
"Selamat Ulang Tahun Nisa...," terdengar suara seseorang mengucapkan selamat padaku dan sangat ku kenal suara itu. Suara yang sudah lama tidak aku dengar. Aku berbalik dan terlihatlah orang yang mengucapkan berada tepat di depan pintu.
Wanita paruh baya yang masih sangat cantik memakai hijab dan gaun pestanya memakai aksesoris yang sangat berkilau. Siapa lagi kalau bukan Mama Kak Gilang. Hatiku bertanya-tanya, setahuku mama Kak Gilang berada di London menemani Pak Yuda dan Gilang.
Aku penasaran dengan Kak Gilang, apakah dia pulang atau masih menetap di sana?. Seketika mataku berkeliling melihat setiap sudut ruangan yang terdapat pemuda duduk bersama anak panti. Anak-anak panti begitu senangnya menikmati kue yang ku bawa dari Toko.
Aku jadi bingung meminta uang kueku, kalau tahu mau di bawa ketempat ini, kan aku seharusnya tadi tidak kesal duluan. Jadi malu aku meminta uangnya. Padahal kuenya di beli untuk merayakan pesta ulang tahunku di panti ini.
Sekarang Tante Dewi sudah pulang. Apakah Kak Gilang juga ikut pulang?? Beliau membawakan satu buah gaun yang sangat indah hasil rancangannya sendiri dan jika dinilai, gaun itu sangat mahal. Aku juga gak tahu, itu gaun gratis atau di bayar. Kalau aku harus bayar, alamat uang Atm yang di berikan Kak Gilang aku buat untuk bayarnya. Karena kalau pakai uangku sendiri, bisa habis modal jualan kue ku satu tahun.
" Ayo sayang kita ganti bajumu dulu, masa calon menantu mama bau ompol, malu tau sama Puteri, iya kan puteri," ucap Ibu mencandai diriku dan tersenyum ceria kepada puteri anak panti.
"Iya dong Kak, nnti pasangan Kakak, Puteri ambil lho..., kalau Kakak masih bau ompol," ucap Puteri yang ikut mencandai diriku.
" Pasangan??? pasangan siapa Put?," tanyaku merasa bingung.
" Ada deh...," ucap Puteri yang mengkedipkan sebelah matanya pada Tante Dewi, seperti bekerja sama merencanakan sesuatu.
" Siapa Ma...," tanyaku kepada Tante Gilang.
" Udah ayo cepetan, acaranya sudah akan di mulai," ucap Mama Kak Gilang mengajakku ke ruang ganti, ruangan tempat tidur anak-anak panti.
Butuh waktu 30 menit aku berdandan, sungguh cantik bagaikan seorang permaisuri yang akan turun dari istana. MUA sangat hebat merias wajahku. Aku saja sampai tidak mengenali wajahku sendiri. Apakah ini benar wajahku atau wajah palsu? di cermin wajahku seperti Barbie. Anak -anak panti sudah tidak sabar menunggu acara yang sebentar lagi di mulai. Ibu menjeputku untuk segera keluar dan aku agak kesulitan menggunakan gaun yang terlalu panjang. Sampai ujung gaunku terpijak dan hampir membuatku terjatuh. Syukurnya Citra si bongsor masih setia di sampingku memegang pundakku. Kalau tidak, ya jatuh deh. Kalau Bidadari, jatuh dari kayangan. Kalau aku, bidadari yang jatuh di kamar.
Aku berjalan sangat gugup sampai sendal yang gunakan terasa tidak bersahabat. Kakiku hampir keseleo, karna aku tidak hati-hati melangkah ketika masuk ke ruangan. Perasaan gugup sudah pasti ada. Para Tamu yang berada di panti juga sudah memakai kostum, yang tidak tahu entah kapan mereka menggantinya.
Ruangan aula Panti sudah diubah WO menjadi seperti istana yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Aku lupa menanya hal ini, Siapa yang sudah mempersiapkan semua ini. Kalau nanti setelah pesta selesai, pihak WO meminta padaku bisa bangkrut aku ini. Ah, alamat ngirit lagi.
Ngirit dan pelit itulah jadinya aku nanti. Bagaimana tidak ngirit, kue yang ku bawa tadi juga tidak mungkin di bayar, WOnya pun diundang untuk merias diriku. Biasanya kalau di undang pasti di bayar. Ah, aku harus bagaimana?, tidak mungkinkan di acara ini aku menanyai mereka langsung dan meminta bon berapa biaya semuanya.
Aku meminta Citra mengambil fotoku tepat di depan Dekorasi yang sudah dirias secantik mungkin. Wajah cantik yang khusus Mua berikan kepada wajahku sangat menghipnotis para tamu. Termasuk Kak Andre, Tatapan tajam matanya tanpa berkedip sedetik pun dari wajahku. Sampai anak-anak panti yang melihatku tidak sabar meminta selfi bersama diriku. Aku senang anak panti bergembira merayakan ulang tahun ku.
Seorang MC dan Band di tempah khusus untuk menyemarakkan suasana pesta. Tibalah detik-detik peniupan Lilin dan pemotongan Kue. MC dengan Lantangnya menyanyikan Happy Birthday To You untukku, dan lampu seketika mati. Hanya lampu sorot dan Lilin saja yang bersinar. Suara riuh tepuk tangan dan lagu Happy birthday terus di lantunkan. Kini tiba saatnya aku akan meniup lilin.
Sebelumnya aku buat persiapan terlebih dahulu. Dengan memejamkan mata, ku mulai membaca bismillah dan kulafalkan dalam hati doaku. Semoga doa ini akan terkabul. Doa yang meminta kepada Allah agar Calon Suamiku berada di depanku hari ini. Memang yang ku minta tidak mungkin, tapi apa salahnya aku meminta. Kalau sudah kehendak Allah, tidak ada yang tidak mungkin.
Huuh!!!
Lilin dengan berbentuk angka 21 telah ku tiup mati cahayanya.Serempak tepuk tangan riuh terdengar. Dan Saat pemotongan kue, Aku di minta memotongnya dan diminta memberikan kepada orang-orang paling disayangi. Tentu saja orang yang palingku sayangi adalah Ayah dan Ibu dan Seluruh keluargaku. Satu potong lagi ku khususkan untuk Mama Kak Gilang. Sebenarnya ada lagunya paling khusus, tapi batang hidungnya belum kelihatan sudah dua tahun ini.
Para Anak panti antusias memberikan Selamat sampai mengantri panjang hanya untuk bersalaman denganku. Ada yang usil minta berfoto, ada yang sengaja mencolek kue tart dan memotong sendiri kuenya di depanku. Keusilan anak panti membuat ku terhibur. Sangat bahagia hati mereka merasakan seperti anak yang mempunyai kedua orang tua.
Acara selanjutnya adalah makan. Hidangan yang tersedia sudah terhidang rapi di meja hanya tinggal mengambilnya. Makanan yang khusus dipesan dari restoran terkenal. Aku merasa seperti anak puteri yang diberi pesta spesial hari ini. Sangat pemborosan dan buang-buang uang. Pasti ini ide dari Mama Kak Gilang yang sudah menganggapku seperti anaknya sendiri.
Pemain band menghibur tamu yang terus berdatangan di tempat ini. Tamu yang aku tidak merasa kenal. Aku merasa tidak mengenali mereka, bukan karena aku sombong, tidak perduli pada orang lain. Tetapi mereka dari kalangan ibu-ibu arisan, temannya Mama Kak Gilang. Yang mempunyai dandanan glamour dan super branded. Terlihat bahwa mereka dari kalangan wanita yang berduit dan mempunyai keluarga yang berkecukupan. Ibu-ibu yang dikenal mempunyai hobby menghabiskan uang suaminya. Kenapa dibilang begitu, karena mereka hobby berbelanja dan hobby memamerkan kekayaan kepada orang lain.
__ADS_1
Masing-masing dari mereka membawa anak gadisnya dan memamerkan kepada Mama Kak Gilang. Apakah mereka secara tidak langsung ingin menjodohkan anak mereka kepada Kak Gilang? Aku merasa Cemburu. Yang ingin di rebut mereka saja tidak di sini.
Terdengar suara MC yang kuat menggelegar
" Sekarang inilah acara yang ditunggu-tunggu, acara yang sangat mengejutkan dan Sangat membuat para wanita terpesona. Siapa mereka kita sambut, B...T...S...."
"Wu....," Suara teriak Citra begitu kuat, sampai memekakkan telingaku. Aku merasa tidak semangat. Aku tidak begitu tergila-gila kepada BTS. Hanya wajah mereka yang sangat enak di pandang. Aku melihat ponselku yang mulai dari tadi pagi tidak ada satu pun chat dari Kak Gilang. "Kemana kamu Kak...."
Jahat, itulah kata yang sesuai untuk dirinya hari ini. Di hari spesial ini dia masih lupa hari ulang tahunku. Sankin aku seriusnya melihat ponsel sampai tidak kusadari grup BTS sudah selesai menyanyikan dua buah lagu. Jangan di tanya ramainya. Uh, ramai banget. Aku merasa bukan aku yang Ulang tahun, aku seperti tidak.penting bagi mereka sampai mereka tidak ada yang memperdulikan aku sama sekali.
Tiba-tiba lampu utama mati, dan penonton terdengar hening tiada yang bersuara. Kembali lampu sorot yang menyala. Tetapi aku belum fokus kepada cahaya lampu sorot itu. Aku masih serius melihat ponselku. Para tamu sudah riuh melihat siapa yang terlihat dilampu sorot itu.
Group BTS kembali keluar berganti kostum bersama seorang pemuda tampan yang tingginya melebihi mereka. Para tamu sangat heboh melihat pemuda-pemuda tampan. Merek seperti tidak pernah melihat pemuda tampan. Aku tidak perduli. yang penting sudah ada satu nama pemuda tampan di hatiku.
Asik melihat instagram, terdengar alunan musik piano yang terus bergema di ruangan dan nada piano itu mengingatkanku pada seseorang yang sangat spesial bagiku dan namanya masih tertulis indah di hatiku.
♪ Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah ♪♪
Spontan aku melihat wajahnya. wajah tampan yang mempesona. Sampai membuatku terkejut, mungkin yang mempunyai lemah jantung sampai pingsan, tapi tidak bagiku, aku masih kuat disini dan tetap kuat hanya untuk dirimu.
♪♪Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu
Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna ♪♪
Sosok pemuda tampan yang membuatku terkejut dan sampai membuat mulutku menganga tidak bisa mengucapkan kata-kata. Tubuhku terasa kaku bagai kesetrum listrik, tidak bisa bergerak. Seketika airmataku menetes, bukan berarti aku sedih. Tetapi air mata ini adalah airmata kebahagiaan yang sudah sangat ingin ku curahkan begitu lama.
Sosok yang di sorot itu berjalan menuju diriku dan mengulurkan tangannya agar aku ikut kepadanya. Aku merasa bodoh dan sangat terpesona melihat ketampanannya. Apakah ini mimpi? kalau ini mimpi, aku ingin tidur saja, dan jangan sampai terbangun.
MC memberikan aku sebuah mic, dan para tamu bersorak memintaku untuk ikut bernyanyi.
__ADS_1
"Nyanyi...nyanyi...nyanyi...." sorak mereka.
Aku gugup, pemuda itu tersenyum dan memegang erat tanganku seperti memberikan aku semangat. Semangat untuk percaya diri di depan orang ramai.
♪ ♪ Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna
Janganlah kau tinggalkan diri ku
Tak 'kan mampu menghadapi semua
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darah ku
Kau adalah jantung ku
Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna, sempurna ♪ ♪
Riuh tepuk tangan kala aku dan pemuda di sampingku telah selesai menyanyikan sebuah lagu.
******
Ayo, siapakah pemuda tampan itu? tunggu kelanjutannya ya..., dan jangan lupa Votenya. Biar aku makin semangat menulisnya.
__ADS_1