
Dua minggu kemudian...
Tok
Tok
"Masuk!"
Seseorang membuka handle pintu ruang kerja Matteo.
"Weekend begini apa yang kau lakukan di kantor mu, Matte".
Tanpa menatap kearah pintu Matteo tahu yang datang adalah Dominic temannya.
"Seperti yang kau lihat, aku sedang bekerja", jawab Matteo.
"Kenapa kau menemui ku?"
"Pembuahan kau dan Angelica sudah berhasil di tanam di rahim gadis itu. Renata sejak dua minggu yang lalu sudah menjalankan tugasnya sebagai surrogate mother. Kenapa kau dan istri mu belum melihat Renata?", cerca Dominic seolah meminta penjelasan pada temannya Matteo sekaligus klien nya.
Matteo menghentikan pekerjaannya dan berjalan menuju lemari tempat berbagai minuman di dalam lemari kaca yang berada di samping meja kerjanya.
Laki-laki itu membawa sebotol wine kemeja sofa di mana Dominic duduk.
Matteo menuangkan wine ke gelas sloki yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Ada apa Matteo kenapa kau terlihat kacau. Bukannya seharusnya kau dan istri mu bahagia mendengar kabar yang aku sampaikan mengenai keberhasilan rahim Renata yang hamil calon anak kalian?", ujar Dominic menatap lekat wajah sahabatnya itu.
Terlihat Matteo mengusap wajahnya kasar.
"Entahlah..aku merasa bersalah pada Renata. Aku tidak tahu apakah benar aku menyewa rahimnya untuk hamil anak ku dan Angelica. Renata belum pernah memiliki anak. Sementara ia merasa berhutang pada ku karena aku telah membiayai pengobatan mamanya".
"Sudah sebulan sejak malam itu aku menahan diri untuk tidak menemuinya", ucap Matteo sambil menyesap wine kembali hingga tandas.
"Ada apa yang sebenarnya Matte?"
"Aku tidak tahu ada apa dengan ku, malam itu hampir saja aku mencium nya. Andai saja telpon dari mu itu tidak menyadarkan ku, entah apa yang akan terjadi selanjutnya di diantara aku dan Renata".
"Gadis itu sangat baik, polos dan selalu menjadi teman yang enak di ajak bicara", ucap Matteo sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa, menatap langit-langit ruang kerjanya. "Saat berbicara padanya, aku merasa sudah lama sekali mengenal nya", ujar Matteo dengan suara berat.
"Kau mencintai gadis itu, Matteo. Bagaimana dengan hubungan mu dan Angelica. Apa yang terjadi sebenarnya, Matteo?", tanya Dominic.
"Kau tahu Domi, dari dulu aku memegang prinsip menikah hanya satu kali dalam hidupku. Keluarga ku adalah keluarga kolot yang memegang teguh janji suci pernikahan. Tak ada perpisahan, apalagi perceraian", balas Matteo.
"Tapi bagaimana jika pernikahan itu tidak ditemukan lagi kebahagiaan, apa kau masih mau mempertahankan nya, Matte?"
"Entahlah... Beberapa bulan belakangan, perasaan yang aku miliki pada Angelica tidak ada lagi. Bahkan sekarang ia semakin jarang bersama ku dan aku tidak perduli lagi dengan apa yang dilakukannya di luar sana".
"Matte, kau terlalu percaya pada istri mu. Ia terlalu kerap meninggalkan mu bekerja di luar sana. Apa kau yakin istri mu tidak bermain-main dengan laki-laki lain?"
Matteo menatap tajam temannya Dominic. "Kita akan segera tahu..."
__ADS_1
Drt
Drt
Matteo mengambil handphone miliknya di atas meja kerjanya. Tertera nama Myria.
"Iya bibi? Ada apa?"
"Tuan nona Renata sakit. Ia mengalami morning sicknees parah. Dokter Regina sedang memeriksa nona Renata"
Terdengar suara Myria dari saluran telepon genggam milik Matteo.
Sesaat Matteo terdiam mendengar Myria mengabarkan Renata sakit.
Menit berikutnya..
"Aku segera ke sana", jawab Matteo sambil memutuskan panggilan telpon Myria. Wanita kepercayaan nya yang akan merawat Renata selama hamil.
Myria setiap hari menyampaikan kabar Renata pada Matteo sesuai perintah laki-laki itu. Bahkan Myria mengirimkan video Renata yang sedang berada di villa pada Matteo.
"Aku harus melihat Renata, kondisinya tidak baik", ujar Matteo pada Dominic.
"Oke.
"Matteo saran ku kau harus lebih meluangkan waktu mu bersama gadis itu. Hamil anak kalian adalah pengalaman pertama baginya sementara ia sendiri belum pernah menikah. Bisa kau bayangkan beratnya di posisi Renata. Hamil anak kalian seorang diri tanpa kau dan Angelica di sampingnya akan membuatnya stress dan ketakutan. Sekarang weekend temani lah Renata. Buat perasaan nya tenang. Sementara Angelica tidak bisa kau harapkan".
__ADS_1
...***...
To be continue