Teman Palsu

Teman Palsu
Ayah siuman


__ADS_3

Dret... dret... dret... dret...


" Hallo, ada apa Yah... "


" Nanti kamu pulang sekolah ke tempat kerja a


Ayah ya ". ucap ayah dengan perintahnya di telepon dan langsung mengakhiri panggilan.


" Ah, ayah..., belum juga Candra jawab kok udah di tutup " ucap Candra dengan kesal melihat layar ponsel yang sudah diakhiri ayahnya.


Beberapa jam kemudian


Pelajaran pun telah usai, biasanya Candra akan menemui Annisa setelah pelajaran terakhir selesai dan pulang bersama, tetapi hari ini Candra langsung pulang. Sebelum pulang terlebih dahulu Candra mengirimkan pesan kepada Annisa agar tidak menunggu.


Dengan mengenderai sepeda motor besarnya Candra melaju di jalan raya dengan kecepatan penuh. Tiga puluh menit kemudian, sampailah Candra di tempat kerja ayahnya.


" Assalamualaikum Yah... ". ucap Candra menyalami ayahnya lalu duduk di sofa.


"Wa'alaikum salam," ucap Ayah Candra.


" Ada apa Yah, Candra mau latihan lagi Yah... " ucap Candra penasaran dan duduk menghampiri ayah.


" Ada yang mau a


Ayah ceritakan kepadamu " ucap ayah.


" Cerita apa Yah..." ucap candra penasaran.


" Ayah terlilit hutang Can, jumlahnya lumayan banyak, hutang Ayah di bank jatuh tempo pembayaran dua hari lagi. Ayah bingung bagaimana cara membayarnya. Syukurnya ada seorang teman Ayah yang mau membantu Ayah. Dan beliau sudah menanamkan sebagian sahamnya ke usaha kita ini Can..., dengan syarat putra Ayah harus bertunangan dengan putri Pak Rudi Nugraha." ucap ayah.


" Maksud Ayah, putra yang Ayah maksud itu Candra... "ucap Candra merasa terkejut.

__ADS_1


" Iya Can, bagaimana Can, apakah kamu mau membantu Ayah untuk menerima permintaan pak Rudi Nugraha??? " ucap ayah Candra memohon.


,


" Kenapa harus Candra yang di korbankan Yah, apa tidak ada jalan yang lain. Candra juga masih sekolah, sekitar satu bulan lagi Candra baru lulus "ucap Candra dengan iba.


" Apa kamu mau melihat usaha ini yang Ayah bangun dari nol bangkrut ? dan apa kamu mau hidup serba kekurangan...? gak kan Can, sekali ini aja bantu Ayah, toh kalian bertunangan dulu selesai ujian nanti. Masalah menikah itu urusan Tuhan kalau kalian memang di jodohkan, kalian akan melanjutkan pernikahan setelah lulus kuliah "ucap ayah menerangkan.


" Candra sudah punya pacar Yah "ucap Candra.


" Itu masih pacar Can, yang sudah tunangan saja bisa bubar apalagi masih pacaran. Sudah jangan banyak alasan. Mau tidak mau turuti permintaan ayah untuk sekali ini saja, kalau kamu menolak, maka fasilitasmu Ayah cabut semua. Pikirkan bagus-bagus, hari sabtu ini kita akan ke rumah Pak Rudi untuk membicarakan masalah pertunanganmu dengan putrinya, kamu dan ibumu akan Ayah ajak ke rumahnya untuk ber temu dengan putri Pak Rudi Nugraha, segera persiapkan dirimu ! " ucap ayah beranjak berdiri dan meninggalkan Candra yang terlihat frustasi.


Candra langsung mengambil sepeda motornya di parkiran tempat kerja ayahnya dan melajukan sepeda motornya dengan kecepatan penuh .


Sesampainya di rumah candra langsung menuju ke kamar. Ibu Candra merasa heran, ada apa dengan anaknya yang murung. Tidak biasanya wajahnya sedih. Ibu mencari tahu penyebabnya dari ayah Candra dan ayah Candra menceritakan apa yang terjadi dengan putranya.


Mau tidak mau ibu candra juga menyetujui perjodohan anaknya dikarenakan usaha sang suami yang berada di ujung tanduk


Annisa ...


Kau gadis cantik yang unik, susah payah aku mengejarmu tapi sudah ku dapatkan tidak lama lagi kau akan ku putuskan, aku pengecut, aku bodoh, aku seakan tidak rela jikalau ayahku merebut semua fasilitasku. Maafkan aku Nisa..., aku ingin membantu ayahku, andai saja kamu disini aku akan memelukmu, mencurahkan rasa sedihku dan menceritakan keluh kesahku . Sampai kapan pun kamu tetap kekasihku.


Satu minggu kemudian, waktu yang di tentukan telah tiba. ayah dan ibu Candra telah datang ke rumah Rini dengan niat bersilaturrahmi dan membicarakan masalah pertunangan yang akan di selenggarakan dua minggu kemudian. Tetapi Candra yang di tunggu-tunggu tidak juga kunjung datang.


" Hallo, Can kamu di mana ,cepat nak jangan memalukan ayah nak" ucap ibu Candra dalam telepon.


" Iya Buk ini lagi di jalan" jawab candra.


Candra melihat layar ponselnya yang tidak ada satu panggilan pun atau satu chat pun dari Annisa. padahal candra sudah berulang kali menghubungi.


Ada apa dengan annisa kenapa sejak tadi di hubungi tidak diangkat, batin Candra.

__ADS_1


Sampai di lampu merah ku dengar nada dering yang selalu aku dengar dari ponsel Nisa, ku tolehkan pandanganku ke belakang apakah Nisa ada di belakangku tapi pengendara yang di belakang sibuk membunyikan klakson menyuruh pengendara di depan segera jalan.


Akhirnya ku jalankan kembali sepeda motor menuju rumah Pak Rudi Nugraha yang di kirim oleh ibu alamatnya. Di depan rumah ada seorang gadis yang sangat aku kenal menyambutku dengan sifat genitnya.


Aku diajaknya masuk dan diperkenalkan dengan keluarganya. Aku terkejut ternyata gadis yang di jodohkan denganku adalah Rini sahabat Annisa. Dasar gadis bermuka dua, sudah tau aku pacar annisa, Rini malah ingin merebutnya.


Ku temui keluarga rini dan perbincangan terus berlanjut dan keputusan telah diambil oleh


ayah Rini. Pertunangan akan dilangsungkan di hari Ulang tahun Rini yang akan di adakan dua minggu kemudian. Ku ajak Rini ke taman belakang rumah, ingin membicarakan masalah perjodohan kami.


" Rin, Maaf... aku tidak mencintaimu, jika pun aku menerima perjodohan ini, itu karena aku terpaksa untuk membantu ayahku. Jangan berharap kamu akan menikah denganku ke depannya. Dan satu lagi sebelum kita bertunangan, jangan kau sebarkan dulu berita tentang pertunangan kita ini nantinya, aku tidak ingin Annisa tahu, karena aku sangat mencintainya dan sampai kapan pun dia tetap menjadi kekasihku, jika salah seorang teman kita ada yang tahu berita ini, maka orang yang pertama kali aku salahkan itu adalah kamu. Camkan itu, permisi ".ucap Candra dan segera meninggalkan rumah Rini.


Annisa, annisa , annisa, apasih yang tertarik dari si Nisa. Cantikkan juga aku, kaya iya, bodi juga bagus, rusak kali itu mata si Candra.


Candra, aku takkan menyerah mengejarmu. Akan ku rebut kamu dari Annisa, jangan panggil namaku Rini sakira Nugraha kalau aku tidak bisa memilikimu Candra..., batin Rini dengan wajah liciknya.


Flash Back Off


Dirumah sakit setelah beberapa jam menunggu, seorang yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit mulai menunjukkan tanda-tanda siuman. Ibu, Annisa dan Gilang tersenyum melihat ayah siuman. Gilang segera memanggil dokter agar memeriksa keadaan ayah. Ibu mengingatkanku untuk menghubungi bang Raga. Ku ambil ponsel, segera ku cari nama Bang Raga,


" Hallo , assalamu'alaikum Bang ".


"Wa'alaikum salam, ada apa Dek ".


" Ayah sudah siuman Bang, Abang cepat kemari Bang..."


" Iya Dek, Abang langsung ke sana, Assalamualaikum Dek "


"Wa'alaikum salam, hati-hati Bang''.


Telepon pun ku tutup, ku lihat dokter telah datang dan segera memeriksa keadaan ayah. Dokter mengatakan kondisi ayah mulai membaik dan dalam Waktu 3 hari ke depan mungkin ayah sudah bisa pulang. Ayah sudah mulai banyak bicara. Wajah ibu nampak berseri melihat ayah sudah dapat berbicara dan berangsur membaik.

__ADS_1


Dalam waktu 30 menit Bang Raga sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan ayah. Segera dipeluknya tubuh ayah, dan Bang Raga menangis di hadapan ayah, air matanya menetes membasahi baju ayah. Ayah tersenyum melihat anak dan istrinya kumpul di ruangannya. Melihat kami berpelukan, Kak Gilang menjadi terharu sampai-sampai Kak Gilang ikut menangis melihat kami.


__ADS_2