
Satu bulan kemudian..
Pagi itu Renata dan Matteo sedang sarapan bersama di ruang makan ketika mendengar keributan di luar mansion mereka.
Suara seorang wanita berteriak hingga terdengar sampai ke dalam.
"Ada apa di luar, kenapa ribut sekali?", tanya Matteo pada pelayan yang lewat di dekat mereka.
"Ada wanita asing yang ingin menerobos masuk tuan. Ia mau bertemu dengan tuan dan nona", jawab pelayan itu.
"Wanita?", gumam Matteo tampak berpikir.
"Sayang, sebaiknya kau lihat saja", ucap Renata.
Matteo menaruh gelas yang ada di tangannya. Hendak berdiri, melihat apa yang terjadi di luar. Bahkan sekarang suara itu semakin berteriak memanggil namanya, juga Renata.
Namun saat itu terlihat kepala keamanan masuk kedalam rumah.
"Siapa yang berteriak diluar?", tanya Matteo.
"Nyonya Angelica tuan. Ia dan orang-orang nya memaksa masuk untuk bertemu anda".
Matteo mengetatkan rahangnya. Bahkan terdengar suara mengeram kesal dari mulutnya.
__ADS_1
"Berani sekali dia datang ke rumah ku", ketus Matteo berdiri. "Aku harus keluar. Sayang kau lanjutkan saja makan mu. Tidak perlu keluar rumah. Zayn juga, sebaiknya di dalam kamar saja jangan keluar", ucap Matteo.
"Aku sudah selesai makan, Matte. Aku akan ke kamar Zayn sekarang", jawab Renata berdiri.
Sementara Matteo keluar rumah melihat apa yang diinginkan mantan istri nya Angelica. Matteo tidak habis pikir wanita itu masih saja mengusik kehidupan nya.
*
"Matteo...aku ingin bertemu dengan anak ku", teriak Angelica di pinggir jalan. Tepatnya di dekat pos satpam mansion Matteo. Wanita itu terlihat membawa lima orang bodyguard bertubuh kekar.
Angelica masih seperti dirinya yang dulu, stylish dan glamor, bahkan di pagi hari wanita itu sudah dengan riasan wajah yang terang. Wanita itu memaksa hendak masuk kedalam halaman mansion Matteo dan Renata. Namun di halang orang-orang Matteo.
"Maaf nona Angelica, anda di larang mendekati kediaman bos kami, apalagi masuk ke dalam. Silahkan nona pergi sebelum bos kami mengusir anda!", ancam keamanan mansion Matteo dengan tegas.
Namun Angelica tak bergeming atau takut sedikitpun. Ia masih menantang dengan lantang bahkan berkacak pinggang. Saat melihat Matteo keluar dari dalam rumah, sontak Angelica hendak berlari masuk ke pekarangan. Namun tindakannya membuat beberapa orang Keamanan menarik tangannya. Silahkan bawa wanita ini pergi. Atau kami akan menindak kasar jika kalian membuat rusuh di kediaman tuan Matteo dan nona Renata!", tegas kepala keamanan.
"Usir wanita ini pergi dari rumah ku! Kau jangan coba-coba mencari masalah dengan ku lagi, Angelica. Atau aku akan menjebloskan mu lagi ke jeruji besi. Ingat...jika kau berani mengusik keluarga ku, aku pastikan kau akan membusuk di penjara selama nya!"
"Matte, aku hanya ingin bertemu anak ku saja. Aku tahu anak ku bernama Zayn kan. Kau jangan kejam Matteo, Zayn darah daging ku. Aku juga berhak atas anak ku bukan wanita itu!", teriak Angelica.
"Heh... sejak kapan kau punya hak atas anakku dan Renata hah?! Sejak awal kau tidak pernah menginginkan anak itu, yang kau inginkan hanya warisan ku. Ingat Angelica, kau tidak pernah dibutuhkan Zayn. Zayn, mendapatkan kasih sayang yang utuh dari ku dan Renata.
"Kita tidak memiliki hubungan apapun lagi. Silahkan kau pergi sebelum pengacara ku menuntut mu!"
__ADS_1
Angelica kembali memaksa masuk kedalam pekarangan mansion Matteo. Lima orang bodyguard nya ikut-ikutan ingin membantu bos-nya itu. Hingga terjadi perkelahian. Sementara tangan Angelica cengkeraman kuat oleh salah satu petugas keamanan.
"Bereskan semuanya! Aku tidak mau wanita itu mendekati rumah ku. Kalau dia masih nekat usir saja!", tegas Matteo sambil membalikkan badannya masuk kembali kedalam rumah.
"Matteo...semuanya belum berakhir. Aku akan mengambil milik ku. Kau dan wanita itu tidak layak bahagia. Aku tidak akan membuat hidup kalian tenang", umpat Angelica mengebu-gebu. Ia sangat kesal pada mantan suaminya.
*
Ceklek..
Matteo masuk ke kamar Zayn. Ternyata Renata sedang bermain bersama putra kesayangannya.
"Sayang apa yang diinginkan Angelica?"
Matteo bergabung bersama istrinya dan anaknya di atas tempat tidur. Matteo merebahkan tubuhnya sambil membawa Zayn keatas perut ratanya.
"Ingin bertemu Zayn. Tapi aku tidak akan pernah mengizinkan wanita itu bertemu anak ku, jika ia belum berubah sama sekali. Aku tidak akan mengambil resiko akan keselamatan putra ku".
"Yang aku lihat, Angelica belum berubah sama sekali. Ia tetap Angelica yang egois", ucap Matteo sambil bermain bersama Zayn.
Tapi sayang, suatu hari nanti Zayn tetap harus mengetahui bahwa ia lahir ke dunia ini melalui program surrogate mother. Aku harap kita lah yang harus menceritakan semuanya jangan sampai Zayn tahu dari orang lain", ujar Renata.
"Iya aku tahu. Jika waktunya nanti tiba aku akan menceritakan semuanya pada anak ku.."
__ADS_1
...***...
To be continue