Teman Palsu

Teman Palsu
Calon Istri


__ADS_3

Tubuhku merasa lelah hari ini, ku rebahkan tubuhku di ranjang kamarku. Menatap langit-langit kamar, selintas menerawang ke masa depan akan kejadian hidupku selanjutnya. Apakah aku salah, memilih pertunangan yang begitu lamanya? sebagian wanita meminta cepat menjadi pengantin, Kenapa dengan diriku?


Ya Allah jagalah hati kami berdua untuk selalu dekat kepadamu dan menepati janji kami sampai di hari pernikahan nanti.


Tok!


Tok!


"Masuk," ucapku, tidak tahu siapa yang mengetuk pintu.


Ceklek!


"Nisa...," ucap Ibu yang berada di depan pintu.


" Iya Bu...," ucapku menoleh ke arah suara.


" Kenapa belum ganti baju? ucap Ibu melihat keadaanku yang berbaring di ranjang masih mengenakan baju tadi siang.


" Bentar lagi Bu...," ucapku dan kembali duduk.


"Sini dek, ibu mau cerita," ucap ibu memintaku duduk dekat di sampingnya.


"Ada apa Bu? ucapku yang sudah di samping Ibu bermanja menyandarkan kepalaku dipundaknya.


"Kamu sudah resmi bertunangan dengan Nak Gilang, ikatan ini harus kamu jaga, bagaimana pun segala tingkah laku kita di perhatikan orang lain, jangan sampai orang mengatakan yang tidak-tidak tentang kamu. Kamu tahu kan keluarga Gilang, semua gerak-gerik mereka sering dibicarakan di dunia maya. Keluarga Gilang keluarga yang berada, mereka punya kekuasaan. Di banding dengan kita, kita tidak ada apa-apanya, ingat pesan Ibu ini Dek...," ucap Ibu menasehati.


"Iya Bu, Nisa akan berusaha menjaga ikatan ini, Bu?ucap Nisa melihat wajah Ibu.


" Ya sudah, sana mandi, jangan lupa shalat ashar, keburu waktunya habis,"ucap Ibu berlalu keluar dan menutup pintu kamarku kembali.


Aku beranjak dari tempat tidur dan masuk kekamar mandi membersihkan tubuhku yang lengket. Aku mandi tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya selesai. Melaksanakan shalat yang sudah di ujung waktu dan membaca Al Qur'an menunggu waktu maghrib tiba.


****


Di rumah mewah, Mama Gilang memikirkan pertunangan anaknya yang sangat lama. Nenek Gilang menginginkan cepat diadakan pesta pernikahan, tetapi calon menantunya memberi waktu selama 3 tahun.


Mereka tahu, bahwa mereka tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Annisa. Nenek sudah ingin menimang cicit, sedangkan Mama Gilang juga sudah menginginkan cucu. Tapi waktu 3 tahun bukanlah waktu yang lama. Toh dalam waktu 3 tahun Annisa juga bisa di minta menginap di rumah Gilang untuk menemani Mama Gilang. Karena Gilang sedang pergi melanjutkan S2nya di luar negeri, sehingga tanpa adanya Gilang, rumah terasa sepi.


Deru suara mobil terdengar di halaman rumah mewah baru saja sampai. Gilang yang baru masuk ke rumah mendapat teguran dari Mamanya.


"Lang, darimana aja kamu, jam segini baru pulang, nenek terus menanyai kamu," ucap Mamanya menjelaskan.


" Di mana Nenek Ma?," tanya Gilang.


" Nenek di kamarnya," ucap Mama Gilang.


"Ya sudah, aku ke kamar Nenek dulu ya Ma," ucap Gilang meninggalkan Mamanya di ruang keluarga.


Tok!


Tok!


" Masuk," ucap Nenek yang lagi duduk berzikir di tempat tidur menunggu shalat maghrib tiba.


"Nenek...," ucap Gilang yang berlari memeluk sang Nenek.

__ADS_1


"Gilang..., cucu nenek yang cakep yang paling ganteng sedunia," ucap Nenek memuji Gilang.


"Emuah, emuah" Gilang mencium pipi kiri dan pipi kanan Neneknya.


" Kamu dari mana Lang.., jam segini baru pulang, mana bau lagi belum mandi," ucap Nenek menjaili Gilang dan menutup hidungnya.


"Masa bau Nek, wangi gini kok," ucap Gilang mencium jawabannya dan mencium ketiaknya.


" Iya bau asem," ucap Nenek memijit hidungnya menjaili Gilang.


" Ih...Nenek, gemes deh...," ucap Gilang kembali mencium Neneknya dan memeluknya erat.


Azan Maghrib berkumandang, Gilang segera keluar darimana dan membersihkan tubuhnya kemudian melaksanakan shalat maghrib dan membaca ayat suci Al Quran. Gilang melihat ponselnya tidak ada panggilan atau Chat sama sekali dari calon istrinya. Hatinya bertanya-tanya mengapa Annisa tidak rindu sih padanya. Padahal Gilang sudah sangat rindu sekali. Baru saja 1 jam tidak bertemu, tetapi ibarat sudah satu tahun tidak bertemu dengan wanita pujaannya.


Gilang di panggil Mamanya makan Malam, dia pun menuju meja makan dengan kondisi lesu seperti tidak ada gairah hidup. Makannya pun terasa tidak bernafsu.


"Lang, kenapa makannya gak dihabisi?," ucap Mama Gilang yang melihat makan Gilang tidak seperti biasanya.


"Gak selera Ma," ucap Gilang yang hanya mengaduk-aduk nasi dalam piringnya.


" Kenapa?, kamu rindu sama Nisa ya kalau rindu, tinggal telpon saja," ucap Mama Gilang menggoda.


"Ih Mama ini, gaklah Ma...,"ucap Gilang yang berpura-pura.


"Alah jangan alasan kalau bukan mikiri Annisa, terus mikiri siapa?," ucap Mama Gilang.


" Mikiri Calon Istri Gilang lah Ma...," ucap Gilang yang memikirkan orang-orang sama dengan yang di tebak Mamanya.


Uhuk


Uhuk


"Sudah Ma, Gilang ke kamar dulu," Ucap Gilang Berpamitan kepada Mamanya.


Di dalam kamar, Gilang mengambil ponselnya dan menghubungi calon istrinya beralih ke Video Call.


"Assalamu'alaikum calon istriku?"


"Wa'alaikum salam calon Imamku,"


"Apa kabar Yang..."


" Sehat, Alhamdulillah,"


"Kakak rindu lho Dek...,"


"Baru aja jumpa, udah bilang rindu,"


"Adek gak rindu sama kakak?,"


" Gak, ini kan kita Bisa VC, jangan bucin Kak..., Kakak sudah dewasa, malu sama anak ABG,"


" Biarin, rindu itu berat lho Dek, Kakak gak akan kuat...,"


"Pandainya calon imamku ini merangkai kata- kata,"

__ADS_1


" Pandailah... Dek, Kakak udah gak sabar ingin meluk kamu untuk kawan tidur Kakak. Kamu sih Dek, kelamaan ngasih waktunya,"


" Ha...kan di ungkit lagi,"


" Iya...iya..., Dek...besok kakak sibuk mempersiapkan wisuda, mungkin kakak gak sempat datang ke rumah, kalau ada orang yang ngantar baju ke rumah, kamu terima ya...,"


" Iya Kak, udah ya kak, Nisa mau belajar, ada tugas kuliah yang harus di kumpul besok,"


"Perlu Kakak bantuin gak Dek, biar Kakak datang,"


" Gak usah Kak, Nisa juga bisa kok ngerjainnya sendiri,"


" Ya sudah, belajar yang bagus biar cepat selesai kuliahnya,"


" Iya Kak,"


" I love you Annisa Zakira Syaputri,"


"I love too"


" Assalamualaikum,"


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,"


Yesss..., Akhirnya Annisa mengucapkan kata cinta padaku. Emak...Gilang udah gak tahan mau cepat kawin mak...


Gilang jingkrak-jingkrak di kamar seperti orang kesurupan. Hatinya berbunga-bunga mendengar kata cinta dari calon istrinya. Gilang sudah tidak sabar menunggu hari wisuda 2 hari lagi, dia akan menghabiskan waktu berdua bersama calon istrinya. Di pandangi foto Annisa yang ada di ponselnya, dia berharap malam ini dia akan tidur memimpikan wanita pujaan Hatinya yang sudah membuat jiwanya tidak tenang bila berjauhan.


Dret...dret...dret...


Terpampang di ponsel atas nama Andre Resek.


" Hallo!, ada apa! loe ganggu gue!,"


"Woi jangan jerit-jerit, gue belum budek,"


"Terserah gue, ada perlu apa loe nelpon gue malam-malam,"


"Sementang Bos, suka hatinya aja kalau ngomong. Kita kumpul yok, udah lama kita gak nongkrong,"


"Males ah, hati gue lagi seneng, gue mau rebahan aja, capek keluyuran terus...,"


"Alah alasan, dasar bucin akut, ini ni orang yang gak pernah pacaran sekali jadian langsung gak bisa kemana-mana,"


"Terserah gue mau di rumah aja, emang loe masih jomblo!,"


" Biarin, gue yang jomblo kok loe yang sewot,"


"Gue doain lho jadian ama citra,"


"Bangsat loe, doai gue jadian ama si bunglon, huek...gak akan..., masih banyak cewek yang ngantri di luar sana,"


" Iya di luar sana banyak, tapi di hati loe gak ada, ha...ha...,"


klik

__ADS_1


Ponsel di matikan Gilang, dia merebahkan tubuhnya dan kembali memandangi foto idaman hatinya. setelah puas menatap foto, dia pun senyum-senyum sendiri.


__ADS_2