., apa yang Abang minta akan kamu turuti???," tanya Andre yang sudah berpikiran aneh-aneh.


Citra mengangguk kepalanya tanpa menaruh curiga sedikit pun kepada Orang yang ada di sampingnya.


" Maukah kami menjadi pacar Abang??? Citra yang mendengar perkataan Andre, langsung mengangkat wajahnya menatap orang yang ada dihadapannya.


"Tapi Bang..., apa gak malu pacaran ama Citra yang bergaya tomboi seperti ini," ucap Citra sedikit minder karena di luaran sana masih banyak gadis yang cantik-cantik dengan body bak gitar Spanyol.


" Soal itu gak masalah, lambat laun kamu pasti akan berubah," ucap Andre santai seolah baginya tidak ada masalah dalam memilih pacar sekalian calon istri.


Berarti selera Andre memanglah cewek tomboi. Buktinya saja dulu Andre naksir sama Nisa yang tomboi juga dan sekarang Citra yang tomboi lebih parah dari Nisa, Andre juga mau.


"Maksudnya berubah???," ucap Citra yang bingung dengan kata berubah dari mulut Andre.


"Iya..., maksud Abang, lambat laun kamu akan bergaya seperti wanita sesungguhnya," ucap Andre menjelaskan kepada Citra dan terlihat senyumnya yang sedikit tertarik. Kening Citra sedikit berkerut, jarang-jarang Andre mau tersenyum. Wajahnya sungguh datar. Ternyata gelar yang diberi Kak Nisa sudah tidak berlaku lagi. Si Manusia Batu. Sekarang batunya sudah mengikis dan kikisannya sudah mencair.


"Tap...," Citra ingin berbicara lagi tapi di bungkam oleh bibir Andre.


CUP


Benda kenyal milik Andre menempel pada bibir Citra. Citra memejamkan matanya kala Andre memainkan bibirnya. Sungguh Citra bingung akan perasaannya. Pikirannya kacau antara sedih dan bahagia. Mata Andre menelisik wajah Citra yang sangat manis dengan jarak yang begitu dekat.


Citra sudah kehilangan ciuman pertamanya. Andre merasa bibir Citra baru pertama kali melakukan Kiss. Masih kaku dan terasa manis. Degup jantung Citra begitu kencang. Andre melepaskan ciumannya setelah di rasanya puas. Dia merasa bahagia karena kalau benar ini adalah ciuman pertamanya berarti dialah orang yang pertama merasainya.


"Jangan ada penolakan oke...," Andre sedikit memberi penekanan pada kata-katanya.


Citra mengganggukkan kepalanya mencoba mengerti maksud perkataan Andre. Mereka berdua menjadi canggung. Dan terasa hening setelah ciuman itu tadi terjadi.


" Mulai hari ini kamu jadi pacar Abang, dan satu lagi jaga ini untuk Abang, jangan sampai ada orang lain yang menyentuhnya," ucap Andre memberi peringatan dengan menunjuk bibir berwarna pink Citra, Agar Citra bisa menjaga bibir pinknya hanya untuk Andre.


Citra menganggukkan kepalanya lagi. Dia merasa bahagia. Ternyata orang yang di sukainya lambat laun menjadi pacarnya juga. Mimpi apa Citra tadi malam sampai diperebutkan dua pemuda yang sama-sama mempunyai kekuasaan.


" Bang Pulang yuk, udah malam Bang...," ucap Citra kepada Andre yang masih setia memandangi wajahnya.


" Ehemm, Iya...," Andre mengacak rambut Citra, sedikit geram karena sifat Citra seperti anak kecilnya merengek minta pulang.


Andre menyalakan mobilnya dan melajukan dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan tangan Andre selalu menggengam tangan Citra. Andre seperti takut kehilangan pacarnya, sampai-sampai Citra dipegang terus. Ternyata Si Andre sudah ikut bucin.

__ADS_1


Andre sangat bahagia akan perasaannya sampai tidak sadar dia bersenandung di dalam mobilnya untuk mengurangi keheningan. Lagu dari Armada, di mabuk Cinta. Citra sedikit tersentuh dengan isi lagu yang dinyanyikan Andre. lirik lagu yang persis dengan gambaran hatinya pada malam ini.


Akhirnya mulai malam ini dia tidak jomblo lagi. Tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti tepat di rumah minimalis. Pemilik rumah terlihat sudah tidur. Cahaya lampu hanya bersinar di bagian depan saja. Sedangkan bagian dalam sudah gelap.


Citra memberikan jaketnya kembali kepada Andre, dan berniat ingin membuka pintu tapi dia teringat sesuatu dan belum mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih ya Bang...," ucap Citra yang akan membuka pintu mobil. Tapi pintu tidak bisa di buka. Citra melihat Andre yang menatap mesum.


"Tunggu dulu Dek..., cium dulu ini Abang, baru Abang kasih keluar," ucap Andre tersenyum licik mencari kesempatan dalam kesempitan dengan menunjuk arah bibirnya.


" Ah, Abang ini , tadi kan udah Bang ..," jawab Citra yang kesal karena Andre berani mengerjainya.


"Terserah, yang pasti kamu tidak bisa keluar," ucap Andre dengan santai, seakan tidak perduli suasana hati Citra.


" Iya deh...," jawab Citra terpaksa. Jantungnya sudah dak dik duk ingin keluar dari tempatnya. Sedikit gugup, dia mendekatkan wajahnya.


CUP


Citra mencium pipi Andre yang sebelah kiri. Andre yang merasa mendapat vitamin mencari kesempatan, segara menekan tengkuk Citra yang masih dekat dengan wajahnya. Dan akhirnya jadilah ciuman yang cukup lama sampai Citra merasa kekurangan oksigen. Sampai Andre menjadi terlena. Citra hampir tidak bisa bernapas, akhirnya dia mendorong tubuh Andre.


" Iya, terima kasih ya, tidur yang nyenyak, mimpikan Abang malam ini," ucap Andre yang lebay.


Citra keluar dan menutup pintu mobil kembali. Wajahnya sangat berbinar. Rambutnya juga sedikit berantakan karena ulah Andre.


"By...," Ucap Andre melambaikan tangannya kepada gadis yang baru singgah di hatinya.


"By juga, hati-hati ya Bang....," Citra tersenyum manis kepada Andre dan mendapat anggukan dari Andre.


Andre menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh. Citra membuka pintu rumah dengan menggunakan kunci cadangan yang dia punya dan menguncinya kembali. Dia berjalan masuk kedalam dengan cahaya yang sedikit gelap, ternyata semua sudah pada tidur. Citra segera masuk ke kamarnya. Hatinya sangat berbunga-bunga. Seperti bunga mawar setaman yang sedang bermekaran. Tapi yang pasti bukan bunga Taik ayam.


Citra merebahkannya tubuh bongsornya di kasur empuknya. Melihat langit-langit kamar yang terlihat oleh matanya kalau wajah Andre terlihat ada dilangit kamarnya sedang tersenyum mabis kepadanya. Di kuceknya matanya, ternyata Citra malah memimpikan kalau Andre berada di samping dirinya sedang rebahan bersama.


Memang jadi gila kalau manusia sudah di mabuk cinta. Dimana-mana terlihat orang yang dipuja-puja. Selintas bayangan masih berputar tentang ciuman pertamanya tadi dengan orang yang sangat disukainya. Tangan Citra terulur memegang bibirnya yang sedikit bengkak. Ingin rasanya cepat berlalu malam ini dan berganti pagi. Lama rebahan membuatnya mengantuk. Pakaian yang di badannya tidak sempat di gantinya. Alhasil dia tidur masih memakai pakaian yang sama sewaktu dia pergi tadi.


* * *


Di sebuah kamar sepasang pengantin, berbincang serius tentang perjanjian yang telah di buat dan mengeluarkan perasaan mereka untuk kedepannya.

__ADS_1


" Mas, maaf kan Rini, karena menikahi Rini, harta Mas jadi taruhannya," ucap Rini yang sangat bersalah.


" Tidak apa-apa Sayang..., harta masih bisa di cari, bahkan sampai anak kita besar pun harta Mas, tidak akan habis," ucap Dirga dengan sikapnya yang mulai berubah.


Rini mendengarkan perkataan suaminya dengan tertunduk. Alangkah bodohnya dia sampai menjauhi Annisa yang sudah tentu hatinya sangat baik. Apa jadinya bila Nisa melaporkan kepada yang berwajib atas kecelakaan yang di rencanakan. Pasti Dirga dan Ayahnya akan mendekam di balik jeruji besi dengan waktunya sangat lama.


" Kita juga salah, kita sudah terlalu jauh dari agama sehingga sangat sombong kepada orang dan yang menciptakan kita. Kita tidak pernah mengerjakan perintahnya apalagi mengeluarkan zakat harta untuk ke jalannya," ucap Dirga panjang lebar.


" Mas, tidak marah kepada Rini??? ," ucap Rini yang menempel manja kepada suaminya.


" Tidak Sayang, Mas ikhlas, anggap saja harta yang mas berikan kepada panti asuhan adalah Zakat harta Mas, yang selama ini tidak pernah Mas keluarkan. Mungkin inilah teguran untuk kita, agar ke depannya kita semakin baik," ucap Dirga menjelaskan.


" Jika Ayah marah Mas...," ucap Rini yang merasa takut jika ayahnya sampai marah.


" Ayahmu tidak boleh ikut campur, ini urusan kita. Apa kamu mau kalau kita masuk jeruji besi hanya karena kita pelit dan tidak mau tinggal di panti asuhan???," ucap Dirga kepada Rini.


Rini menggelengkan kepalanya.


" Jaga Anak Mas ya, jangan sampai di kenapa-kenapa," pesan Diri kepada Rini dengan mengelus perut Rini yang masih rata.


" Iya Mas," Jawab Rini yang masih menempel pada suaminya.


" Ya sudah kita tidur, kamu pasti lelah," ucap Dirga kepada istrinya dengan mencium kening istrinya. Dia tahu bahwa istrinya yang hamil muda ini pasti akan kelelahan setelah menjalani pesta.


" Mas...," Rini memanggil suaminya dengan jari telunjuknya berjalan-jalan di tubuh bidang suaminya.


" Apa Sayang...," tanya Dirga kepada istrinya.


Rini menempel kepada Suaminya yang sudah terlalu dewasa bagi dirinya. Rini memeluk suaminya dan menciumi dada bidang suaminya yang tidak memakai atasan. Dirga merasa geli dan meremang akan perlakuan istrinya.


" Apakah kamu mau???" tanya Dirga yang di jawab Rini dengan sikap malu-malu.


Rini menganggukkan kepalanya, wajahnya tersenyum manis dan bibirnya langsung di sambar Dirga. Akhirnya terjadilah malam indah mereka di kamar pengantin yang menjadi saksi bisu.


********


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAHNYA YA....

__ADS_1


__ADS_2