Teman Palsu

Teman Palsu
Rencana Dirga di balas kelicikan Yuda


__ADS_3

" Kita mau kemana Pak," ucap Rini kepada Pak Dirga yang lagi menyetir dan tangannya yang sebelah kiri sudah berpindah ke bagian Paha Rini yang di lapisi celana Jeans.


" Kita ingin bersenang-senang, kamu mau kan cantik, apa gak bosan selama di rutan gak pernah bersenang-senang," ucap Dirga berkata manis di depan Rini.


"Iya, sih rindu, emang bapak mau bawa aku ke mana?," ucap Rini yang merasa bingung dengan tujuan Pak Dirga.


" Sabar ya Sayang..., nanti kamu juga tahu,"ucap Pak Dirga lembut sambil memegang dagu Rini kemudian tangannya berpindah mengelus pipi.


Rini merasa risih, karena orang tua di depannya ini ternyata laki-laki mata keranjang. Doyan daun muda, daun tua di lupakan.


Tempat yang mereka tuju pun sampai, sebuah Mall yang terbesar di kota itu. Mall yang dulunya kepemilikan Dirga tapi sekarang berpindah nama atas nama Gilang Prayuda.


Sebulan sebelum Rini keluar dari Rumah Tahanan.


Di sebuah Ruangan kerja yang mewah dua orang Pria paruh baya sedang mengadakan Rapat pribadi.


" Dirga, bantu aku untuk mengeluarkan puteriku dari penjara? ucap Rudi kepada Dirga.


" Kenapa aku harus membantumu? tidak ada untungnya juga bagiku," tanya Dirga dengan ketus.


" Bukankah kau ingin memiliki penerus, dan sampai sekarang isterimu belum juga bisa memberikan anak. Bagaimana, kalau puteriku nanti kau jadikan Istri mudamu, dalam waktu setahun maka kau akan memiliki anak," ujar Rudi merayu Dirga yang di yakininya, Dirga kalau di singgung soal anak pasti dia akan luluh hatinya.


" Ayah macam apa kau ini, membiarkan anaknya menjadi istri muda dari pria tua seperti aku, padahal pemuda yang muda lebih banyak diluaran sana, kau sengaja mau menjual anakmu," ucap Dirga yang merendahkan derajat Rudi sebagai seorang ayah.


" Bukankah dari dulu kau sudah mengincar puteriku untuk kau jadikan isterimu? tanya Rudi membuka kisah masa lalu yang Dirga inginkan dan sampai sekarang belum kesampaian.


" Iya itu dulu ketika istriku belum berniat ingin bunuh diri," ucap Dirga mengenang kisah lama, jika Dirga ingin menikah lagi istrinya selalu mengancam ingin bunuh diri.


" Jadi sekarang bagaimana?," tanya Rudi kepada Dirga.


" Sekarang mungkin lain ceritanya, istriku sudah pasrah karena faktor Usianya yang tidak memungkinkan lagi bisa melahirkan seorang anak. Mengapa kau begitu berambisi menjodohkan puterimu kepadaku?," ucap Dirga kepada Rudi yang setiap perkataannya selalu menyinggung perasaan Rudi.


" Hanya ini yang dapat aku lakukan untuk membebaskan putriku, dan orang yang dapat membantuku hanyalah kau Dirga" ucap Rudi kepada Dirga.


"Kenapa harus aku?," tanya Dirga kepada Rudi yang masih bingung mengahadapi orang tua di depannya.


"Karena kau mempunyai kekuasaan, dan bisa menandingi Yuda dalam bernegoisasi," jawab Rudi dengan merayu.


"Apa puterimu bisa diajak kerjasama dan apa yang aku inginkan apa bisa dia memberikannya?," ucap Dirga yang tidak ingin tertipu dengan ucapan manis Rudi.


" Tentu, puteriku adalah anak yang penurut, kalau soal uang dan kemewahan pasti dia akan tertarik dan puteriku pasti bisa memberikan anak yang banyak kepadamu. Sekarang, kamu setuju untuk membantuku atau tidak?," tanya Rudi kepada Dirga.


"Iya aku setuju, asal puterimu tidak macam-macam dan selalu menurut padaku, maka apa yang dia minta akan aku berikan," ucap Dirga dengan senyum liciknya.

__ADS_1


"Baiklah sekarang aku akan menemui putriku," ucap Rudi lega dan ingin melangkah keluar.


" Tunggu dulu Rudi, bukankah yang melaporkan perkara Rini adalah Yuda, bagaimana cara kita bernegoisasi padanya?," Tanya Dirga kebingungan untuk mencari cara bisa berdamai dengan Yuda.


"Iya benar, bagaimana kalau sekarang kita buat rencana temu janji dengannya di restoran seafood milikmu," ucap Rudi yang mengeluarkan pendapatnya.


" Iya benar, mudah-mudahan dia mau datang," ucap Dirga dengan tersenyum kesenangan.


"Aku akan segera menghubungi orang kepercayaannya" ucap Rudi mengeluarkan penselnya dan menuliskan sesuatu


Rudi mengirim pesan ke ponsel Toni. Isinya ingin meminta bertemu untuk membahas masalah bisnis dan pribadi. Toni yang membaca pesan itu segera melapor kepada Yuda. Ketika Toni menyampaikan berita itu, Gilang berada di sampingnya mendengarkan.


" Ada apa mereka ingin bertemu denganku, belum puaskah mereka membuat masalah denganku," ucap pak Yuda dengan nada dinginnya.


" Deni sudah di tahan aku merasa puas, dan salah satu dari mereka ingin membuat masalah baru lagi denganku, aku dengan senang hati melayani dan mereka akan masuk ke dalam perangkapku," ucap Yuda dengan santai dan tersenyum licik.


" Katakan pada mereka kalau ingin bertemu harus perlu pengorbanan. Minta mereka kemari menjumpai kita di London, jangan kita yang pergi ke sana," ucap Yuda kembali.


" Baik Tuan saya permisi," Ucap Toni dingin dan undur diri.


Toni langsung mengirimkan pesan kepada Pak Rudi. Dalam kata-katanya, ada penekanan bila mereka lebih mementingkan pendirian mereka, alangkah baik di gagalkan saja pertemuan ini. Dan jika mereka ingin bertemu, harus segera berangkat ke London hari ini juga.


Rudi yang menerima pesan itu merasa gerah, dia langsung membuka kancing depan kemejanya agar udara masuk kedalam tubuhnya. Wajahnya tegang dan panik. Dia pun langsung menjumpai Dirga dan membicarakan pesan dari orang kepercayaan Yuda.


Satu jam telah berlalu, Dirga sudah memikirkan dengan matang, tentang keputusan Yuda yang meminta mereka untuk datang ke London menemuinya.


Akhirnya keputusan sudah di sepakati, Pak Dirga dan Rudi segera memesan Tiket dan satu jam lagi mereka akan berangkat.


Beberapa jam kemudian, Dirga dan Rudi telah sampai di Bandara London, dengan di jemput anak buah Pak Yuda. Mereka menuju Perusahaan Yuda yang ada di London.


Yuda, Gilang dan Toni sudah menunggu kedatangan mereka. Yuda sudah bersiap-siap mengumpulkan Kata-kata jika Dirga bicara macam-macam dan Yuda dengan senang hati untuk membalasnya.


Dirga dan Rudi sampai di perusahaaa GP Corporation , perusahaan yang sangat tinggi menjulang. GP di ambil dari nama Puteranya yang waktu itu baru lahir. Kelahiran Gilang dianggap pembawa rezeki bagi keluarga Yuda. Sehingga nama perusahannya di beri nama GP singkatan dari Gilang Prayuda. Perusahaan besar yang sudah berumur dua puluh tahun lebih, bergerak di bidang industri dengan memiliki karyawan yang sangat banyak.


Demi menyelamatkan perusahaan, Gilang rela membantu orangtuanya dan meninggalkan calon istrinya sementara waktu.


Toni sudah membawa Dirga dan Rudi menuju ruangan pertemuan di perusahaan Itu. Bukan di ruang kerja Pak Yuda, karena ini dianggapnya bukanlah orang yang penting bagi dirinya dan selalu membuat masalah dalam hidupnya.


Mereka masuk ke dalam ruangan itu. Dirga dan Rudi di minta menunggu, office boy segera memberikan mereka hidangan. Karena, tamu jauh harus di muliakan.


Beberapa menit kemudian Yuda dan Gilang masuk ke ruangan dengan Gagahnya menemui mereka. Di susul Toni dengan wajah dinginnya.


" Apa Kabar Dirga," ucap Yuda dengan ramah dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja," ucap Dirga terlihat acuh.


" Perkenalkan ini anak saya yang akan menggantikan saya, namanya Gilang, " ucap Yuda kepada Dirga dan Rudi.


Mereka pun berjabat tangan. Netra Dirga terlihat tajam menatap mata Gilang. Ada perasaan cemburu di hati Dirga karena sampai sekarang, dia belum juga di karuniai anak. Padahal pernikahan mereka hanya berjarak Satu bulan saja. Yuda menikahi istrinya satu bulan kemudian, setelah Dirga menikah. Jadi yang duluan menikah adalah Dirga. Tapi sampai sekarang Dirga belum mempunyai keturunan.


" Ada hal apa kalian ingin menemuiku sampai jauh-jauh datang ke sini?," tanya Yuda dengan wajah seriusnya.


" Hal yang sangat penting dan ini berhubungan dengan puteri Rudi," jawab Dirga dengan santainya.


Alis Yuda terangkat, merasa bertanya-tanya, apa hubungannya dengan Dirga, sampai dia rela membantu puteri Rudi.


"Maaf, kalau hanya masalah pribadi buang-buang waktu ku saja," ucap Yuda dengan nada dinginnya.


" Tolonglah Pak Yuda, kasihanilah putri saya," ucap Rudi dengan nada memohon.


" Apa Jaminannya jika saya membebaskan puterimu," ucap Yuda kepada Rudi dengan tegas.


" Ha..apa maksud anda?," tanya Dirga sekan tidak percaya.


" Saya minta gantinya jika saya telah membebaskan puterimu," ucap Yuda kepada mereka berdua.


" Apa yang kamu inginkan Yuda? Ucap Dirga membantah perkataan Yuda.


" Saya ingin satu perusahaan kecilmu yang ada di Indonesia, sebagai gantinya" ucap Yuda dengan jelas.


" Mengapa begitu mahal Pak Yuda?," ucap Rudi kepada Yuda.


" Itu belum seberapa dengan nilai yang telah di rugikan oleh puterimu pada saat kejadian itu," ucap Yuda menjelaskan tentang kerugiannya sewaktu dijebak tidur dengan seorang wanita sampai bisa membuat perusahaanny mengalami kerugian yang terlalu besar.


" Kamu mau memeras saya!," ucap Dirga dengan nada emosi.


" Terserah, Kalau kalian mau, begitulah aturannya, kalau tidak silahkan keluar" ucap Yuda dengan santai.


Bukankah yang membuat ide untuk memanipulasi keuangan perusahaan saya adalah ulah mu Dirga, apakah kamu mau seperti Deni saya masukkan ke penjara?," ancam Yuda kepada Dirga yang sudah tahu dalang dari penggelapan uang perusahaan.


Dirga dan Rudi terlihat tegang, keringat mulai bercucuran dari kening mereka. Mereka tidak ingin bernasib sama dengan Deni.


" Baiklah saya akan pikirkan secepatnya,"Ucap Dirga meminta di berikan waktu.


" Saya tidak mau bertele-tele, jika ingin ya sekarang juga. Karena kedepannya saya banyak mengurusi perusahaan saya yang lain," ucap yuda dengan tegas menunjukkan kalau dia memang memiliki kekuasaan didepan Dirga dan Rudi.


Yuda masih geram karena perusahaan yang di London yang susah payah Yuda memperbaiki keuangan perusahaan dan mengalami kerugian terlalu besar, itu adalah akibat ulah Dirga yang meminta Deni untuk memanipulasi laporan keuangan perusahaan Yuda, tetapi Dirga dengan percaya dirinya mendatangi Yuda tanpa ada rasa malu.

__ADS_1


" Oke, saya melepaskan satu Mall saya yang ada di Indonesia, tetapi dengan syarat saya masih mendapatkan uang sebesar 2 Milyar atas ganti rugi kepemilikan Mall itu. Saya juga tidak mau memberikan Mall itu dengan suka rela, Karena membangun Mall itu saya sudah menghabiskan uang yang banyak. Asal puteri Rudi bisa kau keluarkan secepatnya," ucap Dirga setelah menimbang keinginan Yuda.


" Oke, saya setuju, berkas-berkas pemindahan kepemilikan akan segera di urus Toni secepatnya, berikan nomor rekeningmu, maka secepatnya akan saya transfer ," ucap Yuda dengan jelas dan mengulurkan tangannya kepada Dirga sebagai tanda bahwa kesepakatan telah disetujui oleh dua pihak.


__ADS_2