
Yes..., Bu Dewi mau pergi, bisa santai gue di ruangan ini. Cari-cari pemuda tampan dan kaya ah... yang beriming-iming mau beli tuxedo buat acara. Alasan mereka mau beli tuxedo atau kemeja, eh...malah ujung-ujungnya dapat apam yang membawa kenikmatan. Secara aku gitulah cantik dan bohai. Siapa juga yang tidak tertarik kepada diriku. Ditambah lagi apamku yang sempit dan legit. Di Butik ini kan cuma diriku yang paling cantik dan bohai, batin Noni yang tersenyum kesenangan.
" Aduh perutku kok mules ya...," ucap Noni yang memegang perutnya. Dia merasa perutnya sangat mulas dan mengajak ingin ke belakang.
Noni segera berjalan ke toilet dengan tergesa-gesa. Dia berpikir Mama Gilang jadi pergi bersama Puteranya. Noni ingin memanfaat waktu berlama-lama dikamar mandi untuk menelepon pemuda incarannya.
Siti terus memperhatikan gerak-gerik Noni yang mencurigakan. Dia merasa penasaran apa yang di rencanakan Noni selanjutnya, sampai-sampai wajahnya tersenyum kesenangan.
Dia masih ingat beberapa hari yang lalu, tepatnya dimalam hari ketika butik akan tutup. Dihari itu, diam-diam Siti mematai-matai Noni seperti detektif profesional. Noni selalu menelpon seseorang di balik gaun-gaun yang di pajang dengan suara yang berbisik dan sedikit mende..sah. Dari suaranya dibuat menggoda dan sepertinya Noni meminta seseorang itu untuk datang ke Butiknya segera. Dan seketika wajahnya terlihat sangat senang. Siapakah sebenarnya orang yang di minta Noni untuk datang?
Siti seperti tidak ingin kecolongan berita, dia pun dengan keahliannya pura-pura sibuk membereskan gaun-gaun yang baru dipajang, sekalian mengawasi Noni yang tidak jauh dengan dirinya. Ternyata15 menit kemudian, orang yang menelepon Noni datang betul ke butik. Tapi apa yang terjadi?. Mereka berbuat maksiat di dalam ruang pas. Siti meremang ketika mendengar suara-suara rancauan dan erangan mereka di dalam ruang pas. Dia seakan tidak percaya melihat kelakuan teman-temannya. Akankah dia masa bodoh atau mementingkan kemajuan butik ini?.
Hari ini Siti bertekad, cukup sudah dia mendapat ancaman dari Noni. Hari ini dia kan membungkar semua kelakuan Noni terhadap butik ini.
Gilang yang duduk di sofa, terlihat santai dan asik memainkan ponselnya, seolah tidak terjadi sesuatu. Padahal Mamanya sudah bersiap ingin pergi bersama calon menantunya.
"Gilang, nunggu apa lagi kamu, Ayo kita berangkat," ucap Mama Gilang kepada puteranya yang sudah bersiap-siap.
" Maaf Ma..., Kami sebenarnya mau nonton film Ma..., tadi pagi Gilang sudah janji ama Nisa, kalau Mama mau ikut ke rumah Nisa, nanti sore aja ya Ma..., habis kita nonton," Ucap Gilang menjelaskan.
"Ha..., kenapa kamu gak bilang dari tadi Lang...," ucap Mama gilang yang kesal dengan puteranya. Wajahnya sudah cemberut seperti pukul 12 malam. Tidak ada wajah bersahabat, seperti Singa betina yang siap menerkam.
" Mama sih.., Gak kasih waktu kepada Gilang untuk menjelaskan," ucap Gilang yang melangkah mendekati Mamanya dan mencium pipinya." Mama jangan marah, nanti Gilang jemput, Oke.."Ucap Gilang merayu Mamanya.
Mama Gilang mengganggukkan wajahnya dan terlihat tersenyum. Seakan kekesalannya sedikit berkurang ketika mendengar perkataan puteranya.
__ADS_1
" Hati-hati di jalan Lang, jangan sampai menantu Mama lecet sedikit pun dan pulang dalam keadaan utuh," ucap Mama Gilang mengingatkan pada puteranya.
" Iya Ma...," ucap Gilang dengan senyumnya.
" Mama..., kami pergi dulu," ucap diriku dan menyalim tangan Mama Kak Gilang.
" Iya, jangan lupa bawa makanan untuk Mama ya...," Ucap Mama Gilang yang meminta sesuatu.
Gilang mengganggukkan ekpalanya tanda setujunakan permintaan Mamanya. Dan langsung menggenggam tanganku menuju ke mobil. Mobil pun melaju meninggalkan butik.
Srek
Mama Gilang melemparkan tasnya ke atas sofa dan kembali ke ruang kerjanya. Siti yang tahu perasaan majikannya tidak baik-baik saja segera mengikutinya dari belakang dan mengambil tasnya kembali dan membawanya ke ruang kerja majikannya.
Sedangkan karyawan yang lainnya sudah tidak ada di tempat, mereka langsung bubar sejak Mama Gilang terlihat tidak jadi pergi dan bergegas dengan tugas mereka masing-masing.
Dan ada seorang karyawannya yang seperti Wanita penggoda dan berpakain terlalu terbuka. Memang beberapa hari ini Butiknya selalu kebanjiran orderan dari kalangan pria yang tanpan dan Kaya raya. Tapi Mama Gilang tidak menaruh curiga dan tidak mencoba mencari tahu penyebabnya. Malah dia sangat senang karena omsetnya langsung naik pesat.
Mama Gilang kembali memfokuskan pandagannya ke CCTV kembali. Seorang karyawannya yang bernama Noni, sengaja melayani pembeli pria dengan mempamerkan asetnya yang mau keluar dari sarangnya. Buah dadanya yang berukuran jumbo menjadi umpan untuk menggaet pemuda kaya yang haus akan gairah. Pria yang melihatnya sangat tergoda.
Mana ada binatang yang menolak bangkai. Hidangan yang di suguhkan sudah pasti akan segera di nikmati. Itulah prinsip mereka. Seorang Pria terlihat memberikan beberapa lembar uang kepada Noni dan sudah pasti mereka akan mendapatkan apa yang mereka minta dan untuk Noni dengan senang hati akan memberikan sesuatu yang mereka minta.
Noni seperti wanita murahan memberikan sebagian tubuhnya untuk di pegang dan di rasai oleh mereka.
Seorang pemuda Tampan yang seumuran anaknya terlihat di goda Noni dan berciuman didepan ruang Pas dengan begitu lama. Mereka seolah tidak memperdulikan orang-orang yang berseliweran di butik itu. Mama Gilang sangat terkejut melihat CCTV itu. Secara tidak langsung butiknya sudah dijadikan tempat pelampiasan pemuas birahi.
__ADS_1
Beberapa hari ini sangat sibuk sampai lupa memantau butiknya. Dia menyesal tidak emmeperhatoakn keadaan butiknya dan sudah kecolongan oleh karyawannya. Selama ini karyawannya sudah menyepelekan dirinya yang tidak pernah marah. Beberapa Karyawannya ternyata pengkhianat.
Ternyata keesokan harinya Pria yang berwajah tampan seumuran puteranya tersebut, kembali lagi. Pemuda itu segera menarik Noni ingin bermesraan dengan karyawannya. Tapi Noni terlihat membisikkan sesuatu kepada pria itu.
Pria itu pun sedikit mengerti dan langsung berpura-pura membeli sebuah kemeja dan pria itu meminta agar di temani Noni untuk mencobanya di ruang pas. Alih-alih ingin berganti pakaian, malah si pria menarik tangan karyawannya yang berpakaian terbuka ke dalam ruang pas dengan tanpa perlawanan.
Terdengar di CCTV itu suara rancauan dan erangan dari kedua orang yang di landa gairah. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana.
Tiba-tiba seorang karyawan lagi yang melintasi ruangan itu sedikit curiga karena terdengar suara-suara aneh dari dalam ruang pas dan segera menggedor pintunya.
Tetapi yang di dalam tidak kunjung membuka pintu. Karyawan yang bernama Siti sedang berdiri didepan pintu merasa frustasi dan tetap menunggu sampai mereka keluar. Ternyata dua insan yang di mabuk hasrat itu keluar juga dalam keadaan kusut dan rambut yang acak-acakan.
Mereka tidak sempat merapikan pakaian mereka dan terburu-buru keluar, mereka pikir yang menggedor pintu adalah pemilik butik. Siti memicingkan matanya melihat leher wanita itu yang terlihat banyak sekali jejak-jejak percintaan.
Siti yang memergoki mereka merasa terkejut, tetapi seperdetik berikutnya, Noni mendekat dan mencekal tangan Siti dengan kuat. Siti menjerit. Noni sedikit memberi ancaman dan wajahnya terlihat sinis menatap Siti. Dia mengancam Siti untuk tidak melaporkan hal tersebut kepada pemilik Butik. Jika sampai Siti melaporkan kapa Tante Dewi, maka nyawanya akan melayang.
Kejadian mesum mereka di ruang pas berulang sampai beberapa hari tepatnya di malam hari ketika butik akan tutup. Dan suara-suara erangan dan rintihan Noni terdengar sampai keluar. Tapi Siti pura-pura tidak mendengar, dia seakan takut jika berita ini akan diketahui Tante Dewi dengan sendirinya. Sementara Assisten Bu Dewi lagi keluar kota. Kesempatan itu dimanfaatkan Noni untuk membawa pria-pria hidung belang ke butik Tante Dewi.
Ternyata teman-teman si Noni, Gita dan Mimin juga sudah mengetahui kebiasaan Noni. Tetapi mereka juga pura-pura tidak tahu dan tidak ambil pusing. Dan ketika pria itu keluar dari butik, Siti melihat mereka sangat bahagia seperti baru mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak senang, ternyata mereka terlihat berbagi uang tips dari pria tersebut dengan uang yang lumayan banyak.
Siti akhirnya menyerah, dia bagai buah simalakama. Mau di laporkan takutnya nyawanya melayang. Tidak dilaporkan Noni telah menodai butik Bu Dewi dengan tingkah lakunya yang menjadi wanita murahan.
CCTV hari berikutnya berputar, dimana Mama Kak Gilang sudah sering ke butik untuk memantau butiknya dan merancang gaun untuk pernikahan anaknya. Di hari itu terlihat biasa saja, tidak ada masalah. Pemuda yang sudah terpikat dengan Noni, juga terlihat tidak datang. Mungkin sudah di kabari Noni kalau di butik ada Mama Kak Gilang yang mengawasi butiknya.
Dan ketika hari berikutnya Puteranya dengan calon menantunya datang tepatnya di hari ini. Ketika puteranya masuk ke dalam butik, terlihat karyawannya saling bergosip menjelek-jelekkan calon menantunya. Padahal sepenglihatan Mama Gilang, calonnya lebih sempurna di bandingkan beberapa karyawan yang bersikap palsu. Di depan baik, di belakang menusuk.
__ADS_1
Wajah Mama Gilang terlihat murka dan sangat emosi melihat rekaman itu. Sungguh dia sangat kecewa. Sudah lama dia mempercayakan butiknya kepada karyawannya. Ternyata beberapa karyawannya adalah manusia ular.
Berarti selama ini dia memperkerjakan golongan manusia ular yang siap kapan saja akan menjatuhkan usahanya. Sungguh ini tidak bisa di diamkan. Mama Gilang harus menindak lanjuti masalah yang menimpa butiknya.