Teman Palsu

Teman Palsu
Kembalinya Annisa Yang Dulu


__ADS_3

Hari berganti hari menjadi minggu, minggu pun berganti menjadi bulan. Sudah dua bulan Annisa sembuh dari traumanya. Annisa pun sudah mendaftarkan dirinya di Perguruan Tinggi Negeri Bandung mengambil bagian otomotif. Kebanyakan peserta yang mendaftar adalah laki-laki dan ada beberapa orang yang wanita. Annisalah salah satunya. Semenjak terbongkarnya Rahasia Rini, Annisa kembali menjadi Annisa yang semangat, periang dan juga Tomboi salah satunya. Annisa yang dulu kembali lagi.


Hari ini adalah hari pertama Nisa masuk kuliah, dengan badannya yang tinggi, dan mempunyai wajah yang cantik terlihat Annisa menjadi primadona di Kampusnya. Hari pertama ospek di jalani Annisa seperti mahasiswa lainnya dengan berpanas di bawah sinar matahari.


Kakak senior yang pertama kali melihat Annisa merasa tertarik. Namanya Ragil, Mahasiswa senior semester 6. Sebagai mahasiswa idaman para mahasiswi dari berbagai fakultas dan merupakan ketua BEM di kampus. Annisa yang dilirik merasa cuek, dia terus menjalani ospek sampai selesai dan berlanjut besok kembali.


Di parkiran Annisa naik sepeda motornya, Rata-rata mahasiswa memakai motor besar. Annisa memakai motor Trail, motor Trail terbaru yang baru saja dibelikan ayahnya beberapa hari yang lalu sebelum masuk kuliah.



Sedangkan motor yang lama sudah dijual. Kata ayah yang lama jangan diingat lagi, harus kembali yang baru, dan membuka lembaran baru. Ibarat seperti kenangan, masalalu harus dikubur tidak perlu di kenang lagi.


Terlihat dari jauh ada seorang mahasiswa memakai sepeda motor yang terbaru lagi. Tampak keren, Annisa saja sampai melotot matanya melihat motor dan orang yang menaikinya.



" Wih...Keren... ," itulah kata yang keluar dari mulut Annisa.


Nisa tidak lupa memakai helm, jaket kulit, dan sarung tangan karena sepulang sekolah, Annisa akan ke cabang bengkel teman abangnya yang sudah lama tidak di datanginya.


Kecepatan motor melaju melewati jalan raya yang padat, Annisa dengan lihainya menyelip-nyelip kendaraan roda empat.


Hari ini Annisa mengenderai sepeda motor seperti laki-laki, banyak pengendara yang kesal melihat Annisa. Dari sebelah kanan ada sebuah mobil yang geram melihat sepeda motor Annisa menyelip mobilnya. Yang mengenderai mobil itupun tidak terima akhirnya terjadilah ugal-ugalan di jalan raya. Syukurnya tidak ada Razia Polisi, kalau ada bisa di tilang.


Banyak pengendara lain yang membunyikan klakson karena merasa terganggu akibat balapan motor dan mobil yang terus kejar-kejaran. Anggapan orang kepada Annisa adalah perampok yang melarikan diri karena ketahuan mencuri. Perampok hati kali ya...


Annisa yang sudah mulai hafal kota bandung segera mencari gang yang sempit agar tidak bisa terkejar oleh mobil tadi. Senyum ceria tampak di wajah Annisa karena berhasil kabur dari kejaran seseorang. Annisa berhenti memutar sepeda motornya dan memandangi mobil yang mengejar dirinya tanpa membuka helmnya. Annisa mengacungkan jempolnya kearah bawah. Yang punya mobil juga tidak kunjung membuka kaca mobilnya, ketika akan membuka kaca mobil Annisa langsung kabur.

__ADS_1


Siapa itu orang berani mengejarku, belum tahu dia siapa aku.


"Shitt, sialan masuk gang lagi. Awas saja kamu, kalau sampai jumpa lagi dijalan ku tantang kamu ikut balapan," ucap pemilik mobil yang tidak lain adalah Bima, seorang perwira yang sejak dua bulan yang lalu sudah tidak pernah bertemu dengan Annisa kembali karena dalam masa tugas.


Bima baru saja kembali dari masa tugasnya dan ingin kembali ke kontrakan Tante Devi. Karena tempat tinggal orang tua Bima di Yogyakarta akhirnya Bima memutuskan untuk mengontrak saja. Bima ingin membeli sebuah rumah tapi menunggu pasangan hidup yang belum juga ketemu. Sekarang Bima sudah sangat rindu dengan keponakan Tante Devi yang menggetarkan jiwanya ketika melihatnya bermain gitar.


Nisa kembali melajukan sepeda motornya sampai ketempat yang di tuju. Annisa turun dan masuk ke bengkel itu. Nisa terkejut ternyata orang yang ada di bengkel adalah mahasiswa seniornya yang tampan. Ragil terkejut melihat Annisa datang . Yang terlebih terkejut lagi orang yang di sebelahnya yang bernama Arif. Ragil adalah sepupuan dengan Arif yang sama mengambil bagian otomotif bersama Annisa. Arif yang baru saja sampai di bandung terpaksa meninggalkan ospek pertamanya.


Arif merasa bahagia, karena di pertemukan lagi oleh teman lamanya. Arif spontan ingin memeluk Annisa, merasa kangen sudah lama tidak berjumpa.


"Zaki..." teriak Arif ingin memeluk Annisa, sementara di sebelahnya bingung melihat Arif memanggil seorang cewek dengan panggilan nama laki-laki.


"No, jangan peluk-peluk," ucap Annisa melotot dan mengepalkan tangannya ke arah Arif.


" He...he...,iya lupa, ternyata Zaki yang dulu masih sama, masih galak," ucap Arif cengengesan dan menggaruk kepalanya.


" Stop, jangan panggil aku Zaki lagi, aku ingin buka lembaran baru Rif, panggil aku Annisa saja Rif," jawab Annisa asal dan duduk di dekat arif.


" Gombal, basi tau Rif, Belum kepikiran, oh ya apa kabarnya Kak andre, rindu kepingin ngumpul kayak dulu,"


"Oh ya...,berarti kamyu.. rindu juga sama aqiu..." ucap Arif sambil mengedip-ngedipkan sebelah matanya kepada Annisa menirukan gaya seperti waria.


" Ha...ha...Jijay Rif, kok kamu jadi peminim sekarang Rif? ucap Annisa merasa jijik dengan tingkah Arif.


" Iya, iya mungkin dulu mama aqiu waktu ngidam kepengen anak cewek jadi kayak gini nih," ucap Arif asal.


" Kebalik berarti kita, Besok pakai rok aja Rif," ucap Annisa jail.

__ADS_1


" Ah kamu, ngejek aja terus" ucap Arif cemberut.


Lagian kamu, mana Arif yang dulu macho, suka olah raga. Oh aku tau pasti gara-gara cinta kamu di tolak ya sama si Ri...,"ucap Annisa ingin mengucapkan sesuatu Tapi belum siap di sebutkan sudah dijawab Arif.ii8


" Enggak usah di sebutkan nnti kamu kembali sakit hati teringat peristiwa lama," ucap Arif mengingatkan.


" Iya deh, gak usah dibahas lagi," ucap Annisa murung.


" Sa, ada yang titip salam lho.., kamu gak rindu sama dia," ucap Arif berusaha mengganti cerita.


"Siapa ," jawab Annisa penasaran.


Belum sempat Arif menjawab, ponsel Nisa berdering, dan Nisa berjalan agak jauh untuk mengangkat teleponnya. Tampak senyum ceria di wajahnya ketika menjawab telepon kemudian tidak berapa lama terdengar Annisa mengucapkan salam dan memasukkan kembali ponselny ke dalam sakunya.


Sepasang mata memandang keakraban dua insan yang tertawa bersama. Mata yang selalu memandang tanpa berkedip manatap senyum seorang gadis yang tanpa di buat-buat.


Cantik benar kamu hai gadis...


Nisa kembali berjalan ke arah Arif dan berpamitan.


" Rif, aku pulang ya,"ucap Annisa mendekati Arif dan melirik Ragil


" Cepat sekali pulangnya Sa," ucap Arif yang kesal merasa belum puas cerita dengan Annisa.


" Iya, Tanteku tadi yang nelpon katanya ada tamu spesial yang baru datang, dia mau jumpa dengan Aku rif, Assalamualaikum,"ucap Annisa memakai helm, jaket kulit dan sarung tangannya.


" Wa'alaikum salam, hati-hati Sa,''ucap Arif berjalan melihat Annisa bersiap mengenderai motornya.

__ADS_1


Annisa mengacungkan jempolnya ke atas dan menekan klaksonnya sekali, menandakan dia berpamitan.


Sepeninggalnya Annisa, Arif berjalan agak jauh meninggalkan Ragil yang masih mematung melihat kepergian Annisa. Arif yang sudah memastikan tempat yang aman dan tidak akan di dengar oleh Ragil, lalu mengambil Ponselny dan menelepon orang di seberang sana. Entah apa yang diceritakan dengan orang di seberang sana. Ragil yang curiga segera berjalan mendekati, tapi sebelum Ragil sampai keburu Arif mematikan ponselnya.


__ADS_2