
Sesampainya di ANNISA Bakery, Delapan orang pegawai tokoku sudah lama menanti kedatangan kami. Di pagi ini dengan gemericik hujan gerimis menyertai kedatangan kami, sedikit membasahi jaket yang ku kenakan.
Dengan membaca Basmallah kami semangat membuka toko pagi ini. Toko harus cepat dibuka, kata si Ibu kalau kesiangan bukanya, nanti rezekinya dipatuk ayam. Sebelum di patuk ayam, biar aku patuk duluan. Jadinya patuk-patukan. Mumpung masih pagi pejuang dolar harus tegar menghadapi rintangan. Ah, udah kayak Ninja hotori pakai pejuang segala.
Ada 5 karyawan yang membantu mencetak dan memasak kue. Sedangkan 3 lagi di bagian depan membantu mengemas kue. Sedangkan Ibu yang membuat resep dan mengolahnya. Pokoknya kue buatan Ibu tiada duanya maknyos rasanya. Sedangkan bagian keuangan itu bagian aku. Si cewek tomboy yang hari ini galau, belum ada yang mengucapi Selamat ulang tahun langsung dari mulut mereka.
Kasihan-kasihan, gak ada yang mengidolai. Berarti fans aku pada kabur semua kali ya, katanya idola tapi facebook aku kok sepi, tidak ada yang mengucapi juga. Janjian kali mereka semuanya. Awas ya, besok aku operasi plastik, kalau makin cantik jangan salahkan gue. Biar aku cueki, emang enak dicueki.
Terlalu semangat memantau pesanan sampai lupa sarapan, syukurnya Kak Andre menenteng sarapan nasi uduk 3 bungkus. Aku di minta untuk menemaninya makan. Siapa juga yang menolak, perutku juga terasa lapar, keroncongan lagi. Tahu saja kondisi perut orang, memang toplah Kak Andre ini. Sudah pengawal pribadi, jadi peramal lagi. Ah beruntung deh gadis yang mendapatkan Kak Andre ini.
Di sela kami makan, ku coba memecahkan keheningan. Kak Andre terlalu bersemangat melahap nasinya sampai aku pun dicueki. Lagi-lagi diangguri. Apes deh...
" Kakak udah punya pacar apa belum?" tanyaku kepada Kak Andre tapi kak Andrew masih serius menyantap Makanannya.
" Kakak malas pacaran, mending nikah aja langsung kalau sudah ketemu jodohnya," ucap Kak Andre dengan santainya sambil mengunyah mentimun yang ada di samping nasinya. Bunyi kunyahannya sangat renyah. Membuatku semakin berselera melihat makan.
"Wih..., mantap, udah gak sabar ya langsung main kawin aja," ucap Ku yang mencoba ngeledek Kak Andre.
Kletok!!!
Kak Andre menyentil kepalaku.
" Aduh kak!!!, sakit...," ujarku yang benaran merasakan sakit.
" Nikah Dek, bukan kawin," ucap Kak Andre membenarkan.
" Ihh...kan sama saja tau...," ucapku mengelak perkataan Kak Andre.
" Beda Dek...," ucap Andre dengan lembut.
" Beda apanya?,"tanyaku yang pura-pura bodoh.
" Capek bicara sama kamu, sono tengok di Geogle, biar tau artinya," ucap Andre yang sudah ngegas, sebel meladeni diriku yang bawel.
" Gak pala nyari udah tau," ucapku yang sedikit keras menyamakan suara keras dari Kak Andre.
" Kamu kok ngegas...," ucap Andrenyang merasa tersinggung dengan nada suaraku.
" Eh, yang ngegas duluan siapa Kak...,"ucapku yang emosi dan menghentikan makanku.
Kletok!!!
Sentilan kedua di lakukan Kak Andre di keningku.
" Aduh, sakit Kak!, kok suka kali jitak kening Nisa," ucapku yang marah kepada Kak Andre.
" Makanya habisi dulu makanannya," ucap Kak Andre menasehati.
" He...he...he..., habis Kakak Ganteng deh...," ucapku yang kembali meledeknya.
" Terima kasih," jawab Kak Andre cepat dan tertarik senyum ceria dari mulutnya menunjukan gigi putihnya.
" Tapi...., ganteng-ganteng belum laku...Ha...ha...ha....," ucapku sambil tertawa meledek Kak Gilang dan...
Uhuk
Uhuk
Ya Allah sakitnya leherku, pedas sekali. Aduh ini balasan karena aku ngeledek Kak Andre.
__ADS_1
Kak Andre mengambilkan minum dan menepuk pelan pundakku. Matanya tajam menatapku, aku jadi menciut. Takut teringat tadi meledeknya.
" Syukuri makanya jangan suka meledek orang, tersedakkan..., habiskan dulu nasinya baru kita ngobrol"ucap Andre dan kembali menghasilkan nasinya dan membuang bekas wadahnya di tempat sampah.
" Ngobrol!!, Nisa harus bantu ibu, buat mengemasi kue, kok malah kita ngobrol di sini, Kak Andre ini ada saja," ucapku kesal kepada Kak Andre dan aku merasa sudah tidak berselera makan.
Aku ingin berdiri, tetapi di tarik Kak Andre duduk kembali. Tangannya memegang pergelangan tanganku. Tatapannya lembut membuat aku terhipnotis untuk duduk kembali.
" Habisi dulu, baru ditinggalkan," ucapnya kembali memperingatkan.
" Males, Nisa sudah kenyang," ucapku yang kesaldan merajuk.
" Kamu hargai pembelian Kakak Dek, ini jauh belinya," ucap Kak Andre yang sangat sabar menghadapiku.
" Ih ..sebel deh,"ucapku merengek dan menghentakkan kaki.
Ku ambil sendok tetapi di sambar Kak Andre dan langsung menyuapkan nasi ke mulutku.
" Kamu harus banyak makan, supaya bisa menghadapi hari ke depannya. Gilang bisa sakit hati jika dilihatnya calon istrinya kurus, Tidak berdaging, nanti dia bisa cari cewek yang lain, yang lebih bahenol dan lebih bohai," ucap Kak Andre menakutiku.
"Ih..., kak Andre kok lain doanya" ucapku yang kembali merajuk.
" Jadi adek mau doa yang kayak mana?," ucap Andre yang sedikit bersabar menghadapiku.
" Yang baguslah isinya," ucapku kepada Kak Andre.
" Oke, selamat ulang tahun untuk adek abang yang cantik, semoga panjang, umur murah rezeki dan jangan terlalu manja, nnti abang bisa jatuh cinta," ucap Andre
" Terima kasih ucapnnya, ternyata ada juga yang ngucapinlangsung, tapi kata terakhirnya tadi apa bang? rada kurang jelas,"
" Gak ada siaran ulang, nnti kalau kamu pulang dari sini, beli pembersih telinga ya, yang banyak belinya. Biar yang dikatakan orang itu dengar," ucap Andre yang gantian meledek diriku.
"Uhh!! ngeledek terus, baru aja adeknya seneng di ucapin selamat ulang tahun, udah di kedek lagi. Eh kak, Kadonya mana??," tanyaku kepada Kak Andre.
" Lama, sekarang dong...," ucap Ku kepada Kak Andre seperti anak kecil.
" Manja lagi, jangan manja-manja Dek, nanti Abang bisa jatuh cinta," ucap Andre yang menyagi Annisa.
Aku terperangah mendengar perkataan Kak Andre dan sampai bengong. Rasanyabtidak percaya, pertam kali dia menghentikan tadi sebenarnyanakau dengar, tapi pura-pura tuli. Aku mau tahu jelas kata yang diucapankannya lagi.
" Woi, ayo cepat kita bantu ibu," ucap Andre menarik tanganku yang masih terdiam menatap Kak Andre.
Dua jam kemudian tepat pukul 10.00 pagi, kue sudah siap di kemas dan siap diantar. Mobilku sudah menyala pertanda kami akan segera mengantar. Kak andre dengan kepiawaiannya memasukkan semua bungkusan ke dalam mobil. Yah, sudah selesai, saatnya berangkat.
" Nisa kamu yang ngantar ya....,ibu ada keperluan mendadak mau membuat pesanan pelanggan untuk nanti sore," ucap Ibu yang langsung meninggalkan aku di mobil dan menujunke dapur.
" Ya Buk, nnti Nisa bareng kak andre aja," ucapku yang sudah lemas mendengar perkataan Ibu.
Aku mencari keberadaan Kak andre, tapi gak ketemu-ketemu. Tadi habis masukkan bungkusan ke mobil dia lari entah kemana? seperti makhluk halus, cepat benar larinya gak kelihatan sama sekali jejaknya.
" Kak Andre kemana Bu?," tanyaku kepada Ibu yang berlari ke dapur. Sedang Ibu sudah berlumur tepung.
" Dia baru...saja pulang, ayahnya pulang katanya, Mau jemput ke bandara," ucap Ibunya sudah selesai mengolah dan menyerahkan hasilnya kepada pegawainya untuk di panggang.
Kue Tart yang akan di buat Ibu kali ini, sangat lezat sepertinya kalau sudah masak. Sayangnya kuenya bukan untukku.
" Yah, masa Nisa sendiri yang ngantar Bu, mana banyak lagi...," ucapku yang merasa keberatan karena harus mengantar sendirian.
" Banyak tapi kan ringan, udah sana pergi. Nanti di tunggui mereka kok belum sampai ,ini alamatnya," ujar Ibu menyerahkan secarik kertas bertuliskan alamat yang akan di tuju.
__ADS_1
" Iya deh, dengan terpaksa aku mengambil secarik kertas yang bertuliskan alamat tempat pelanggan yang memesan kue sebegini banyaknya, ada hajatan kali di rumahnya ya. Kok banyak amat sampai 500 kotak.
Aku masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya. Bismillah, Kutarik napas dalam-dalam dan ku jalankan mobil dengan perasaan yang galau dan bimbang.
Mengapa hari ini banyak apesnya dari pada mujurnya. Ibu juga lupa mengucapkan ulang tahun padaku, Biasa juga gak kayak Begini. Sesibuk-sibuknya Ibu, gak pernah lupa itu biasanya. walaupun tidak di rayakan sudah biasa di membuatku kue Tart. Kan gak mungkin aku harus teriak-teriak pakai Toa, mengatakan kalau aku hari ini ulang tahun. Udah sableng kali aku dikira orang, mempromosikan ulang tahun pada khalayak ramai. Apa aku harus seperti Marsha yang merayakan ulang tahun sendiri dan mengucapkan untuk diriku sendiri.
Sudahlah persetan dengan semua itu, walau tidak ada ucapan dari Ibu dan Kak Gilang, tapi aku harus semangat.
"Semangat!!!," Teriakku di mobil mengepalkan jari-jariku dan senyum ceria.
Akhirnya sampai juga tujuan perjalananku. Wah, bagus ini perusahaannya, besar dan sangat menjulang tinggi. Ada acara kali ya di dalam. Ini kan hari minggu. Apa Iya hari minggu perusahaan mengadakan acara.
Ku tepikan mobilku di depan pintu gerbang perusahaan tersebut. Seumur-umur baru ini kemari, kok takut ya nanti ada anjing galak.
Aku keluar ingin menemui Pak Satpam melangkah mendekati pagar. Pak satpam yang melihatku di depan pagar segera membukakan pintu, lalu bertanya,
" Adek ada keperluan apa kemari, mau carinlowongan kerja ya, maaf kami tidak menerima lowongan," Ucap Pak Satpam yang mengganggu rendah diriku, padahal mobilku saja Lambhorgini.
" saya bukam mau tanya lowongan Pak, Saya mau tanya, ini saya di minta Ibu untuk mengantar kue kemari, apa betul pak ini alamatnya," tanyaku kepad Pak Satpam.
" Iya, alamatnya betul tapi kami tidak merasa memesan kue," jawab Pak Satpam yang masih muda dan melirik diriku yang sudah kebingungan dengan jawaban Pak satpam.
" Ha...yang bener Pak, coba cek lagi Pak, manutau di dalam ada orangnya," ucapku yanh masih bawel.
" Iya bener, kami gak ada pesan, adek lihat sendiri di dalam sepikan tidak ada siapa-siapa," ucap Satpam menunjukan keparkiran
" Iya Pak, terima kasih," ucapku kepadanya melangkah meninggalkan Pak Satpam.
Aduh bisa bangkrut gue kayak gini, sudah aku pakai modal sendiri, tetapi tidak jadi dipesan. Ibu sih gak diijelasi dulu jadi tidak pesan kuenya. Ini bukan sedikit, banyak lho...., sampai 500 kotak kue, aku makan juga gak kan sanggup.
Aduh, kok apes lagi sih...
Ah, mungkin pak satpam salah ini, coba aku tanya lagi deh.
" Ada apa lagi Dek...," tanya Pak Satpam kembali betanya kepadaku.
" Pak Bapak apa gak salah, nanti pak Bos yang pesan kuenya," ucapku yang belum puas akan jawab pertama Pak Satpam.
" Gak Dek..., kami gak ada pesan, inikan hari minggu, mana mungkin ada acara di hari libur,"jawab Pak Satpam menerangkan kenyataannya.
" Iya juga sih pak, udah Pak terima kasih," ucapku meninggalkan Pak Satpam.
Enyak.... Babe... Nisa bangkrut, Babe kuenya gak jadi di pesan, Mau untung jadi buntung deh.
Aku sedih, mengapa nasibku seperti ini. Ku coba menghubungi ibu dan tidak butuh alam langsung di angkat.
" Hallo bu, aku sudah sampai dialamatnya, kata mereka tidak ada memesan kue Bu,"
" Oh iya..., ibu lupa, semalam mereka menggagalkan rencana di tempat itu,"
" Jadi Zong ini Bu...,"
" Gak zong Nisa, tetap di pesan, tunggu ya ibu kirim dulu alamatnya.ke ponselmu,"
Ting
Panti Asuhan Mutiara, ini kan panti yang sering aku kunjungi. Ada acara apa disana ya.., Ah, sudahlah yang penting pesanan cepat sampai.
Ya Allah..., ujian apa lagi ini, sabar...sabar, orang sabar di sayang Allah.
__ADS_1
* * * * * *
Hai semuanya..., jangan lupa Vote Annisa ya , supaya aku semakin semangat nulisnya, terima kasih...