THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
BAHAGIA MELIHAT KEHIDUPAN MATTEO RENATA


__ADS_3



Renata menuangkan cokelat hangat ke dalam gelas.


Wajahnya yang terlihat lebih berisi itu tersenyum melihat Matteo sudah tampan dengan pakaian kerja yang disiapkan nya sebelum turun tadi.


"Rena, apa yang kau kerjakan. Kau harus lebih banyak istirahat sekarang. Hanya tinggal menunggu waktunya saja kau melahirkan", ucap Matteo meminta istrinya untuk duduk saja biarkan pelayan yang menyiapkan semuanya.


Renata tersenyum mendengar perkataan suaminya yang sangat kuatir itu. "Istri mu akan baik-baik saja sayang. Aku tidak mau kau kekurangan kasih sayang ku meskipun aku sedang hamil seperti sekarang".


Matteo mengusap lembut perut Renata yang terlihat semakin membesar dan tonjolannya nampak lebih menurun. "Saat anak kita sudah besar dan bisa di tinggal, aku ingin mengajak mu berbulan madu, Rena".


"Sebenarnya saat usia kandungan mu aman, aku sudah konsultasi dengan dokter Regina untuk mengajak mu terbang. Tapi menurut dokter sebaiknya jangan, mengingat kau pernah mengalami flek. Makanya semuanya aku batalkan", ucap Matteo sambil menyesap minumannya.


"Negara mana yang ingin kau kunjungi, hem?"


Renata tersenyum mendengar perkataan suaminya. "Sayang tidak mungkin kita meninggalkan anak kita bersama pengasuhnya kan. Lagian sempat-sempatnya kau memikirkan bulan madu kita di saat seperti ini. Bahkan anak kita belum lahir begini", jawab Renata sambil mengusap wajah tampan Matteo.

__ADS_1


"Iya. Tapi aku juga ingin segera memiliki anak dari mu sayang. Anak kita. Sel telur yang berasal dari mu dan aku, kita berdua", ucap Matteo menatap lekat wajah cantik Renata.


"Iya sayang, aku juga menginginkan anak ku dengan mu. Tapi aku juga akan selalu menyayangi anak ini, walaupun aku hanya mengandungnya saja. Bagiku anak ini akan selalu menjadi buah cinta kita Matteo. Aku tidak akan pernah melupakan karena anak ini lah kita bertemu. Karena ia, kita bisa bersama sayang", ucap Renata tersenyum bahagia sambil mengusap perutnya.


Matteo mengecup wajah Renata.


"Apa kau tidak penasaran jenis kelaminnya, hem?"


Renata menatap Matteo. "Bagaimana kalau perempuan saja? Kami akan kompak", ujar Renata tersenyum.


"Laki-laki saja. Adiknya baru perempuan", balas Matteo sambil mengusap perut istrinya.


Renata tersenyum. Ia dan Matteo memang selalu menebak-nebak jenis anak mereka. Karena baik Matteo maupun Renata tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak yang sebentar lagi nongol di dunia. Biarlah menjadi kejutan bagi keduanya dan keluarga mereka.


"Kau belum pergi ke kantor, Matte?", ucap Thomas yang baru saja masuk ke dalam mansion Matteo.


"Belum dad", jawab Matteo memeluk Thomas dan Zaneta bergantian. Begitupun Renata memeluk hangat mertuanya itu.


"Tumben mommy dan daddy berkunjung pagi-pagi begini", ucap Matteo sambil mengajak kedua orangtuanya duduk dan menikmati sarapan bersama ia dan Renata.

__ADS_1


"Ini semua karena mommy mu selalu merengek minta di antar menemui Renata", jawab Thomas tersenyum.


"Mom terpikir dengan kandungan Renata, yang hanya menunggu harinya saja sayang. Mommy ingat dulu saat mengandung mu di saat seperti ini sangat gugup menghadapi persalinan. Makanya mulai hari ini mommy dan daddy akan menemani istri mu saat kau bekerja", ucap Zaneta tersenyum.


Renata dan Matteo tersenyum mendengarnya. Tentu saja keduanya senang.


Matteo menggenggam jemari tangan istrinya. "Aku lebih tenang sekarang. Saat fokus bekerja tidak akan gusar memikirkan mu, sayang".


"Terimakasih mommy daddy", ucap Renata tersenyum.


"Hm, baiklah... sekarang aku harus pergi bekerja, karena pagi ini aku ada meeting", ucap Matteo berdiri. "Daddy dan mommy lanjutkan saja sarapannya".


Masih di depan meja makan, Renata merapikan pakaian kerja dan dasi Matteo. Sebelum pergi Matteo tak ketinggalan mengecup lembut kening Renata. Keduanya sangat saling mencintai dan menghormati sebagai pasangan suami-istri.


Semuanya tak luput dari perhatian Zaneta dan Thomas. Keduanya tersenyum melihat kebahagiaan putra mereka Matteo bersama Renata.


"Aku senang sekali melihat kehidupan anak kita sekarang. Matteo benar-benar bahagia bersama Renata", ucap Zaneta menatap suaminya.


"Iya. Mereka mengingatkan kita beberapa tahun yang lalu. Renata sama persis seperti mu kala itu. Hm...hanya wanita seperti itulah yang akan membuat kehidupan rumah tangga harmonis dan bahagia. Istri seperti itulah yang membuat suami ingin cepat- cepat pulang kerumah", ucap Thomas sambil menggenggam jemari istrinya yang selalu setia mendampinginya dan Matteo.

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2