
Sesampainya di Indonesia, mereka langsung menuju perusahaan Dirga. Mereka ingin berbincang tentang kelanjutan rencana berikutnya.
" Rudi..., salah satu Mall milikku sudah kurelakan untuk membebaskan puterimu, jangan sampai puterimu menolakku, jika puterimu menolak maka kau sendiri akan tahu akibatnya," ucap Dirga tegas kepada Rudi.
"Iya, kau tenang saja, putriku pasti mau di nikahkan denganmu, asal kau jangan pelit kepada putriku," Ucap Rudi menyakinkan Dirga agar percaya padanya.
"Aku tidak akan pelit, asal dia mau menjadi istriku, uang tidak akan jadi masalah," ucap Dirga dengan santai karena kalau soal wanita dia sangat royal memberikan uangnya.
"Aku akan menemui puteriku dan menceritakan hal ini kepadanya," ucap Rudi yang sudah bersiap melangkah ingin membuka pintu kantor.
" Hati-hati di jalan Rud....," ucap Dirga kepada Rudi, dan Mendapat anggukan dari Rudi.
Rudi meninggalkan kantor Dirga dan melajukan mobilnya menuju Rutan. Di sel tahanan Rini terlihat sangat kurus dan wajahnya terlihat pucat. Sudah dua hari ini dia demam karena perlakuan temannya-temannya yang memperlakukan dirinya sebagai pelayan mereka. Perlakuan Sehari-hari temannya sudah biasa dia terima. Mungkin ini adalah balasan atau karma selama dia berteman dengan Nisa yang tidak tulus menerima kebaikan Nisa.
Rini mendapat panggilan dari Sipir bahwa ada salah satu keluarga yang ingin menjenguknya. Dia pun mengikuti Sipir tersebut ditempat ruang jenguk. Terlihat Papanya bahagia melihat puterinya yang sangat dirindukannya sedang berdiri lemah. Dia menangis melihat puterinya, begitu pula Rini yang sudah lama tidak berjumpa dengan Papanya, mencurahkan rasa rindunya dengan berderai air mata. Isak tangis memecahkan suasana di ruang jenguk siang itu.
" Rini, sini Nak, peluk Papa, Papa sangat rindu,"
Rini memeluk papanya dan menangis di dekapan Papanya.
"Menangislah sepuasnya, karena sehabis ini jangan pernah kau menangis lagi, karena kebahagiaan akan datang padamu," ucap Pak Rudi mengelus kepala Rini.
Rini tersingguk-singguk menangis di dada Pak Rudi. Sampai Baju kemeja Pak Rudi basah. Setelah di rasa Rini puasa, dia pun melepaskan dekapan Papanya.
"Mama mana Pa...,"tanya Rini kepada Papanya, karena selama ini yang sering menjenguknya adalah Mamanya.
"Mamamu tidak tahu kalau Papa kemari, Papa juga belum pulang ke rumah selama dua hari karena ada urusan pekerjaan. Ini papa juga baru pulang, singgah sebentar kemari karena Papa sangat rindu sama kamu," ucap Pak Rudi.menjelaskan kepada puterinya.
" Badanmu terasa hangat, apakah Kamu baik-baik saja Nak?," tanya Papa Rininyang merasakan kening Rini terasa panas.
" Iya Pa, Rini baik-baik saja," ucap Rini kepada Papanya.
" Rin, sebentar lagi kamu akan bebas Nak...," ucap Pak Rudi tersenyum.memandangi wajah puteri si mata wayangnya.
"Benar Pa, Rini gak salah dengar kan Pa...,".
"Iya Nak, Pak Dirga yang akan membebasknmu," ucap Pak Rudi kepada puterinya.
__ADS_1
" Pak Dirga..., siapa dia Pa?," tanya Rini kepada Papanya yang membuat kebingungan di wajahnya.
"Dia teman Ayah, yang memiliki beberapa perusahaan, tapi dia memebebaskanmu ada Syaratnya Rin, dan ini Papa lakukan membujuknya untuk membebaskan," ucap Pak Rudi menjelaskan.
"Apa yang dia minta dari kita Pa?," Tanya Rini Kepada papanya.
"Dia ingin kamu menjadi istrinya, karena sampai sekarang dia belum juga mempunyai anak," ucap Pak Rudi.
" Kenapa harus Rini, diluaran sana masih banyak gadis-gadis yang cantik dan baik selain Rini Pa...," tanya Rini yang merasa gak terima mendengar perkataan Pak Rudi.
" Ini kesempatan kita Rini, agar kau bisa cepat keluar dari Rutan ini," ucap Oak Rudi menjelaskan.
" Tapi Pa, Rini gak mau harus menikah dengan pria Tua itu," ucap Rini memohon.
" Tolonglah Rini, Papa sudah berjanji pada Pak Dirga untuk menikahkan kamu dengannya, dan kalau kamu menolak dia akan menghabisi Papa Rin," ucap Pak Rudi yangningat akan ancaman Dirga.
"Pa, apa tidak ada cara lain," tanya Rini.
"Hanya cara itu yang bisa papa lakukan, ikuti saja alaurnya. Begitu kau menikah pelan-pelan kuasai hartanya dan ketika kau sudah melahirkan anaknya, kau segera minta cerai, amankan...," ucap Pak Rudi menyampaikan ide liciknya.
"Iya Pa, tetapi masa depan Rini bagaimana Pa, Rini ingin menjadi Desainer yang terkenal," ucap Rini kepada Papanya.
"Rini akan pikirkan dulu Pa," jawab Rini.
"Iya, kau harus segera pikirkan, kalau kau sudah punya jawabannya kasih tau Papa. Semakin cepat kau jawab semakin cepat kau akan bebas dari sini," ucap pak Rudi yanh sudah tidak sabar menunggu anaknya dari Rutan.
Rini hanya mengganggukkan kepalanya. Ada perasaan senang dan bahagia mendengar dia akan segera di bebaskan, tetapi setelah mendengar bahwa dirinya akan di jadikan istri muda Pak Dirga, hatinya menjadi galau.
Hari demi hari dilalui Rini selama di Rutan semakin singkat. Seminggu kemudian dia pun dibebaskan. Ketika dia bebas, hanya Papa dan Mamanya saja yang menjemputnya. Hati Rini merasa terusik, mangapa sahabatnya yang sangat sayang padanya tidak ikut menjeputnya sewaktu dia bebas.
Apa Annisa masih benci kepadaku dan tidak menganggap aku sebagai sahabatnya kembali?
" Pa, apakah Annisa tidak ada menghubungi Papa tentang kebebasan Rini hari ini? tanya Rini kepada Papanya.
"Siapa maksudmu?," tanya Pak Rudi kepada Rini.
" Nisa Pa...," ucap Rini menyebutkan nama sahabatnya.
__ADS_1
"Sudah Papa hubungi ke ponselnya, tetapi katanya dia tidak mau ikut," ucap Pak Rudi memfitnah Annisa.
" Apa Annisa sibuk ya Pa? ucap Rini yang penasaran.
" Buat apa kamu tanya tentang Nisa, dia itu hanya ingin melihatmu menderita dan kalau dia akan bertemu denganmu, mungkin dia akan menertawaimu Rin, karena kamu adalah mantan Napi. zaman sekarang mana ada orang yang akan tulus berteman," ucap Pak Rudi memfitnah Annisa dan menjelek-jelekkkan Nisa agar Rini juga membenci Nisa.
" Setahu Rini , Nisa orangnya tidak begitu Pa..., dia baik kepada Rini," ucap Rini membantah perkataan Papanya bahwa yang dikatakan Papanya adalah tidak benar.
" Itukan kamu lihat dari luarnya, kita tidak tahu dalamnya, mungkin hatinya busuk," ucap Mama nya Rini menimpali.
" Tapi memang benar Ma, Nisa orangnya baik
Rini," ucap Rini masih membela Annisa.
Mulai sekarang kamu jangan berteman lagi dengan Annisa, tidak ingat kamu semenjak kamu berteman dengannya, hidupmu menderita dan keluarga Gilang itu bersaing berat dengan Pak Dirga, apa.mau Kamu menderita di baut Dirga karena kamu masih berhubungan dengan calon istri Gilang,"ucap Pak Rudi menekankan agar Rini menjauh dari Nisa.
" Tapi Pa!," ucap Rini mencoba membantah perkataan orang tuanya.
"Sudahlah Nak, mulai hari ini jangan berteman dengan Nisa lagi, uruslah dirimu sendiri. Sekarang fokuskan hubungan dengan Pak Dirga, kan sebentar lagi Rini akan menjadi Nyonya Dirga pemilik beberapa perusahaan di kota ini, Mama sangat senang akhirnya mama punya mantu orang Kaya," ucap Mama Rini sangat antusias dan wajahnya sangat bahagia.
Rini sedikit senang melihat kebahagiaan di wajah Ibunya, sudah cukup dia membuat Mama dan Papanya menangis. Rini akan memulai hari-hari ini menjadi wanita yang tidak ingin di rendahkan oleh orang lain.
Setelah sampai ke rumah Dirga langsung datang berkunjung ke rumah Rudi ingin bertemu Puteri Rudi. Rini dengan suka rela menemui Dirga yang umurnya hampir menyerupai Papanya. Sekedar Pak Dirga orangnya rajin berolah raga, tubuhnya terlihat sehat dan Sixpack. Dan wajahnya terlihat lebih muda dari Papa Rini.
Dirga sering mengobrol berdua untuk kelanjutan hubungan mereka kedepannya. Rini hanya menganggukkan kepalanya. Suatu hari Rini ke minimarket tanpa sengaja bertemu Annisa di depan pintu mini market. Mungkin Rini sudah termakan perkataan Papanya, sehingga dia menghindari unruk mengobrol dengan Annisa. Dan hari itu juga Dirga sudah berjanji akan mengajak Rini berbelanja sepuasnya. Sampai dia meninggalkan Annisa di minimarket.
*****
Di sebuah Mall, Seorang pria paruh baya baru saja memparkirkan mobil mewahnya mengandeng seorang wanita cantik yang masih belia.
Rini dan Pak Dirga, mereka memasuki sebuah Mall yang besar yang dulunya milik Dirga yang sekarang menjadi milik Gilang. Nama Mallnya juga berubah berganti menjadi Gilang Plaza. Rini yang dulu memang mempunyai hobby shopping, kini hobbynya itu kembali lagi. Bagaikan mendapat durian runtuh dia langsung bersemangat untuk berbelanja.
Dirga membawa Rini pada Toko penjual Tas, pakaian, Handphone dan Aksesoris. Jaangan di tanya sudah berpa banyak uang yang dihabiskan Rini. Tetapi bagi Dirga itu belum seberoa.di bandingkan dengan Hobby berbelanja istrinya. Rini sangat senang, sudah lama Rini tidak berbelanja seperti ini semenjak hampir dua tahun yang lalu.
Setelah puas berbelanja, Rini meminta makan di restoran yang terkenal. Karena sudah lama dia tidak malam enak. Selama di Rutan dia hanya makan apa adanya. Kesempatan ini tidak datang dua kali.
Dirga menggenggam tangan Rini dengan mesra, beberapa pasang mata terlihat iri melihat Dirga. Mereka adalah teman-teman bisnis Dirga yang suka bermain wanita. Dirga terlihat acuh dan melangkahkan kakinya menuj pintu keluar. Mereka masuk ke mobil dan meninggalkan Mall ingin segera mencari makanan.
__ADS_1
Tepat di Restoran Seafood terenak di Bandung. Mereka masuk dengan saling bergandengan. Rini mau tidak mau memainkan sandiwaranya sebagai Pelakor. Permainan baru saja di mulai, tetapi Dirga sudah sukarela memenuhi segala permintaannya.