Teman Palsu

Teman Palsu
Kebahagiaan Keluarga Annisa


__ADS_3

Gilang yang mendengar kabar dari mamanya kalau keluarga Annisa sudah pindah ke kampung halaman Orang Tuanya, segera melajukan motor besarnya menuju rumah yang di tempati Annisa dahulu. Sampai di depan Rumah Annisa, tidak sengaja Gilang melihat Mbok Siti keluar dari halaman rumahnya.


Gilang yang sudah kenal dengan Mbok Siti langsung menghampiri dan menanyakan keberadaan Annisa.


"Assalamualaikum Mbok,"ucap Gilang kepada si Mbok.


" Wa'alaikum salam Nak, eh Nak Gilang toh..


," ucap si mbok kepada Gilang.


"Iya Mbok, saya ada perlu sama mbok, bisa kita kerumah mbok dulu?" ucap Gilang.


" Iya, ayo ke rumah Nak, masuk nak Gilang..." ucap Mbok Siti mempersilahkan Gilang duduk.


Gilang menganggukkan kepalanya dan memperhatikan keadaan rumah Si Mbok. Hati kecilnya berkata ' kasihan si Mbok tinggal di rumah seperti ini'.


Si Mbok melihat Gilang yang memperhatikan keadaan rumahnya pun berkata," beginilah rumah Si Mbok Nak? duduk Nak Gilang" Ucap Mbok siti mempersilahkan Gilang duduk.


"Iya Mbok,"jawab Gilang kepada si Mbok dan memperhatikan keadaan tempat duduk yang cuma satu buah kursi dan sudah tidak layak untuk di jadikan tempat duduk.


" Tunggu ya Nak, si Mbok buat minum dulu,"ucap mbok Siti kepada Gilang


" Enggak usah mbok, mbok di sini saja, " jawab Gilang berdiri memegang lengan si mbok dan mengajak Si mbok duduk


"Ada apa toh Lang,"ucap Si Mbok penasaran.


" Mbok katakan pada Gilang di mana Annisa sekarang mbok, Gilang Rindu ama Annisa Mbok, Gilang suka sama Annisa, Gilang merasa bersalah enggak bisa melindungi Annisa pada hari itu Mbok," ucap Gilang sambil duduk di bawah dan memegang tangan si Mbok.


" Jangan duduk di bawah Lang, nanti bajumu kotor," ucap Mbok siti.


"Enggak Mbok, Gak apa-apa," ucap Gilang merasa menghormati si Mbok.

__ADS_1


"Mbok juga enggak tahu Lang, di mana mereka ketika terakhir ketemu, Pak Iwan tampak bersedih," ucap Mbok sambil menangis, karena si Mbok sudah menganggap Pak Iwan seperti anak laki-lakinya.


"Si Mbok gak berani nanya-nanya, yang mbok tau mereka pulang kampung ke rumah orang tuanya Pak Iwan, Lang,"ucap si Mbok kepada gilang gak enak hati.


"Jadi bagaimana Gilang bisa ketemu Annisa mbok," ucap Gilang merasa sedih.


"Kalau kalian berjodoh pasti suatu saat nanti Allah akan mempertemukan kalian kembali," ucap Si Mbok membantu memberikan semangat.


" Iya, mbok, Gilang selalu minta kepada Allah agar Gilang berjodoh dengan Annisa. Setiap shalat di sepertiga malam, Gilang selalu menyebutkan namanya di doa Gilang Mbok," Jawab Gilang dengan wajah sedihnya.


" Udah yang sabar ya Nak, Mbok mendoakan semoga kalian berjodoh,"ucap Mabok Siti.


" Amin..." jawab Gilang sambil menengadahkan tangannya dan di sapukan ke wajahnya.


* * * * *


Acara pertunangan Rini yang di batalkan, banyak menimbulkan hujatan-hujatan dari kalangan masyarakat dan kalangan bisnis Papa Rini. Setiap saat stasiun TV swasta menyiarkan berita perbuatan Rini. Berbagai kritikan pedas menghina Rini. Rini yang dilaporkan oleh Gilang kepada yang berwajib atas tuduhan mencemarkan nama baik dua orang sekaligus. Rini pun di jatuhi hukuman Empat tahun penjara beserta dengan dendanya.


Pak Rudi Nugraha menyewa pengacara agar dapat menyelesaikan perkara itu. Bagaimana pun Rini adalah puteri satu-satunya walaupun dia telah membuat kesalahan sebegitu fatalnya tidak mungkin di biarkan saja oleh Pak Nugaraha. Namun dengan kekuasaan Papa Gilang perkara itu tetap berlanjut ke pengadilan dan hakim memutuskan Rini tetap di hukum.


Berita viral yang setiap saat di tayangkan, di dilihat oleh ibu dan Tante Devi di kampung halaman mereka. Siaran yang akhir-akhir ini selalu saja di tayangkan tidak sengaja mereka menontonnya sewaktu menghidupkan TV di sela rutinitas mereka ketika membersihkan toko kue sebelum toko dibuka. Ibu Annisa tampak terkejut dan mengucapkan syukur Kepada Allah. Annisa yang melihat ibunya menangis, menghampiri ibunya dan mendengarkan keluh kesahnya. Tante Devi segera mangajak Ibu dan Annisa ke rumah sakit untuk memeriksakan Annisa. Semoga apa yang mereka yakini itu memang benar, bahwa Annisa masih perawan. Tante Devi segera memanggil anak buahnya untuk menjaga Toko kuenya.


Dengan mengenderai mobil Tante Devi, ibu dan Annisa segera menuju ke rumah sakit. Sesampainya di sana, mereka menuju Dokter Umum yang khusus wanita, teman Tante Devi sewaktu di SMP, namanya Dokter Nuri. Mereka menceritakan apa masalahnya kepada Dokter Nuri. Annisa pun di minta berbaring di ranjang rumah sakit. Dokter segera memeriksa keadaan Annisa. Pemeriksaan Dokter mengatakan bahwa Annisa masih perawan.


Ibu dan Tante Devi tampak senang dan menangis. Dokter yang melihat merasa bingung dan penasaran.


Tante Devi mengetahui kalu Dokter tampak bingung melihat tingkah mereka, akhirnya Tante menceritakan perihal pemeriksaan itu kepada Dokter. Dokter Nuri yang merupakan teman Tante Devi itu merasa tidak sungkan untuk mendengarkan curhatan temannya.


Dokter yang mendengarkan berita itu terkejut dan menyimpulkan bahwa orang yang di hadapannya adalah orang yang pernah di viralkan atas tuduhan perselingkuhan dengan seorang pengusaha yang ternyata hanya jebakan.


Sementara di sebuah kamar seorang pemuda sedang memandangi sebuah foto dengan perasaan iba. Candra yang mengetahui perbuatan Rini merasa geram dan menyesal telah menyia-nyiakan gadis sebaik Annisa. Gadis yang baik dan kuat menghadapi masalah. Candra berniat akan mencari Annisa setelah pengumuman kelulusan nanti.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian.


Semua Siswa-siswi berkumpul di depan Aula SMK mendampingi orang tuanya melihat pengumuman kelulusan di Ruang Aula. Orangtua yang hadir tampak berseri melihat anak-anak mereka lulus.


Berita kelulusan itu juga terdengar oleh Raga, melalui teman kuliahnya. Raga sering mencari informasi dari temannya yang mempunyai adik sekelas dengan Annisa. Raga mewakili orang tuanya mengambil hasil kelulusan Adiknya.


Gilang yang mengetahui Raga kembali dari kampung halamannya segera menyusul Raga ingin meminta maaf dan ingin mengetahui keadaan Annisa.


Gilang yang melihat Raga keluar dari ruangan aula menghampiri dan menepuk pundak Raga. Dipeluknya Raga, dengan gerakan cepat Gilang menangis di pundak Raga. Dia membayangkan betapa hancurnya hati ayah dan ibunya ketika kejadian itu menimpa keluarganya. Keluarga yang sudah di anggap sebagai keluarganya sendiri, Gilang merasa kan kesedihan mereka. Warga kampung sampai mengusir mereka untuk meninggalkan tempat tinggalnya.


Raga terdiam dan melepaskan pelukan Gilang, dilihatnya wajah Gilang yan sudah basah akan air mata. Raga juga meminta maaf karena sudah menghajar Gilang di waktu itu dan juga melaporkan Papa Gilang kepada polisi sebelum mencari tahu dulu kebenarannya, mereka pun berpelukan kembali.


Mata para siswi SMK tertuju kepada dua orang pemuda yang saling berpelukan di depan Aula. mereka menatap dengan perasaan aneh, ganteng-ganteng di kira gak waras.


Gilang pun menyudahi pelukannya, Gilang merasa tidak enak kepada para siswi yang melihat drama tangis menangis mereka berdua.


Gilang mengajak Raga makan bersama di kantin depan sekolah Annisa. Memesan makanan yang tidak membutuhkan waktu lama telah di hidangkan. Disela-sela makan Gilang menanyakan perihal keadaan Annisa yang selama beberapa minggu ini jadi pikirannya.


Raga tampak tersenyum melihat temannya yang sudah terkena penyakit jatuh cinta, bucin istilah jaman sekarang. makanan habis di depan mata, tapi gilang terus merengek meminta jawaban dari temannya.


" Raga, katakan bagaimana keadaan Nisa,"ucap Gilang yang merengek meminta jawaban.


"Mau tau banget kamu Lang," ucap Raga jail.


" Iyalah, kamu calon Kakak Iparku masa tidak mendukung,"ucap Gilang kepada antusias.


" Males, lhonya aja sudah tua," Raga kembali.menjalani Gilang.


" Sialan ngatai aku tua, tampan gini kok di bilang tua, kita seumuran Ga...," ucap Gilang.


" Iya aku tau, tapi raut wajahmu tampak tua, itu banyak bulu di dagumu lho..., udah panjang lagi, sana cukur," Ucap Raga berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Ga, tunggu Ga..." ucap Gilang mengejar Raga keparkiran setelah meletakan selembar uang berwarna merah. Ternyata yang dikejar sudah melajukan sepeda motornya.


__ADS_2