Teman Palsu

Teman Palsu
Suratan Takdir


__ADS_3

Gilang dengan cekatan memberikan berkas-berkas yang menerangkan bahwa Dirga bersedia tinggal di panti asuhan dan memberikan sebagian hartanya. Beberapa perusahaannya untuk sementara akan di ambil alih oleh keluarga Prayuda untuk mereka kelola, sampai benar-benar Dirga berubah dan kembali menjalankan perusahaannya sendiri.


Papa Gilang sangat bangga pada diriku yang sangat bijaksana memutuskan sesuatu. Jam sudah semakin malam. Kak Gilang berinisiatif ingin mengantarku pulang ke rumah. Suasana pesta pun sudah mulai sepi. Sepasang suami istri sudah pulang ke rumah mereka ingin mengemasi barang -barang mereka, karena mulai besok mereka harus pindah ke panti asuhan.


Di sudut ruangan seorang pemuda merenungi nasibnya yang tidak bisa mendapatkan pujaan hatinya. Hatinya sangat galau. Dua minggu lagi adalah waktu yang sangat singkat untuk memperjuangkan cintanya. Mungkin inilah suratan takdirnya harus merelakan gadis yang di cintainya kepada sahabatnya.


Andre keluar menuju mobil pribadinya dan menuju tempat kumpul-kumpul bersama temannya. Mobil Melaju di tengah malam yang gelap dengan kecepatan yang penuh. Sampai ditempat tujuan, Andre langsung memarkirkan mobilnya di cafe indah tempat mereka kumpul menghabiskan waktu sampai pagi.


" Woi, dre kusut banget wajah lo," ucap Doni menyapa sambil minum segelas minuman soda. Andre hanya diam tidak ada menjawab perkataan mereka. Dia mengambil tempat duduk yang berdekatan dengan pintu masuk.


" Kenapa Bang..., masih memikirkan masalah perasaan?," ucap Dimas anak dari orang kepercayaan pak Yuda ngomongin mengetahui penyebab temanmu kusut.


" Udah Dre..., jangan dipikirkan, ikut kita aja yang jomblo, Kalau jodoh itu gak akan kemana, nantikan datang sendiri," Ucap Doni mencoba menghina Andre.


Di tengah perbincangan, terdengar suara pertengkaran antara seorang gadis tomboi dan pemuda yang berada di Cafe yang sama dengan mereka.


" Ayo Yud..., antarkan aku pulang...," ucap gadis tomboi yang memakai topi seperti laki-laki yang merengek minta pulang kepada teman laki-lakinya. Perbedaan suaranya yang masih kentara suara wanita.


" Sabar kenapa sih..., masih sore juga lagi," ucap pemuda itu sedikit kasar.


" Ini udah jam 11 Yudi..., aku bisa dimarahi Mamaku kalau sampai kemalaman pulang


..," rengek gadis itu kepada Yudi yang tidak mau di ajak pulang.


"Hai cantik, Bukannya tadi Mamamu kan yang mengizinkan kita pergi," ucap Yudi mencoba menggoda gadis yang sangat polos.


Gadis itu menepis tangan laki-laki itu yang ingin memegang dagunya.


Perdebatan mereka dilihat Andre. Andre terlihat geram. Tangannya mengepal dan buku-buku tangannya sampai berbunyi. Dia melihat gadis itu , teringat kepada Citra, si wanita jadi-jadian ,seperti bunglon. Andre ingin melangkah, tetapi Dimas menahan Andre dan menggelengkan kepala. Dimas mencegah Andre agar tidak ikut campur dengan urusan mereka.


Andre sudah emosi melihat gadis yang memakai topi itu ingin disentuh oleh pemuda di depan gadis itu. Hati kecilnya merasa tidak rela jika pemuda itu ingin menyentuh si gadis.


"Jangan sentuh!," teriak gadis itu yang dapat didengar Andre dan suaranya sangat jelas terdengar.


"Jangan munafik kamu," ucap Yudi yang memojokkan gadis itu seperti wanita malam lainnya.


"Jaga mulutmu, aku bukan seperti wanita yang kamu kira. kita pergi karena ada acara ulang tahun tadi, itu pun karena kemauanmu bukan kemauanku, aku sudah malas pergi denganmu tapi kamu memaksa," ucap Gadis itu menjelaskan dengan emosi.


" Oke, aku salah, aku akui aku memang memaksa kamu, tapi asal kamu tahu, aku itu suka sama kamu. Aku bilang sabar, sebentar lagi kita pulang..." ucap Pemuda itu mengungkapkan isi hatinya.


" Aku gak mau jadi pacar kamu dan gak mau tau, kalau kamu tidak antar aku pulang, aku akan pulang sendiri," ucap Citra yang nekat ingin pulang dan berdiri ingin meninggalkan Yudi.


Tangan gadis itu di tarik dengan kuat dan langsung mendorong gadis itu ke dinding. Pemuda itu sedikit memaksa akan mencium bibir pink milik Gadis itu. Dan menimbulkan teriakan kuat yang terdengar oleh Andre. Andre semakin emosi dan langsung melangkah mendekati mereka.


" lepas.., lepasi.., sakit...," ucap Gadis itu meronta ingin melepaskan pergelangan tangannya yang sakit.


Wajah pemuda itu semakin mendekat dan ingin mencium gadis itu dengan paksa.


" Emm...," gadis itu membungkam mulutnya.

__ADS_1


BUGG


Hantaman keras mengenai pemuda itu, tetapi tangan si gadis masih dipegang erat oleh pemuda itu.


" Hei!!kalau mau kasar jangan sama cewek," teriak Andre kapada pemuda itu.


" Ha..., Bang Andre!," Ucap Citra yang terkejut karena orang yang menolongnya adalah orang di sukainya selama ini.


" Citra....,"Andre juga tidak kalah terkejutnya dengan orang yang ada dihadapannya.


BUGG


Pemuda itu membalas menghantam wajah Andre. Andre yang di serang tiba-tiba merasa oleng. Sudut bibirnya sedikit berdarah. Citra yang melihat Andre di serang langsung berteriak.


" Bang!!!," jerit Citra melihat Andre mendapat hantaman.


" Jangan ikut campur urusan kami, pergi dari sini kalau tidak..., kau akan berurusan denganku," teriak pemuda itu dengan gaya pongahnya dan diaa pikir, dialah yang paling jago di tempat itu.


"Aku tidak takut, bukankah kau sudah kena pukulanku, lepaskan gadis itu!!!," ucap Andre dengan gagahnya.


" Besar juga nyalimu, oke!, lawan aku kalau kamu berani," ucap Pemuda itu menantang Andresudah siap dengannkuda-kudanya.


Dengan kejamnya Pemuda itu mendorong tubuh Citra dan Citra tersungkur ke lantai karena tidak sanggup untuk mengimbangi berat badannya.


Kepalanya berdarah terkena sudut meja.


" Aw!!!," Citra menjerit saat kepalanya terbentur ke sudut meja dan menyebabkan sedikit robekan.


Doni dan dimas segera menolong Citra. Sedangkan Andre dengan kemarahannya mengajar pemuda yang sok jagoan itu dengan tendangan, pukulan, dan bogeman. Wajah pemuda itu sudah babak belur. Doni segera melerai perkelahian itu. Doni takut Andre akan membunuh orang yang didepannya. Bisa masuk penjara Andre jika pemuda itu sampai mati.


"Udah dre, udah..., lihat dia sudah tidak berdaya.


Nanti di mati Dre...,"


Pemuda itu terjatuh kelantai, dengan darah yang memenuhi wajah dan kepalanya.


Andre sangat ditakuti sahabatnya bila di sudah marah. Dengan emosi yang membara dalam sekejap berubah seperti harimau yang akan menerkam musuhnya.


" Sudah tenangkan dirimu Dre..., antar Citra pulang, biar kami yang mengurus tikus got ini ke rumah sakit," ucap Doni kepada Andre dengan lembut. Dia sudah tahu sifat sahabat itu, membujuknya harus dengan lembut agar emosinya cepat reda.


" Oke, bereskan dia jangan sampai di mengganggu Citra lagi," ucap Andre yang masih emosi dan mencoba tenang.


Doni mengangkat alisnya. Dia sedikit heran, ada hubungan apa Andre dengan Citra, kenapa dia seperti seorang kekasih yang sedang cemburu.


" Iya, sudah sana, hati-hati di jalan jangan emosi ketika nyetir, nanti malah nabrak lagi," ucap Doni mengingatkan.


" Oke," ujar Andre menatap Citra yang menunduk karena ketakutan.


Andre dengan refleks menggenggam tangan Citra. Citra tidak bisa berkata apa-apa karena masih ada perasaan takut menjalar di tubuhnya. Andre bersikap dingin menarik Citra meninggalkan kafe. Dengan perhatiannya memberikan jaketnya kepada Citra yang memakai baju berlengan pendek karena udara malam sangat dingin. Andre takut Citra akan sakit.

__ADS_1


Pintu mobil di buka, dengan ragu Citra langsung naik dan Andre menutupnya kembali.


Andre melakukan mobilnya, tiafa yang memulai pembicaraan. Ciye meras aneh jalan yang dinlalaui bukanlah jalan ke menuju rumahnya. dia tidak berani bersuara jhnau bisa berdoa semoga Kak Andre tidak macam-macam. Tiba-tiba Mobil berhenti.


Chitt!!!


Andre mengerem mendadak, dia berhenti tepat di pinggir jurang.


" Kenapa kau keluar dimalam-malam begini,"


tanya Andre kepada Citra.


Citra dengan ketakutannya masih menunduk dan meremas jari-jarinya.


" Jawab!!!," bentak Andre kepada Citra. Ciyra terkejut dan menangis mendengar bentakkan Andre.


" Tadi kami baru pulang dari menghadiri pesta ulang tahun teman, dan singgah ke cafe mau minum,"ucap Citra menjelaskan dengan ketakutan.


" Siapa laki-laki itu!!!,"Andre menginterogasi Citra takut dia berbohong.


" Dia teman sekolahku, namanya Yudi, Anak pemilik sekolah," ucap Citra menjelaskan dan


masih menunduk.


" Kamu pacaran sama dia?? tanya Andre seperti menginterogasi penjahat.


" Tidak Bang..., benaran kami tidak pacaran, Citra juga tidak tahu kalau Yudi mempunyai niat jahat kepada Citra," ucap Citra menjelaskan.


" Terus...,.kamu pikir Abang ini gak jahat gitu???," tanya Andre dengan tatapan tajamnya dan membuat Citra gugup.


Ctra seakan tercekat mendengar perkataan Andre. Ruangan dalam mobil terasa sempit. Pikirannya sudah berpikir yang tidak -tidak.


" Memang Abang mau melakukan apa pada Citra ditempat sepi seperti ini," ucap citra yang ketakutan dan dilihatnya dari kaca jendela sangat gelap.


" Maumu???," tanya Andre balik.


" Citra mohon Bang Andre jangan Bunuh Citra, Citra janji akan lakuin apa yang Abang mau, asal.Abang tidak mencelakai Citra,"


ucap Citra emmeohon kepada Andre.


Andre sedikit mengangkat alisnya. Ide liciknya muncul.


" Benaran apa yang Abang minta akan kamu turuti???," tanya Andre yang sudah berpikiran aneh-aneh.


Citra mengangguk kepalanya tanpa menaruh curiga sedikit pun kepada Orang yang ada di sampingnya.


* * * * * *


Kira-kira apa yang ingin diminta Andre dari Citra ya..., tunggu lanjutan ceritanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote, komen dan hadiahnya ya....


__ADS_2