Teman Palsu

Teman Palsu
Malam Minggu


__ADS_3

Ku ikuti langkah kaki Kak Gilang menuju sepeda motornya di parkiran sambil melihat ponselku. Ku lihat chat dari grup teman sekolahku, wah ternyata ramai. Ku lihat tidak ada nama Candra yang berkomentar membalas pesan di grup, kemana si Candra ya?


Terlalu asik melihat ponsel sehingga tidak memperhatikan jalan di depan. Ternyata di depan ada sebuah lubang yang ku lewati, akhirnya tubuhku oleng. Kakiku keseleo dan tubuhku hampir jatuh ke tanah. Syukurnya ada tangan yang dengan sigap memegang tanganku dan tanpa sengaja langsung merangkul pinggangku. Seketika itu pandangan mata kami berdua saling bertatapan.


Satu detik, dua detik, tiga detik sampai lima menit, akhirnya Gilang sadar dan melepaskan tubuh Annisa. Sedangkan yang di lepaskan wajahnya sudah tersipu malu dan memerah seperti kepiting rebus.


"Ehmm, maaf, " ucap Gilang mencairkan suasana sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.


" Iya, makasih Kak," ucapku salah tingkah.


" Bagaimana dengan kakimu ?" ucap Kak Gilang perhatian.


" Tidak apa-apa Kak, " ucapku dan mengikuti Kak Gilang.


Gilang menuju sepeda motornya lalu menghidupkan start motornya.


" Ayo Dek naik " ucap Gilang di atas sepeda motornya.


" Iya Kak ," jawabku canggung sambil naik ke motor Kak Gilang.


" Pegangan Dek nanti jatuh lagi lho kayak tadi ". ucap Gilang bercanda.


" Gak ah, nnti di pikir orang kita lagi pacaran Kak," ucapku dengan canggung.


" Pacaran juga gak apa-apa Dek " goda Gilang dengan menaikkan sebelah alisnya.


" Jangan banyak alasan deh Kak, nanti aku turun lagi ini Kak" ucapku sedikit keras.


" Wih, galak banget " ucap Gilang.


" Jalan tidak Kak, " ucapku dengan kesal.


" Iya.. iya.. jalan ini, awas jatuh ya, kalau jatuh Kakak gak tanggung jawab " ucap gilang agak melajukan kecepatan.


" Enak aja gak tanggung jawab, " ucapku sambil memegang jaketnya.

__ADS_1


"Emang situ udah siap mau ditanggung jawabi, kalau sudah siap biar besok Kakak lamar, " ucap Gilang santai.


" Apaan sih, ceritanya kok kemana-kemana. fokus ke jalan aja Kak, nanti nabrak, " ucapku menjelaskan.


" Udah nabrak pun dek, nabrak dihatiku..." ucap Gilang tersenyum.


" Gombal.." ucapku sambil mencubit pinggang Gilang.


"Aduh, sakit dek, belum jadi dilamar udah KDRT. Sudah berani nyubit-nyubit ya..., nanti Kakak laporin ke calon mertua lho ". ucap Gilang sambil menjalankan sepeda motorku.


" Ngomong lagi..., entar aku lompat lho " ucapku dengan galak.


" Lembut dikit Kenapa dek ngomongnya ".ucap Gilang merayu.


Beberapa menit kemudian


Terdengar suara azan Maghrib, sementara Gilang dan Annisa belum juga sampai ke rumah, sedangkan rumah Annisa masih jauh.


" Kak kita sholat dulu ya " ucapku kepada Gilang.


Aku dan Kak Gilang berpisah di tempat Wudu. selesai Wudu langsung melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Tenang rasanya kalau sudah mengerjakan kewajiban.


Selesai melaksanakan sholat, ku ambil ponselku. Tidak ada satu pun balasan chat dari Candra. Ku lihat di grup, Candra juga tidak ada berkomentar. Ku lihat sosial medianya aktif.


Ada apa denganmu Candra. kenapa kamu gak mau balas. Ku lihat IG nya juga aktif. Bahkan biasanya foto profilnya foto kami berdua sekarang sudah berganti dengan foto profil dia sendirian.


Ku coba hubungi nomor Candra, satu kali, dua kali, tiga kali sampai berulang-ulang tapi tetap gak diangkat. Ada sepasang mata melihatku dari jauh, tapi tidak mendekat membiarkanku melihat ponselku.


Suara guruh terdengar dari langit dan bintang-bintang malam juga tidak kelihatan, itu menandakan hari akan hujan. Yah, malam minggu bakal hujan. Ku pandangi tempat sholat bagian laki-laki, ku lihat Kak Gilang tidak ada kelihatan. Ketika aku keluar, Ku lihat Kak Gilang sudah menungguku di parkiran.


Kuhampiri kak gilang yang sedang melamun dan kutepuk pundaknya. Orang yang di tepuk merasa terkejut.


" Jangan melamun Kak, nanti ke sambet ". ucapku mencoba mencairkan lamunan Kak Gilang.


" Udah selesai, ayo pulang nanti keburu hujan " ucap gilang dan menghidupkan sepeda motornya.

__ADS_1


" Iya Kak, ayo " ucapku dan memegang jaket Kak gilang.


" Kak ini kan malam minggu kak, apa Kakak tidak punya pacar ? biasanya kalau malam minggu beginikan waktunya cowok-cowok ngapeli ceweknya, "ucapku hati-hati takut Kak Gilang tersinggung.


" Kakak belum punya pacar Dek, "


" Bohong " ucapku.


"Beneran, apa situ mau jadi pacar Kakak ? ucap Gilang kepada ku.


" Aku udah punya pacar kak, "ucapku kepadanya.


" Mana pacarmu, kalau pacar yang baik itu dek, mendengar calon mertuany kecelakaan dia langsung datang. " ucap Kak Gilang.


Ku pikirkan kata-kata Kak Gilang ada benarnya juga, seharian ini Candra gak ada ngasih kabar, di telpon juga gak diangkat-angkat.


Guruh terus terdengar, tiba-tiba hujan pun turun.


Aku dan Kak gilang mencoba berteduh sambil makan sate di warung sate Mas Kamto. Dilihat dari tempatnya sih biasa saja tapi kalau sudah tahu rasanya mak nyoss... enaknya.


Kak gilang memesan dua piring sate lalu duduk sambil melihat ponselnya. Kulihat Kak gilang dari selesai sholat sampai sekarang lebih banyak diam seperti ada yang dipikirkannya.


Sate yang dipesan telah terhidang, dan di persilahkan oleh Mas Kamto dengan ramah. Langsung ku habiskan sate sampai ludes akibat hawa dingin membuatku buas melihat makanan. Orang yang didepanku juga cuek gak ada komentar.


Syukurnya badanku tipe body artis tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Kalau kata artis Iwan sahman " yang sedang-sedang saja ".


Ku coba chat Bang Raga mengabari kalau kami kehujanan dan berteduh di warung sate. Jam sudah menunjukkan pukul 08.15 tetapi hujan belum juga reda. Warung semakin ramai pembeli, perasaan segan menghampiri karena terlalu lama duduk di warung satenya Mas Kamto. Ku lirik Kak Gilang masih asik dengan ponselnya entah chattingan dengan siapa.


" Kak pulang aja kita yuk, harinya hampir malam kak " ucapku mencoba mengajak Kak gilang pulang.


" Sebentar lagi dek, masih hujan deras, tadi kakak sudah ngabari Raga kalau kita kehujanan. Nanti kalau kamu sakit Kakak yang di salahkan ibu," ucap Kak gilang masih asik dengan ponselnya.


Ku rebut ponsel Kak gilang, aku penasaran apasih kok asik bener, di ajak cerita juga gak bisa melihat orang yang bicara. Ku lihat layar ponsel kak gilang terlihat walpaper fotoku dengan tersenyum memakai baju karate. Kapan dia mengambilnya fotony kok aku gak tau. Main jepret saja gak permisi dulu dengan orangnya. wajah yang sudah di setel marah jadi tersenyum malu.


Ku buka jalan pintas di ponsel Kak Gilang, ketemu aplikasi game terlihat. Berarti Kak Gilang main game tadi ya, fokus amat sampai gak perduli sama orang yang ngajak cerita. Ku kembalikan ponsel Kak Gilang dan yang punya ponsel tersenyum melihat tingkah lakuku.

__ADS_1


__ADS_2