
"Amanda berhenti lah membuat diri mu malu seperti itu", hardik Dunan yang berdiri dari tempat duduknya. Sementara Amanda mendekati Laura.
Dengan sigap Austin menutupi Laura. Ia tidak mau Amanda berbuat nekat mencelakai Laura.
"Wow...Ternyata kau sekarang memiliki pelindung ya", ketus Amanda dengan sarkas.
"Kau wanita gila, Amanda!", balas Austin. Kedua manik laki-laki itu menatap tajam Amanda.
Beberapa saat, setelah mengetahui ada keributan di ballroom terlihat keamanan hotel maupun beberapa orang Austin masuk ke dalam ruangan itu.
Melihat keamanan dan orang-orang Austin yang hendak menghentikan nya membuat Amanda semakin emosi. Wanita itu semakin nekat mengambil pistol genggam dari dalam tasnya.
Tentu saja perbuatan Amanda itu membuat semua orang panik.
Matteo meminta Kelly membawa Renata keluar ruangan. Mencari tempat aman. Begitu juga Connors, ia meminta istrinya membawa kedua putra mereka keluar mencari tempat aman.
Sementara Connors terlihat berjalan mendekati posisi Amanda. "Mah... hentikan! Mama semakin menambah masalah baru jika terjadi apa-apa di sini".
"Kau bodoh Connors. Wanita itu merusak nama baik mu", teriak Amanda sambil mengacungkan pistol berukuran kecil itu ke arah Laura dan Austin.
Tubuh Laura gemetaran meremas tuxedo Austin. Ia tidak menyangka Amanda senekat itu.
"Tenangkan diri mu nyonya Amanda. Semuanya bisa di bicarakan baik-baik. Jangan membuat keributan disini apalagi sampai melukai orang kau bisa diancam kurungan penjara yang lama", ujar Dominic menenangkan Amanda.
"Enak saja memenjarakan aku. Wanita itu yang layak di penjara. Ia mengacaukan semua urusanku", teriak Amanda semakin histeris dengan mengacungkan senjata api kearah Dominic kemudian beralih lagi mengacungkan pistol nya ke arah Austin dan Laura.
Detik berikutnya...
__ADS_1
"Mah...hentikan!! Mama bisa mencelakai semua orang di sini, termasuk cucu-cucu mama sendiri"
Connors berhasil menahan tangan mamanya agar tidak mengarah kan pistol kepada siapa pun. Tapi Amanda berusaha mempertahankan posisi tangannya itu.
DORRR..
Semuanya berteriak mendengar suara tembakan tersebut. Termasuk yang ada di luar kembali masuk. melihat apa yang terjadi.
"M-mah..."
"Connors... Connors. Kenapa kau menghentikan mama. Kenapa kau berkorban untuk wanita itu Connors", teriak Amanda histeris memangku kepala Connors yang terkapar di lantai.
Stephanie yang melihat suaminya terkapar dan bersimbah darah di perut bagian kanan tak bisa menguasai dirinya lagi. "Connors..."
Stephanie menggenggam erat jemari tangan Connors dan mengusap keringat yang membasahi kening suaminya itu. Wanita itu menangis sejadi-jadinya melihat Connors menjadi korban mamanya sendiri. Sementara Harry dan Ed berdiri di belakang Stephanie menatap sang ayah. Connors menatap Harry dan Ed bergantian sebelum kedua matanya terpejam.
"Connors...bangun sayang. Jangan tinggalkan aku dan anak-anak!" Stephanie terisak.
"Pa, apa papa sangat kesakitan?", tanya Kimberly panik. Dunan tak merespon nya.
"Kimmy..?"
Kimberly menolehkan kepalanya menatap laki-laki yang sedang dekat dengan nya. "Lexy...untung kau datang bersama tepat waktu bersama Andy. Bantu papa ku Lex, ia kesakitan".
"Alat-alat ku ada di mobil. Aku ambil sebentar. Kau buka kancing kemeja papa mu agar ia lega".
"Iya". Kimberly segera mengikuti arahan Lexy. Laki-laki muda yang berprofesi sebagai seorang dokter internis.
__ADS_1
Sementara teman Lexy langsung memberikan pertolongan kepada Connors. Ia melepaskan tuxedo Connors dan menekan luka tembak agar darahnya berhenti.
Lexy yang kembali segera Ia memberikan tas Andy. Kemudian Lexy memeriksa Dunan. Beruntung keduanya baru pulang praktek jadi alat-alat kedokteran masih di bawa di dalam mobil.
Beberapa menit kemudian terlihat petugas medis datang membawa tandu. Segera memindahkan tubuh Connors yang tidak sadarkan diri ke atasnya. Beruntung darah sudah berhasil di hentikan Andy.
Saat Connors hendak di masukkan ke mobil ambulans, Stephanie ikut bersamanya sedangkan Harry dan Ed dan pengasuhnya akan bersama Kimberly. Stephanie setia menemani Connors, menggenggam erat jemari tangan suaminya dan mengusap lembut wajah yang semakin pucat itu.
"Sayang bertahanlah. Malam ini adalah malam terindah dalam hidupku dan anak-anak ku. Kami mencintai mu sayang. Sangat", ucap Stephanie sambil mengecup jemari tangan Connors.
"A-ku sangat mencintai mu, Connors. Kau akan selalu ada di hatiku. Sampai kapanpun. Kau tahu, akhirnya Tuhan mengabulkan doa ku selama ini. Ia memberikan kebahagiaan itu untuk ku dan anak-anak ku malam ini. Kau menunjukkan sayang mu untuk kami, Connors. Walau pun hanya sesaat, tapi sungguh berarti bagi ku, Harry dan Ed", bisik Stephanie di telinga Connors yang terpejam.
Amanda hendak masuk ke ambulans juga di bagian depan namun ia dicegat polisi. Wanita itu sempat menolak keras ketika petugas hendak membawanya ke dalam mobil polisi. Namun pada akhirnya ia di paksa masuk.
*
Dunan meminta pernikahan Austin tetap di lanjutkan, meskipun sebelumnya terjadi keributan yang di buat oleh Amanda dan melukai Connors putranya sendiri.
Walaupun sebenarnya Austin dan Laura tidak keberatan jika pernikahan mereka di tunda karena kejadian barusan yang membuat syok juga melihat kondisi ayahnya.
Tetapi Dunan bersikeras agar pernikahan itu tetap dilaksanakan malam ini juga. Setelah bertanya dengan Lexy tentang kondisi Dunan yang menurut Lexy hanya butuh oksigen saja. Jantung Dunan mengalami syok yang mengakibatkan Dunan sesak.
Akhirnya Austin dan Laura tetap melanjutkan pernikahan dalam suasana khidmat.
Saat ini keduanya berciuman mesra setelah dinyatakan menjadi pasangan suami istri.
...***...
__ADS_1
To be continue
Mumpung hari Senin, kirim VOTE ya 🙏