Teman Palsu

Teman Palsu
Emosi Toni


__ADS_3

"Toni, coba kau sebarkan Rekaman ini. Rupanya Dirga ingin bermain-main denganku. Belum tau dia siapa sebenarnya Yuda, " ucap Papa Gilang mulai emosi melihat rekaman Kejadian yang sebenarnya.


"Tuan, apa sebaiknya kita tunggu sampai saatnya tiba. Menurut penyelidikan yang kami dapat, Dirga akan mengadakan resepsi pernikahan dengan istri barunya satu minggu lagi,"ucap Toni menjelaskan kepada yuda.


"Apakah dia sudah menikah lagi???,"tanya Pak Yuda kepada Toni.


"Iya Tuan, kabarnya istri mudanya adalah sahabat dari Nona Annisa, Beliau yang telah merendahkan Nona dalam Video itu," Toni menerangkan kepada Tuannya, membuat alis Yuda terangkat mengingat sesuatu.


" Ya saya baru ingat, dua tahun yang lalu dia juga pernah menjebak saya, dasar bocah nakal, akan kamu rasakan apa yang kamu perbuat kepada keluarga Prayuda dan calon mantuku, Suami istri yangnlicik, tunggu saja waktunya, kalian akan mendapatkan kado pernikahan yang sangat istimewa," ucap Yuda dengan seringai liciknya ingin membalas dendam karena ketenangannya telah di ganggu dengan lawan Bisnisnya.


" Apakah Sudah kamu kerjakan yang aku suruh tentang rekaman yang menurunkan saham kita," tanya Pak Yuda kepada Toni.


" Sudah Tuan, saya pastikan tidak ada lagi berita beredar di sosial media," ucap Toni dengan percaya dirinya mencoba patuh dan menjalankan segala perintah Tuannya.


" Bagus,"ucap Yuda lega dengan senyummu yang merekah.


" Apakah kau tidak ingin liburan Toni???,"tanya Yuda kepada Toni karena siang malam selalu bekerja lemvur untuk keluarga Prayuda.


" Tidak Tuan, saya cukup senang bekerja setiap hari dengan Anda Tuan," ucap Toni dengan tenang.


"Baiklah, sudah waktunya kita makan siang, sebaiknya kita makan siang dulu," ucap Papa Gilang menutup laptopnya.


Yuda dan Toni segera keluar dari kantor dengan gagah dan sikap dinginnya, berjalan melewati para karyawan yang tidak berani menatap dan bersuara sedikit pun ketika mereka melintas.


Jantung seakan berpacu cepat apabila ketika Bos dan asisten pribadinya melintasi para karyawan. Para karyawan pun pura-pura mencari kesibukan ketika tidak sengaja bertemu pandang dengan Pak Yuda dan Toni. Mereka segera menghindar karena aura Yuda dan Toni sangat menakutkan untuk didekati.


Sampai di parkiran mereka langsung masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya menuju rumah makan. Ingin makan siang mengisi perut yang sudah terasa lapar.


*****


" Kak, sebaiknya Mama kita antar pulang aja Kak...," ucapku mengajak Kak Gilang untuk membawa Calon mertuaku.


" Iya kamu benar, Ayo bantu Kakak membangunkan Mama," ucap Gilang yang menggandeng tanganku menuju ruang pribadi Mama Kak Gilang.


Di ruang pribadi, Mama Gilang yang tidak tidur dan sedang memainkan pobselnya terkejut melihat begitu banyak komentar dari teman-teman Arisannya yang menghujat dirinya. Dia bingung apa penyebabnya sehingga teman-temannya mengirimkan pesan-pesan yang berisi komentar buruk tentang dirinya. Pikirannya kacau. Dia pun mencari hiburan sengaja membuka youtube.


Asik menscroll ponselnya, Tiba-tiba muncul berita yang menarik perhatiannya dan dalam video itu terlihat wajah dirinya yang menghina Sepasang suami istri di dalam butik miliknya.


Mama Gilang semakin pusing, obat yang telah di minumnya seakan tidak bereaksi. Kepalanya semakin mau pecah. Dia bingung siapa yang telah merekam kejadian tadi di dalam butiknya. Sehingga begitu cepat menyebar luas berita itu. Ini tidak bisa di biarkan bisa marah suaminya akibat berita ini. Dia pun mencari nomor suaminya dan langsung memanggil suaminya yang mendengar ponselnya berbunyi, dengan cepat diangkat.


" Hallo, Assalamu'alaikum, ada apa Sayang....,"

__ADS_1


" Wa'alaikum Salam Pa.., Papa sudah lihat berita hari ini Pa..., videonya itu tidak yang sebenarnya Pa, itu hanya separuh dari kejadian yang sebenarnya".


Mama Gilang sudah jujur duluan sebelum.


Papa Gilang akan menghakiminya.


" Kamu kenapa Ma..., coba tarik napas dulu Ma, baru keluarkan lagi,"


" Pa, mama minta maaf Pa..., Mama gk bermaksud mempermalukan keluarga Peryuda, Mama gak rela calon mantu kita di rendahkan, makanya Mama melawan pa...,"


" Iya papa tahu, Malah yang Mama lakukan itu adalah hal yang bagus, semua sudah di bereskan Toni, tapi tunggu dulu, Mama lihat berita itu dari mana?,


" Dari youtube Pa...,"


Tut, ponsel di matikan.


Brakk


" Toni!!!!!," teriak Yuda memanggil nama Toni karena berita itu masih bisa dilihat istrinya di youtube ponselnya.


Uhuk


Uhuk


" Toni!, kenapa masih ada berita itu tersebar, bukankah kau bilang sudah beres, apakah kau sudah bosan bekerja denganku," ucap Yuda menggertak Toni.


" Ha!!!," Toni terkejut mendengar perkataan Yuda tentang berita tersebut yang masih bisa di lihat oleh istrinya. Dia bingung mengapa berita itu masih bisa beredar, apakah ada anak buahnya yang berkhianat padanya?.


" Maaf Tuan, mungkin ada kesalahan , saya akan membereskannya, permisi," ucap Toni yang terburu-buru bertindak.


Toni dengan cepat meninggalkan Pak Yuda sendirian di rumah makan. Dengan perasaan kalut dia terus menelepon anak buahnya agar membereskan berita yang lagi Viral di sosial media hari ini. Emosi terlihat di wajah Toni, karena dia baru saja mendapat kabar yang di dapatnya dari mata-matanya. Ternyata anak buahnya ada yang berkhianat karena Dirga telah menjanjikan uang yang lebih banyak kepada Pengkhianat itu sehingga berita itu masih tersebar disosial media.


Toni menyetop sebuah taksi, dia segera menyelesaikan urusannya dan ingin berhadapan langsung dengan penghianat itu yang akan diberinya pelajaran yang setimpal, sampai penghianat itu tidak dapat kembali ke kota itu lagi dan mungkin Toni akan menghilangkannya dari muka bumi ini.


Di ruang pribadi butik


Mama Gilang sudah tenang karena dia sudah mendengar sendiri dari suaminya bahwa dirinya sudah mengetahui berita itu. Dengan wajahnya yang sembab dia pergi ke kamar mandi ingin membasuh wajahnya agar segar kembali.


Cklek!


" Ma!,ucap Gilang memanggil mamanya. gemericik suara air di kamar mandi mengadakan pandangan Gilangnkeraraj suara. Dia lega karena Mamanya tidak apa-apa, denga. santai Mma Gilang keluar dari kamar mandi. Alangkah terkwjutnyabdiri ya emlwihat Gilang dan diriku duduk diatas tempat tidur bersamaan menatap pintu kamar mandi.

__ADS_1


" Gilang, Nisa..., kalian sudah lama menunggu Mama..," ucap mama Gilang yang terkejut melihat anak dan calon menantunya di ruang pribadinya


" Ehemm, baru saja Mama, bagaimana keadaan Mama, apakah sudah baikan?," tanyaku kepada Mama Kak Gilang.


" Alhamdulillah, Mama sudah sedikit mendingan,"ucap Mama yang sendu dengan wajahnya yang masih terlihat sembab.


" Kepala Mama apakah masih sakit?, kalau masih sakit kepalanya, kita ke dokter saja Ma...," usul Gilang kepada Mamanya.


"Tidak usah, Mama Tidak apa-apa," ucap Mama Gilang yang tidak mau memikirkan penyakitnya.


" Ma sebaiknya kita pulang saja Ma..biar Mama bisa istirahat di rumah," ucap Gilang memberi pendapat agar Mamanya mau pulang.


" Iya Lang, mama semakin pusing di sini," ucap Mama Gilang yang kembali memijat dahinya.


Hari ini Mama Gilang cepat pulang dari butik. Karena keadaannya yan tidak memungkinkan, akhirnya mereka pulang ke rumah Mama Gilang.


Diriku menggandeng tangan Mama Gilang, yang sangat lemas. Mobil segera melaju di jalanan yang sangat ramai merayap.


Sampai di rumah mewah, Mang Amir segera membukakan pintu mobil untuk Mama Kak Gilang dan aku segera menuntunnya masuk ke dalam rumah.


" Sa..temani Mama ya di kamar," ucap Mama Gilang yang semakin menggandeng tanganku agar ikut bersamanya. Aku gugup ketika ingin masuk kembali. Sedangkan Gilang sudah sangat kesal karena niat hati ingin berduaan denganku, malah Mamanya saja yang bersama Annisa.


" Iya ma...," jawabku kepada Mama Gilang.


Aku menemani Mama Gilang sampai ke kamarnya. Sampai di kamarnya seperti tersihir dengan kemewahan kamar itu. Sungguh yang ada di kamar serba barang mewah dan barang mahal semua. Kalau kamarku tidak ada apa-apanya. Dikamar ini sungguh waw, indahnya susunan barang-barangnya terlihat rapi dan bersih.


Mama Gilang merebahkan tubuhnya dan tidak butuh lama, matanya pun terpejam. Aku ingin meninggalkan Mama Kak Gilang yang sudah tidur tetapi tanganku masih di genggamnya erat. Wajah Kak Gilang mengintip dari balik pintu, dia memanggilku pelan, aku langsung melangkah mendekat dirinya.


" Sa,"panggil Gilang dengan hati-hati takut Mamanya terbangun.


" Iya kak, ada apa?," jawabku yang penasaran.


"Ayo ikut Kakak," ajak Gilang kepada diriku yang sudah sangat lelah.


" Mau kemana Kita Kak," ucapku sedikit malas karena badanku juga lelah.


" Tenang saja kita akan ke taman,"tangan Gilang menggenggam tanganku dan menciumnya di depan para pelayan rumahnya. Mereka tersenyum melihat majikan mereka sudah terkena virus bucin.


Sungguh membuatku tersipu malu dan entahlah di perutku bagai berterbangan kupu-kupu cantik yang menemaniku ketika aku sedang dirayu dan terbuai akan sikap romantisnya.


******

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya...


__ADS_2