THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
(VISUAL)


__ADS_3





Renata : 25 tahun


Matteo : 32 tahun


Angelica : 25 tahun


Dominic : 33 tahun


Semoga suka dengan visual yang author tampilkan. Jika tidak suka, silahkan dengan Ekspektasi masing-masing ya. Bebas menghalu kok nggak bayar juga 😀


...***...


"Renata... sebenarnya apa yang kau lakukan dengan bos besar, kenapa kau sering sekali bersama tuan Matteo dan istrinya? Kau juga sering menghilang saat jam kerja", tanya Kelly ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya pada sahabat nya itu.


Renata yang sedang membersihkan meja, menatap teman baiknya itu sekilas. "Tidak ada apa Kel, semuanya baik-baik saja kok".


"Huhh... sepertinya kau akan segera naik jabatan Rena, teman-teman yang lain juga mengatakan seperti itu. Tapi tenang, kami semua akan terus mendukung mu Rena. Walaupun kau karyawan baru tapi semua orang tahu kau baik dan pekerjaan mu selalu memuaskan tak jarang nona Laura menjadikan mu contoh. Aku salut pada mu teman", ujar Kelly tulus.


"Renata ...hentikan pekerjaan mu sekarang, biarkan Kelly yang menyelesaikan nya. Kau rapikan diri mu dan antar kan pesanan ke rooftop sekarang juga. Tamu itu sangat penting jadi kau jangan buat masalah", perintah Laura serius.


Renata segera menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Baik nona", jawab nya.

__ADS_1


Renata pun mengikuti perintah bos nya. Merapikan dirinya di depan cermin dan sedikit menyemprotkan parfum beraroma lembut.


Sekilas ia menatap jam tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Kebetulan hari ini Renata mendapatkan shift malam. Biasanya ia pulang saat cafe tutup sekitar pukul sepuluh malam.


Setelah dari pagi hingga siang ia bersama Matteo dan Angelica mengurusi keperluan surrogate mother yang melibatkan nya bersama pasangan Matteo dan Angelica, kemudian Renata pulang kerumahnya. Istirahat sebentar sebelum datang ke cafe tempatnya bekerja.


"Rena, pesanan rooftop sudah siap!".


"Baik Jo, aku segera mengantarkan nya", jawab Renata sambil menata di atas meja dorong karena pesanan itu cukup banyak. Mungkin untuk 4-5 orang pikir Renata.


Renata mendorong meja dan masuk ke dalam lift khusus.


Ting..


Renata keluar lift dan mendorong meja roda yang tertata semua menu pesanan tamu tersebut.


Renata mengedarkan pandangan matanya ke seluruh meja yang tertata rapi, tidak ada siapa pun disana. Renata merasa aneh kenapa rooftop sepi pengunjung padahal weekend begini. Biasanya tempat ini paling banyak di pilih oleh pasangan kekasih, karena suasananya sangat romantis dengan suasana malam dan lampu yang terlihat temaram apalagi jika memilih di bagian taman, suasananya akan semakin intim.


"Kemari! Antar kemari Renata"


Renata mengerjapkan netra menangkap sosok laki-laki yang sangat dikenalnya beberapa hari belakangan ini. "Tuan Matteo?"


Matteo berdiri di pagar besi membelakangi Renata, menatap lurus ke depan. Entah apa yang di lihatnya.


Renata menata makanan di atas meja yang sudah terpasang lilin-lilin beraroma lembut wangi bunga mawar yang begitu romantis.


Sesaat kemudian..


"Sudah siap tuan, selamat menikmati makan malam tuan. Jika tuan membut...

__ADS_1


"Temani aku makan Rena", sela Matteo memotong ucapan Renata. Laki-laki itu membalikan badannya menghampiri Renata yang berdiam diri mematung dengan mulut terbuka. Matteo membuka kan kursi untuk nya.


Renata melebarkan kedua mata indahnya. Gadis itu ingat dengan kata-kata Laura, Tamu sangat penting jadi kau jangan buat masalah!"


Ternyata tuan Matteo yang di maksud nona Laura tamu penting itu, batin Renata.


"B-Baik tuan", jawab Renata terdengar lembut ditelinga. Gadis itu duduk, begitu juga dengan Matteo duduk dihadapannya.


"Apakah tuan sendirian, tidak bersama istri anda nona Angelica?"


"Tidak. Istri ku sibuk dengan pekerjaannya Rena", jawab Matteo.


"Dari banyak hidangan ini, kau merekomendasikan yang mana yang harus aku coba pertama kali?", tanya Matteo menatap wajah cantik Renata.


Entah lah .. Matteo sangat suka menatap wajah polos gadis itu saat bertemu dengan nya. Renata tidak pernah berlebihan berhias karena Renata lebih nyaman dengan makeup tipis saja setiap kali beraktivitas. Hal yang sangat berbeda dengan istrinya Angelica selalu memilih riasan wajah yang berlebihan seperti para model pada umumnya.


"Kalau saya akan memilih hidangan pembuka Crostini tuan. Roti panggang beraroma khas Italia dengan topping potongan buah strawberry dan di tambahkan krim diatasnya. Menurut ku rasanya sangat enak dan segar", jawab Renata terlihat antusias sekali menjelaskan tentang hidangan yang ada di atas meja. Renata mengambilkan sepotong Crostini, menaruh nya keatas piring porselin berukuran kecil dan memberikan nya pada Matteo.



Matteo mengambilnya dan langsung memakannya. Terlihat ia sangat menikmatinya. "Not bad", ucapnya singkat.


Renata tersenyum melihat bos-nya itu terlihat sangat menyukai pilihan nya.


...***...


To be continue


SWEET² DIKIT DULU LAH YA. SEMOGA SUKA.

__ADS_1


JANGAN LUPA BAGI VOTE DONG🙏


__ADS_2