
Sinar matahari pagi begitu indah. Langit pun begitu cerah. Secerah suasana hati Laura pagi ini.
Saat terbangun dari tidurnya, Austin menyiapkan sarapan spesial untuknya. Austin juga memberikan rangkaian bunga mawar merah dengan kata-kata romantis dan manis yang tertulis dikartu yang tersemat di rangkaian bunga melambangkan cinta sejati itu.
"Kau sudah siap untuk berkeliling Maldives?", tanya Austin sambil memeluk tubuh istrinya di depan cermin berukuran besar dikamar mereka.
"Aku sudah siap Austin", jawab Laura yang terlihat sangat cantik dengan dress berbahan lembut selutut berwarna merah muda dengan bunga-bunga kecil. Laura terlihat segar dengan mengikat rambut hitamnya.
"Sayang... bolehkah hari ini kita tidak pergi kemana-mana? Aku ingin berkeliling di sekitar resort mu ini saja. Di sini sangat indah, semua tersaji di depan mata. Kenapa harus ketempat lain lagi", ujar Laura dengan antusias.
"Benarkah kau tidak ingin menjelajah tempat lainnya, Laura? Kau tidak ingin berselancar dan menyelam? Pemandangan bawah laut Maldives sangat indah".
"Sangat yakin sayang", jawab Laura tersenyum memberikan isyarat dengan jari tangannya.
"Aku juga tidak lihai berselancar, Austin. Apalagi kalau ombaknya terlalu besar, bisa-bisa aku akan menyulitkan mu", ucap Laura tersenyum.
"Alright. Sekarang kita turun. Aku akan memberikan private guide untuk pengunjung istimewa di AA hotel, Resort dan Spa ini", ucap Austin mengedipkan sebelah matanya dan mempersilakan Laura melangkah duluan.
Laura tertawa melihat suaminya itu. "Terimakasih tuan Austin Alexandre Dunan", ucap Laura sambil memeluk lengan Austin. Laura bergelayut manja pada Austin.
"Tunggu dulu. Apa AA itu artinya Austin Alexandre? Aku melihat juga merk itu di mobil kemarin".
__ADS_1
"Ya ampun kenapa aku tidak memikirkan nya ya", ucap Laura sambil menepuk keningnya sendiri.
Austin tersenyum melihatnya tingkah istrinya itu. Austin mendekatkan mulutnya ke telinga Laura. "Karena pemiliknya akan memberikan kejutan untuk wanita yang sangat di cintainya", bisik Austin membuat Laura tersenyum dan semakin bergelayut manja di lengan Austin.
*
Tempat pertama yang Austin ingin tunjukkan pada Laura yaitu kawasan hijau taman hutan rindang yang di lengkapi berbagai fasilitas untuk pasangan dewasa dan anak-anak. Di sana di terdapat beberapa penangkaran burung dan hewan lainnya khas Maladewa.
Austin menjelaskan wisata hutan itu untuk wisatawan yang membawa keluarga mereka. Berbeda dengan resort yang lebih di peruntukan untuk pasangan yang sedang di mabuk cinta seperti pasangan yang baru menikah dan ingin menikmati masa-masa terindah dalam hubungan dengan pasangan, seperti mereka yang sedang honey moon.
"Apa kau menyukai kawasan hijau ini?", tanya Austin berdiri di jalan setapak yang terbuat dari batu-batu alam.
"Tentu saja sayang, aku sangat menyukainya. Ternyata suami ku sangat keren, ia memiliki ide cemerlang untuk membuka kawasan seperti ini menjadi salah satu tempat wisata yang sangat indah", puji Laura pada Austin. Austin tersenyum mendengarnya.
Keduanya menyusuri jalan sambil bergandengan tangan. Austin dan Laura pasangan serasi. Kacamata hitam menghiasi wajah keduanya. Sementara Laura memakai topi lebar di atas kepalanya.
Sepanjang jalan Austin menjelaskan kawasan terindah yang ia miliki. Austin terlihat sangat tampan dengan kemeja putih dan kaca mata hitam yang bertengger di wajahnya.
Sebenarnya ketika laki-laki itu menjelaskan, Laura menyimak tetapi sesungguhnya wanita itu lebih fokus memperhatikan wajah tampan suaminya saja di balik kacamata hitamnya itu.
Menit berikutnya Austin mengajak Laura kembali melangkahkan kakinya menuju ujung jalan.
__ADS_1
Austin menggenggam erat tangan Laura menuju pagar pembatas di mana kemarin Laura membaca tulisan larangan masuk ke sana bagi siapapun.
Sekarang Laura membaca tulisan yang berbeda dari kemarin.
*AURA*
Iris bening Laura berkaca-kaca ketika membaca di bawah tulisan itu. Tertera hari dan tanggal pernikahan mereka.
"S-ayang...?"
Ucap Laura tidak bisa berkata-kata lagi. Laura menghambur kepelukan laki-laki yang sangat di cintainya itu. Menyandarkan wajahnya pada dada bidang suaminya.
"AURA gabungan nama kita. Aku anggap Maldives saksi cinta kita sayang. Dan rumah mungil ini salah satu tempat bersejarah kita", ucap Austin sambil memeluk tubuh istrinya.
"Apa kau menyukainya, hem?"
"Tentu saja aku menyukainya, Austin. Aku terharu. Kau sangat romantis sayang", ucap Laura sambil mengangkat wajahnya menatap Austin.
Austin mengecup mesra bibir Laura. "Sekarang ayo kita masuk ke dalam. Kau wanita pertama dan terakhir yang aku izinkan masuk ke tempat ini", ucap Austin begitu mendalam.
Laura begitu bahagia. Bahkan keduanya menghabiskan waktu seharian di sana memandang hamparan laut biru yang sangat luas di depan mata. Bahkan Laura sangat antusias bisa melihat dengan mata telanjang kondisi bawah laut dengan ikan-ikan kecil berwarna warni berenang di bawah rumah mungil tersebut. Kenangan manis yang tidak akan pernah di lupakan nya seumur hidupnya
__ADS_1
...***...
To be continue