Teman Palsu

Teman Palsu
Patah Hati


__ADS_3

Tepat di Restoran Seafood terenak di Bandung. Mereka masuk dengan saling bergandengan. Rini mau tidak mau memainkan sandiwaranya sebagai Pelakor. Permainan baru saja di mulai, tetapi Dirga sudah sukarela memenuhi segala permintaannya.


Mereka mengambil tempat duduk di pojokan, seperti muda-mudi yang lagi dimabuk cinta. Pak Dirga seperti pria yang muda menggandeng gadis cantik yang masih wangi-wanginya yang menjadi sorotan para pemuda tampan. Rini bak model yang melenggak lenggok berjalan di depan orang banyak dan mempunyai daya tarik tersendiri.


Pak Dirga memesan makanan dan tidak butuh lama makanan pun tersaji di meja. Rini yang sudah lama tidak memakan makanan Restoran merasa tertarik pada menu makanan itu. Air liurnya ingin keluar membayangkan betapa nikmatnya makanan di depan matanya.


Dirga yang mulai protektif menunjukkan kemesraannya kepada Rini. Dirga mengambil sendok dan mulai menyuapi Rini dan Rini menerima suapan demi suapan yang Dirga berikan sedangkan perasaan Rini sudah tidak menentu. Dirga yang wajahnya masih terlihat muda tidak terlihat Dirga seumuran Papanya. Wajahnya yang tampan masih banyak cewek-cewek cantik yang mengejar om-om Seperti Dirga.


Dari jauh sepasang mata melihat kemesraan mereka dan hati seseorang itu seakan tercubit. Cemburu, itulah yang dirasakan pemuda itu. Cemburuan yang tidak berujung dan panas dalam hatinya seakan ingin menghempaskan segala sesuatu yang ada di depannya.


Baru saja dia bahagia karena gadis idamannya baru keluar dari penjara, malah hari ini dia merasa sakit dan patah hati.


Arif yang melihat kemesraan di depannya seakan ingin berteriak. Wajah polos Rini ketika di Rutan begitu sendu dan sangat bersedih, sekarang sudah berubah sebentar saja demi kesenangan sementaranya.


Arif melangkah menuju tempat karaoke, ingin mencurahkan keluh kesahnya dan curahan hatinya melalui lagu. Lagu Armada, Asal Kau Bahagia. Alunan musik menderu, Arif memulai lagu dengan menjiwainya.


♪♪Yang, kemarin ku melihatmu


Kau bertemu dengannya


Ku rasa sekarang kau masih


Memikirkan tentang dia


Apa kurangnya aku di dalam hidupmu


Hingga kau curangi aku


Katakanlah sekarang


Bahwa kau tak bahagia


Aku punya ragamu


Tapi tidak hatimu


Kau tak perlu berbohong


Kau masih menginginkannya


Ku rela kau dengannya


Asalkan kau bahagia


Yang ku rasa sekarang kau masih


Memikirkan tentang dia


Apa kurangnya aku di dalam hidupmu


Hingga kau curangi aku


Katakanlah sekarang

__ADS_1


Bahwa kau tak bahagia


Aku punya ragamu


Tapi tidak hatimu


Kau tak perlu berbohong


Kau masih menginginkannya


Ku rela kau dengannya


Asalkan kau bahagia


Katakanlah sekarang


Bahwa kau tak bahagia


Aku punya ragamu


Tapi tidak hatimu


Kau tak perlu berbohong


Kau masih menginginkannya


Ku rela kau dengannya


Asalkan kau bahagia ♪♪♪


Rini merasa bersalah kepada Arif, karena teman sekalian orang tempat curhatnya selama di penjara harus mengalami patah hati sekarang di depannya.


Riuh Tepuk tangan bergema di restoran itu. Mereka mendengar lagu yang sangat menjiwai.


Dirga merasa, orang menyanyikan di depannya seakan menyanyikan lagu untuk gadis yang ada di depannya dan sangat menyukai Rini. Dengan keyakinan bahwa pemuda ini akan menggagalkan rencananya, Dia pun langsung mengajak Rini untuk meninggalkan Restoran itu.


Rini dengan ekspresi terpaksanya menggandeng Dirga yang dia ketahui usia mereka terpaut jauh. Entah Rini yang memanasi Arif ataupun Rini ingin tahu seberapa beraninya Arif melawan Pak Dirga.


Dirga yang seperti mendapat durian runtuh sangat senang dan dengan percaya dirinya berjalan melewati Arif yang sudah kembali ke tempat duduknya semula.


Aku harus bisa mendapatkanmu Rin, tidak bisa gadisnya, jandanya pun jadi. Ku tunggu jandamu Rini...


Dirga menggenggam tangan Rini sampai ke parkiran dan menuju mobilnya. Rini melenggak-lenggokkan pinggulnya memperlihatkan bahwa Rini adalah wanita yang bohai dan sangat memuaskan para pria. Dirga melajukan mobilnya, dan membawa Rini ke tempat yang tidak tahu arah tujuannya kemana. Rini yang sudah kenyang memakan makanan lezat merasa mengantuk dan tertidur di samping Dirga yang sedang menyetir.


Dirga yang melihat Rini tertidur merasa mempunyai niat jahat, dia semakin melajukan mobilnya ke daerah puncak. Di puncak itu ada villa pribadinya yang tanpa sepengetahuan istrinya telah di belinya dengan uangnya sendiri. Dirga membelinya untuk menyalurkan hasratnya kepada wanita malam, bila dia tidak puas menyalurkannya kepada istrinya.


Daerah yang masih alami, banyak rumah penduduk yang tinggal di daerah itu semakin menambah asri kampung yang Dirga lewati. Yang sebentar lagi, kampung ini akan ternoda.


Ketika mobil Dirga melintas, warga yang melihat seperti ada orang asing masuk ke wilayah mereka, segera melaporkan hal itu kepada kepala Lurah mereka.


Dirga sangat senang setelah sampai di Villanya, Rini tidak juga bangun dari tidurnya. Dirga menggendong Rini, membawanya masuk ke dalam kamar yang selalu digunakannya. Di rebahkan tubuh Rini di tempat tidur.


Dia merasa was-was Rini akan bangun sebentar lagi, bila Rini bangun bisa gagal sudah rencananya memperistri Rini. Dirga membuat ide gila ini, karena dia ingin cepat menikah dengan Rini.

__ADS_1


Dirga mengambil air putih di gelas dan di masukkan sesuatu ke dalam air minum itu untuk Rini. Dirga yang melihat Rini menggeliat segera mendudukkan Rini dan meminumkan air tersebut dengan paksa. Rini terbatuk-batuk kala air tersebut melewati tenggorokkannya.


Batuk Rini membuatnya langsung membuka matanya.


" Apa yang Bapak lakukan?," ucap Rini yang merasa Curiga tentang apa yang dilakukan Dirga kepada Rini.


" Tidak apa-apa, tadi.kamu batuk-batuk jadi saya beri minum,"


Rini melihat ruangan yang asing. Ruangan yang belum pernah sama sekali di masuknya. Penasaran dalam dirinya semakin mendorongnya ingin bertanya.


" Ini di mana Pak? ," tanya Rini kepada Dirga.


" Jangan panggil Bapak, panggilan saya Mas saja, terlalu tua bagi saya di panggil Bapak untuk cewek cantik seperti kamu," ucap Dirga dengan genitnya mencolek dagu Rini dan hampir mencium Rini. Rini sempat menghindar kala wajah Dirga semakin mendekat.


" Kenapa harus panggil Mas?," Tanya Rini yang merasa bingung dan detak jantungnya semakin kencang. Padahal dulu dia berpacaran dengan Candra, Rinilah yang duluan nyosor ingin mencium Candra, tetapi sekarang Rini merasa takut melihat sikap Dirga kepadanya yang terlalu agresif.


" Kan sebentar lagi kita akan menikah Rin..." ucap Dirga memegang tangan Rini dan menggenggamnya.


" Sudah gak sabar rupanya ya, Bapak ingin menikahi saya...," ledek Rini di kala efek obatnya sudah mulai bekerja dan membuat tubuhnya mulai bereaksi merasakan gelenyar-gelenyar aneh.


.


" Bapak gak takut uang bapak saya ambil semua...," ucap Rini dengan entengnya dan merasakan ada hal aneh pada tubuhnya yang semakin membara.


" Mas gak takut tuh, jangankan uang, hati mas aja Rini Minta Abang pun Rela," ucap Dirga dengan gombalannya dan melihat tubuh Rini sudah mulai beraksi.


" Ih, apaan sih bapak malah ngegombal,"ucap Rini dengan tersenyum yang tanpa di sadarinya karena pengaruh obat.


" Panggil Mas, Sayang..., jangan panggil bapak lagi ya Sayang...," ucap Dirga dengan lembut dan semakin dekat tubuhnya mendekati Rini.


" Iya Ba..,eh Mas," ucap Rini yang semakin merasakan tubuhnya begitu panas.


" Kamu kenapa Sayang...," Tanya Dirga pura-pura tidak tahu.


" Gak apa-apa Mas, kok rasanya aku gerah ya," ucap Rini yang sudah tidak tahan akan panas yang mendera tubuhnya.


" Panas Pak, hidupkan ACnya Pak...," ucap rini memohon.


Rini terlihat berkeringat, dan Rini teramat bergairah. Rini mencoba menahan hasrat dalam tubuhnya, Karena Rini belum pernah melakukannya sebelum menikah. Walaupun Rini termasuk anak yang bebas bergaul, tetapi Rini masih dapat menjaga kesuciannya. Efek obat itu mulai bekerja. Ternyata obat yang diminum kan tadi adalah obat perangsang yang bekerja sangat cepat. Rini merasa gairah libidonya semakin meningkat. Melihat Dirga yang ada di depannya, Rini sepertinya ingin menerkamnya segera.


Dirga yang sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini dengan santainya berdiri di dekat Rini dengan tanpa rasa bersalah. Malah dia langsung membuka baju bagian atasnya, memperlihatkan perut sickpacknya yang masih kencang di usianya yang sudah kepala 4. Rini yang melihatnya segera berselera dan terangsang ingin mengelus tubuh Dirga.


Rini seperti menginginkan sesuatu dan dia juga menanggalkan satu demi satu pakaiannya. Sehingga Dirga dapat melihat jelas bagian tubuh Rini. Dirga segera memanfaatkan situasi dan tanpa di mintanya, Rini sangat agresif dan telah menyerahkan seluruh tubuhnya sehingga terjadilah perbuatan yang seharusnya tidak terjadi di dalam kamar Villa di puncak tersebut.


Warga yang sudah mendapat izin dari Pak Lurah untuk mengintai Villa tersebut, ingin segera beraksi, tetapi Pak Lurah menahan mereka agar bisa menahan emosi. Takutnya nanti menambah masalah. Mereka terdiri dari beberapa orang dengan benda tajam di tangan mereka merasa kecewa dengan keputusan Pak Lurah yang mengulur waktu.


" Pak, kita harus bergerak cepat, jangan sampai di desa kita ini ada perbuatan Zina,"ucap salah satu warga yang menebak apa yang dilakukan orang asing tersebut di desa mereka.


" Iya Pak benar itu," ucap salah satu warga lagi.


" Iya, iya sabar dulu kita tidak bisa main hakim sendiri," ucap Pak Lurah mencoba menenangkan warganya.


"Kita gak bisa sabar Pak, nnti mereka berbuat sesuka hatinya dikampung kita!," ucap Warga yang lain dengan ketidak senangannya.

__ADS_1


" Iya pak, ya udah bapak-bapak kita harus ke sana sebelum masalahnya semakin panjang," ucap Pak Lurah yang langsung mengikuti Warga yang sudah ramai ingin mengerebek Villa tersebut.


.


__ADS_2