
"Aku harus kembali ke Toronto sekarang. Weekend kita kembali bertemu", ucap Matteo sambil mengusap lembut wajah Renata kemudian mengusap perut Renata dan mengecupnya.
"Sekarang daddy harus kembali bekerja, secepatnya kita akan bertemu lagi. Ingat...kau jangan menyulitkan mommy mu", ucap Matteo sambil mendaratkan ciumannya ke perut Renata.
"Rena...aku harus pergi sekarang", ujar Matteo memeluk pinggang Renata.
"Iya M-Matteo. Hati-hati di jalan", balas Renata tergagap sambil mengusap lembut dada bidang Matteo.
Matteo tersenyum mendengar Renata sudah belajar memanggil namanya tanpa embel-embel tuan lagi. "Begitu terdengar lebih baik", goda Matteo sambil mendaratkan sebuah ciuman di pipi Renata.
Menit berikutnya Matteo membalikkan badannya menuju mobil yang sudah siap. Terlihat Arnold sudah berdiri di samping mobil.
Sebelum mobil Matteo melaju, Renata melambaikan tangannya dan menatap mobil itu hingga lenyap dari pandangan matanya.
Senyuman menghiasi wajah putih mulus Renata. Gadis itu terlihat cantik dan polos saat rambut panjangnya di ikat acakan seperti sekarang.
Renata berjalan menuju kursi panjang tempatnya menghabiskan waktu berduaan dengan Matteo semalam.
Huhhh...
Gadis itu menghembuskan nafasnya sambil mengenadahkan kepalanya keatas dengan mata terpejam. "Tuan Matteo...aku mencintaimu", bisik Renata.
Perlahan jemari tangannya mengusap perutnya. "Selamanya kita akan bersama, sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu dengan wanita yang tidak bertanggungjawab walau wanita itu pemilik benih mu yang sebenarnya", ucap Renata lagi sambil mengelus perutnya.
*
"Selamat pagi tuan Matteo", sapa Evans dengan hormat begitu beberapa karyawan yang melihat kedatangan atasan mereka di lobby perusahaan.
"Apa saja jadwal ku siang ini, Evans?"
__ADS_1
"Satu jam lagi tuan ada meeting dengan perusahaan dari New York. Setelah jam istirahat dilanjutkan meeting dengan para direktur".
"Tunda meeting yang kedua, aku ingin kau memanggil istri ku ke kantor setelah jam makan".
"Jika Angelica menolak dengan alasan sibuk pemotretan. Beri ancaman padanya. Masih ada waktu satu jam untuk meeting, panggil Dominic kemari sekarang", perintah Matteo dengan tegas.
"Baik tuan. Tuan Dominic segera saya hubungi. Begitu juga istri anda".
*
Tok
Tok
"Masuk!"
Ceklek... Terlihat Rea membuka pintu ruang atasannya dan mempersilakan Dominic masuk.
"Ada apa kau memintaku menemui mu Matte?"
Matteo membuka laci meja kerjanya dan memberikan beberapa lembar foto pada Dominic.
"Aku ingin bercerai dengan Angelica, Domi. Secepatnya", ucap Matteo yakin.
Dominic melihat foto-foto syur itu. Laki-laki itu menggelengkan kepalanya kembali menatap Matteo. "Apa kau sudah yakin dengan keputusan mu?"
"Tentu saja. Kau sangat tahu aturan dalam pernikahan ku dan Angelica. Dia boleh berkarir atau pun menghabiskan waktu dengan temannya tapi aku tidak akan mentolerir perselingkuhan badan, Domi. Kau lihat sendiri perbuatan ja*ang itu di belakang ku", seru Matteo.
"Baik. Aku akan mengajukan gugatan cerai pada istri mu, secepatnya".
__ADS_1
"Aku ingin sekarang kau persiapkan semuanya Dominic! Aku tidak akan menunda-nunda lagi, semua bukti sudah kau punya".
"Tapi bagaimana dengan anak kalian yang di kandung Renata?"
"Semua baik saja. Aku percaya pada Renata ia akan menjaga dan merawat anak kami seperti anaknya sendiri. Sementara Angelica hingga detik ini tidak ada rasa sedikit pun pada benihnya sendiri. Itu sudah menunjukkan siapa dia sebenarnya", seru Matteo dengan tegas.
"Setelah jam istirahat, aku meminta Angelica datang kemari. Hari ini juga aku ingin kami berpisah. Meskipun pihak pengadilan belum memutuskan apapun, tapi aku ingin wanita itu angkat kaki dari rumah ku juga perusahaan dan bisnis ku lainnya"
Dominic menganggukkan kepalanya. "Aku segera mengaturnya Matte, kau tenanglah".
"Sejak lama aku memang tidak percaya dengan sikap manis wanita itu", ujar Dominic.
"Matte bagaimana dengan orang tua mu?"
"Bukan hal sulit, karena daddy dan mommy tidak pernah menyukai Angelica. Apalagi setelah tiga tahun pernikahan kami Lica belum juga hamil sementara ia selalu sibuk dengan pekerjaannya".
Matteo terlihat menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya sambil mengenadahkan kepalanya.
"Aku menginginkan Renata lebih dari sekedar ibu pengganti saja, Domi. Kau benar, aku mencintai nya. Kelembutan nya mampu membuatku jatuh hati padanya dalam waktu yang singkat. Aku benar-benar mencintai gadis itu".
"Ia bilang tidak mau berhubungan terlalu jauh pada ku, saat aku masih terikat pernikahan sah dengan Angelica. Renata tidak mau Angelica menganggap dialah penyebab hubungan kami kandas. Dan aku mengerti akan hal itu. Aku tidak akan membuat hidup Renata dan anakku dalam ancaman Angelica".
"Gadis itu baik Matteo. Aku akan selalu mendukung mu, teman", ucap Dominic tersenyum.
"Baiklah, sekarang aku harus mengerjakan tugas yang kau berikan pada ku. Dalam waktu satu jam berkas-berkas yang kau butuhkan beres", ujar Dominic beranjak dari tempat duduknya.
"Terimakasih teman. Aku tahu, kau sangat bisa ku andalkan..."
...***...
__ADS_1
To be continue