
Renata di temani kelly menunggu diruang keluarga. Sementara Laura sudah pamit pulang beberapa saat yang lalu, karena ia sudah terlalu lama meninggalkan putri nya Shawnita yang baru berusia delapan minggu.
"Rena, tenanglah. Kau dari tadi mondar mandir, apa kaki mu tidak pegal? Aku saja tidak bisa berdiri terlalu lama dengan perut seperti ini. Apalagi kau yang hamil kembar begitu. Perutmu sangat besar", ucap Kelly menegur temannya itu agar beristirahat, karena dari tadi Renata berdiri sambil mondar-mandir di depan Kelly.
"Kenapa mereka lama sekali sampainya Kelly. Jangan-jangan ada yang terjadi dengan mereka", balas Renata dengan muka panik.
"Ya ampun Renata. Matteo tidak sendirian dengan Zayn. Ada Domi, Austin dan body guard nya juga. Kau jangan kuatir. Apa kau tidak kasihan dengan calon bayi kembar mu itu? Dari sore tadi kau membuatnya panik, Rena. Tenanglah... Dominic kan sudah memberitahu, bahwa Zayn baik-baik saja. Jadi jangan buat dirimu stres begitu nanti berdampak tidak baik pada anak yang kau kandung".
Mendengar nasihat Kelly akhirnya Renata duduk juga. "Kau benar Kell, hari ini benar-benar membuatku panik ketakutan. Bahkan aku tidak tahu apa maksud orang yang menculik anak ku".
Tak lama berselang nampak seorang pelayan menghampiri Renata dan Kelly diruang keluarga. "Nona, tuan Matteo sudah datang", ucapnya dengan sopan.
Mendengar kabar yang dibawa pelayan tentu saja membuat Renata tersenyum bahagia. Ia dan Kelly yang sama-sama sedang hamil besar berdiri dari tempat duduk dan melangkah keluar rumah.
Renata tidak bisa menutupi rasa bahagianya saat melihat suaminya menggendong tubuh putranya yang sudah terlelap tidur.
Melihat Zayn sudah aman sekarang. Dominic, Kelly dan Austin pamit pulang. Karena hari sudah malam.
__ADS_1
Tentu saja Renata dan Matteo menyampaikan terimakasih pada temannya yang sudah membantu mereka.
*
Matteo memeluk tubuh istrinya dari belakang, sementara Renata mengusap lembut wajah lembut Zayn yang sedang terlelap tidur. Renata tak hentinya menciumi wajah menggemaskan putranya itu.
Hari ini adalah hari yang berat untuk nya. Dikejutkan dengan hilangnya Zayn. Tapi sekarang Renata bersyukur anaknya kembali dalam dekapannya dalam kondisi baik-baik saja tidak kurang suatu apapun.
Malam ini Renata ingin tidur bersama Zayn. Jadilah sekarang ketiganya tidur satu tempat tidur di kamar mereka. Zayn sudah terlelap saat sampai di rumah.
"Sayang...kau belum menceritakan kepada ku siapa sebenarnya yang tega melakukan penculikan ada anak kita".
"Apa?"
Mendengar nama itu sontak saja Renata terkejut. Dan ia langsung duduk menghadap suaminya. "Bagaimana bisa ia melakukannya, Matteo".
"Ia melakukannya karena ingin melihat Zayn, yang dianggap cucunya. Namun tenanglah Zayn di perlakukan dengan baik di rumah mereka. Saat aku datang Dorothy ibu Lica sedang mengurusi Zayn. Aku tahu Harry dan Dorothy tidak bermaksud menyakiti Zayn sayang. Mereka berkata yang sebenarnya, hanya ingin bertemu Zayn. Makanya aku tidak akan melakukan tuntutan hukuman apapun untuk Harry yang sudah membayar orang untuk membawa Zayn".
__ADS_1
"Sudah beberapa bulan Harry meminta orang mengawasi Zayn. Hingga ia mendapatkan kabar tentang ulang tahun Zayn yang akan di adakan besok. Ia juga mengetahui kondisi event organizer yang kita sewa, makanya ia membayar mantan pekerja yang mereka pecat itu melakukan aksinya", jawab Matteo memberikan penjelasan.
"Huhhh...Aku sangat ketakutan Matte. Jangan sampai hal seperti ini kita alami lagi".
"Aku tidak akan membiarkannya lagi. Keamanan akan aku tingkat kan. Aku tidak mau kecolongan seperti ini. Tapi aku memberikan izin pada mantan mertua ku, jika ingin bertemu Zayn mereka bisa datang kemari. Mereka hanya bertemu Zayn pada saat ada kita ada. Kau tidak keberatan kan?", tanya Matteo sambil menarik tangan istrinya agar masuk kepelukan nya.
Renata tersenyum. "Tentu saja aku tidak keberatan sayang jika mereka bermaksud baik. Apalagi mereka memang grandpa-gradma Zayn juga. Kau melakukan hal yang benar", jawab Renata bijak sambil mengusap lembut wajah suaminya.
Matteo mengecup lembut pucuk kepala istrinya. "Sekarang sebaiknya kita tidur. Kau harus istirahat. Untuk ulang tahun Zayn kita adakan sederhana saja. Kita adakan makan malam keluarga besok bersama teman dan keluarga terdekat saja".
"Iya sayang. Aku setuju dengan ide mu", jawab Renata memejamkan matanya. Sesaat kemudian nafasnya terdengar halus dan teratur dalam dekapan Matteo.
Matteo menatap wajah istrinya penuh cinta. Sementara tangannya mengusap lembut perut Renata yang sudah hamil trimester ketiga. Hanya beberapa bulan lagi anak kedua dan ketiga mereka lahir. Renata sudah di pastikan akan memberikan Matteo sepasang bayi kembar. Tentu saja Matteo sangat senang mengetahui nya.
"Aku sangat mencintaimu sayang", bisik Matteo sambil membenamkan wajahnya pada tengkuk Renata. Menikmati aroma lembut istrinya yang sangat di sukai nya".
...***...
__ADS_1
To be continue