THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
PERTENGKARAN


__ADS_3

"Beri aku waktu untuk memikirkan semuanya, sayang. Aku akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Aku di jebak. Ada yang ingin menjatuhkan karir ku. A-ku akan membuktikan semuanya dihadapan mu sayang. Beri aku waktu", ucap Angelica berkilah. Ia berusaha membujuk Matteo.


"Tidak ada lagi yang ingin aku dengar dari mu, Angelica!"


"Dominic... urus semuanya. Secepatnya! Aku ingin segera cerai dari wanita murahan ini!"


"Aku segera mengurusnya, Matte. Jika semua bukti sudah lengkap seperti ini aku pastikan prosesnya akan cepat kelar".


"TIDAK! Sayang kita tidak akan berpisah. Aku ingin kita terus bersama selamanya. Baiklah...Kau ingin anak? Aku akan memberikannya sayang. Anak yang akan lahir dari rahim ku. Kita tidak butuh ibu pengganti itu", ucap Angelica dengan pasti sambil bersimpuh di hadapan Matteo setengah memohon agar suaminya mengurungkan niat menceraikan dirinya.


Matteo yang memalingkan wajahnya karena enggan menatap Angelica seketika menghunuskan tatapan tajam pada wanita itu. Spontan tubuhnya berdiri.


"Ooh...jadi rahim mu rusak itu, hanya akal-akalan mu saja Angelica? Kau sengaja tidak mau melahirkan anak?", hardik Matteo dengan tatapan berkabut kebencian.


Angelica terdiam. Air matanya mengalir deras membasahi wajahnya. "Aku mohon Matteo, maafkan aku", ucapnya pelan.


Matteo terlihat menekan tombol interkom yang terhubung dengan asistennya.


"Datang keruangan ku sekarang!", perintah Matteo pada asistennya.

__ADS_1


"Kau ini sangat keterlaluan, Angelica. Sekarang kau bebas melakukan semuanya sesuka hati mu di luaran sana".


"Tidak mau. Aku tetap menjadi istri mu sayang. Aku janji akan berubah, dan mengikuti keinginan mu", ujar Angelica terisak, berdiri hendak memeluk tubuh Matteo yang terang-terangan menolaknya. Angelica berdiri terdiam setelah berkali-kali di tolak Matteo. Hanya terdengar isakan kecil dari mulutnya.


"Semuanya sudah terlambat Angelica, tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Aku bersyukur kau sendiri yang membuka kedok mu itu, tanpa harus aku cari tahu sendiri kebenaran nya", balas Matteo menatap tajam wanita yang pernah di cintai nya itu dengan tatapan muak.


Tok


Tok


"Masuk Evans", perintah Matteo ketika melihat asistennya yang datang.


"Usir wanita ini sekarang juga dari perusahaan ku. Ia tidak ada lagi hubungan dengan ku dan keluarga ku. Kau pastikan juga ia pergi dari rumah ku hari ini juga!"


"Baik tuan. Maaf nona Angelica anda harus segera pergi dari perusahaan tuan Matteo. Dan jangan sekali-kali menginjakkan kaki anda lagi kemari lagi", ucap Evans hendak mencengkram lengan Angelica agar segera keluar ruangan Matteo.


"Heii...jangan coba-coba menyentuhku, brengsek. Atau ku hancurkan hidup mu!", teriak Angelica.


"Dan kau Matteo Thomas... aku pastikan kau tidak akan bisa dengan mudah melenyapkan ku dari hidup mu", ancam Angelica.

__ADS_1


"Ingat... anak yang di kandung wanita itu milik ku. Kau tidak akan memilikinya jika kau tetap memaksakan kehendak mu padaku. Aku akan membuka rahasia mu pada semua orang bahwa kau menyewa rahim seorang wanita rendahan untuk mengandung anak mu", teriak Angelica mengebu-gebu.


Mendengar ancaman Angelica membuat Matteo berang. Jemari tangan Matteo mencengkram kuat leher Angelica. membuat wajah wanita itu memerah dan suaranya tercekat.


Dominic dan Evans saling bertukar pandang. Keduanya tidak tahu caranya meredam amarah Matteo yang terlihat sangat emosional.


"M-Mate S-akit.L-epaskan"


"Jangan coba-coba memancing amarah ku brengsek! Jangan coba-coba mengancam ku! Aku pastikan kau tidak akan melihat anak ku, kau tahu kenapa? Karena kau tidak pantas di sebut ibu!!"


"Usir la*ur ini dari hadapan ku sekarang juga", teriak Matteo kesal.


Evans segera memanggil keamanan kantor. Tidak butuh waktu yang lama, empat orang bertubuh kekar masuk keruangan Matteo dan menyeret Angelica yang berteriak histeris.


Teriakan wanita itu begitu menggelegar membuat suasana tenang kantor menjadi gaduh. Namun tak ada yang berani melihat apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk Rea sekertaris Matteo hanya bisa menerka-nerka saja sembari tetap melanjutkan pekerjaannya.


Saat hendak masuk ke dalam lift Angelica menghentak tangannya yang di cengkraman orang orang-orang suaminya.


"Aku ingatkan kalian, urusan kita belum selesai. Saat aku kembali ke perusahaan ini kalian berempat lah yang pertama kali harus pergi dari sini!!!", ancam Angelica menutup pintu lift dengan kasar.

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2