
"Matteo saran ku kau harus lebih meluangkan waktu mu bersama gadis itu. Hamil anak kalian adalah pengalaman pertama baginya sementara ia sendiri belum pernah menikah. Bisa kau bayangkan beratnya di posisi Renata. Hamil anak kalian seorang diri tanpa kau dan Angelica di sampingnya akan membuatnya stress dan ketakutan. Sekarang weekend temani lah Renata. Buat perasaan nya tenang, Matte. Sementara Angelica tidak bisa kau harapkan".
Kata-kata Dominic terngiang-ngiang di telinga Matteo. Pandangan mata Matteo menatap keluar jendela mobil yang di kendarai Arnold sopirnya dengan kecepatan sedang. Sesekali laki-laki itu melihat iPad nya.
"Arnold sebelum nya mampir ke toko buah terlebih dahulu", perintah Matteo.
"Baik tuan", jawab Arnold.
Matteo sengaja menjadikan villanya sebagai tempat tinggal Renata selama hamil. Suasana pegunungan yang sangat indah, di sana lebih tenang dan sejuk, sangat baik untuk beristirahat. Jauh dari kepadatan kota yang menimbulkan kepenatan.
Jarak dari ibu kota Toronto ke kampung yang di tujuh sekitar satu jam setengah perjalanan.
*
Mobil yang di kendarai Arnold sudah memasuki kawasan villa milik Matteo. Dulu Matteo sering mengajak keluarganya berkumpul di sana. Semenjak menikah dengan Angelica kebersamaan itu tak pernah lagi terulang.
Angelica tak menyukai pedesaan. Ia lebih suka berada di kota dan gemerlap malam.
"Tuan, kita sudah sampai".
Suara Arnold membuyarkan lamunan Matteo.
"Iya".
Arnold membukakan pintu untuk atasannya itu, kemudian membuka bagasi.
"Selamat siang tuan Matteo", sapa Myria yang berdiri di luar Villa menyambut kedatangan laki-laki itu. Myria tidak sendiri ia di dampingi semua pekerja yang ada di Villa.
__ADS_1
"Dokter Regina ada di kamar nona Renata", ucap Myria memberi Matteo.
"Bibi tempat kan di kamar yang mana?"
"Kamar tamu di lantai bawah, nak", jawab Myria saat semua pekerja lainnya pergi dan tinggal ia dan Matteo saja.
"Bibi Myria, aku langsung menemui dokter Regina sekarang".
Myria tersenyum mendengarnya. "Baik nak, bibi akan menyiapkan makan siang sekarang".
Matteo menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan Myria yang menatap punggungnya.
"Semoga kau menemukan kebahagiaan mu, nak. Bibi tahu kau sangat kesepian. Dengan memiliki anak semoga kau akan temukan kebahagiaan itu", ucap Myria membalikkan tubuhnya menuju pantry.
*
Sebulan lebih Matteo tak melihat wajah yang selalu tampak berseri itu secara langsung. Sekarang wajah itu nampak tirus dan pucat.
Saat melihat kedatangan Matteo, dokter Regina yang terlihat sedang memeriksa kondisi Renata yang sedang tertidur segera menghampirinya. "Maaf tuan, ada yang ingin saya bicarakan pada tuan dan istri tuan mengenai kondisi nona Renata", ujar dokter Regina terlihat serius.
Matteo menganggukkan kepalanya. "Ikut aku", jawab Matteo membalikkan tubuhnya diikuti Regina di belakangnya. Sementara seorang perawat tetap berada di kamar Renata.
Matteo mengajak dokter itu berbincang di ruang kerjanya yang terletak tepat di sebelah kamar Renata.
"Silahkan duduk".
"Terimakasih", jawab dokter Regina tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Renata dan anak ku?", tanya Matteo to the points ke inti masalah. Sepanjang perjalanan menuju Villa yang ada di kepalanya ingin cepat-cepat sampai dan mengetahui kondisi Renata juga janin yang di kandung nya.
"Begini tuan, nona Renata mengalami morning sicknees yang parah menyebabkan tubuhnya tidak bisa menyerap asupan nutrisi dengan baik karena muntah terus menerus".
"Pada dasarnya, wanita hamil di trimester pertama itu adalah wajar jika mengalami muntah dan mual di pagi hari. Namun, jika terlalu sering dan parah bisa berakibat pada daya tahan tubuh ibu hamil itu sendiri sementara janin yang dikandungnya baik-baik saja. Seperti pada kasus nona Renata ini. Janin yang di kandungnya dalam kondisi baik karena ia akan menyerap nutrisi dari tubuh sang ibu, tapi tubuh nona Renata begitu lemah", ujar dokter menjelaskan.
"Apa yang menyebabkan Renata bisa mengalami morning sicknees parah seperti itu?", tanya Matteo terlihat fokus memperhatikan ucapan dokter Regina.
"Bisa di sebabkan rasa cemas, takut yang akhirnya akan menimbulkan stress pada ibu hamil. Apalagi nona Renata belum berpengalaman".
"Dari awal sudah saya jelaskan pada istri tuan nona Angelica, jika ingin mengikuti program surrogate mother dan berhasil..baik tuan dan istri tuan harus terlibat langsung mengikuti tahapan kehamilan surrogate mother ini. Hal seperti itu bukan saja akan mendekatkan orang tua pemilik janin yang di kandung tapi dapat membantu juga pihak yang menyewakan rahimnya, dalam hal ini yaitu nona Renata agar merasa nyaman", ujar dokter Regina menjelaskan dengan rinci yang harus di lakukan Matteo dan Angelica pada Renata sebagai pihak kedua yang membantu mereka mendapatkan keturunan.
Matteo menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi seraya berpikir sejenak.
"Apa yang sebaiknya saya lakukan agar Renata segera membaik?"
"Temani dia. Ikut dalam situasi yang Renata alami selama ia mengandung. Buatlah hatinya tenang, berikan usapan lembut pada perutnya yang dapat membuat wanita hamil merasa damai. Karena mengandung pengalaman pertama nona Renata. Saya sangat tahu rasanya hamil untuk pertama kalinya, tuan Matteo. Sebagian wanita, mengandung untuk yang pertama kalinya pasti akan mengalami rasa takut dan cemas. Tugas anda dan nona Angelica membuat ibu pengganti ini, jiwanya tenang agar berdampak baik pada janin yang di kandung nya. Anak tuan", Ucap dokter Regina dengan gamblang.
Kata-kata itu seketika membuat perasaan Matteo dihujani rasa bersalah. Perlahan jemari tangannya mengusap kasar wajahnya.
"Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan padanya..."
...***...
To be continue
MAAF SLOW UPDATE YA 🙏 SEMUA DILUAR KEMAMPUAN AUTHOR KARENA KENDALA REVIEW DARI PIHAK NT. SEMOGA MENGERTI 🙏
__ADS_1