THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
TIDAK ADA TEMPAT BAGI PENGKHIANATAN


__ADS_3

"Brengsek..


"Brengsekk..


"Brengsekkk..


"Sialan kau Matteo. Aku akan membalas mu. Kau akan tahu berhadapan dengan Angelica Carolina", teriak Angelica sambil memukul-mukul setir mobil miliknya yang masih berada di parkiran khusus perusahaan Matteo.


"Bagaimana bisa laki-laki itu mendapatkan foto-foto ku. A-tau jangan-jangan Matteo menyuruh orang memata-matai ku?!".


"Shitt...Kenapa tidak pernah terpikirkan oleh ku selama ini", gumam Angelica kesal atas keteledoran dirinya.


"Aku harus mencari cara mendapatkan flashdisk foto itu, aku tidak mau sampai Matteo membuktikan ucapannya untuk menyerahkan bukti pada orang-orang. Aku harus menyelamatkan karir ku", ucap Angelica geram.


"Jika aku hancur, kau juga hancur Matteo. Jika aku kau permalukan di depan umum, kau pun harus ku permalukan. Kita lihat siapa yang akan memohon setelah ini. Brengsekk!"


Dengan perasaan marah Angelica melajukan mobilnya keluar area perusahaan Matteo. Yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya. Namun Angelica tidak akan menyerah begitu saja sebelum mendapatkan haknya sebagai istri Matteo. Minimal separuh harta kekayaan suaminya itu harus berada di tangannya.


*


Matteo memijat pelipisnya. Emosi yang dirasakannya masih begitu membuncah menguasai dirinya.


Dominic dan Evans masih bersamanya.


"Aku tidak menyangka Angelica sejahat itu. Bahkan wanita ia membohongi ku tentang rahim nya yang rusak. Ternyata dia sangat jahat, lebih jahat dari yang aku pikirkan".


"Bahkan ia membayar dokter dan perawat yang merawatnya saat kecelakaan yang dialaminya di Manhattan setahun yang lalu".

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak mengenali Angelica, istri ku sendiri. Wanita yang ku nikahi tiga tahun yang lalu", ucap Matteo menyesali kebodohannya yang terlalu percaya dengan perkataan yang di sampai kan teman-teman istrinya waktu itu.


Dominic dan Evans saling bertukar pandang.


"Kau masih beruntung, kedok istri mu terbuka sekarang Matte. Coba kalau tidak terkuak, kau akan hidup dengan seorang psikopat selamanya", ucap Dominic.


Mendengar kata-kata Dominic yang menyebut psikopat membuat Matteo memikirkan banyak hal.


"Evans... hubungi keamanan di villa ku, perketat penjagaan di sana", perintah Matteo. Yang ada di kepalanya saat ini keamanan Renata dan kandungan nya yang masih sangat muda. Matteo tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada keduanya.


"Baik tuan. Sekarang juga saya menghubungi keamanan di villa tuan", jawab Evans permisi keluar ruangan Matteo.


Setelah Evans menutup pintu, Matteo menyadarkan punggungnya.


"Kau harus memberi tahu orang tua mu, Matte. Jangan sampai mereka mendengar perpisahan mu dengan Lica dari pemberitaan di luar", ucap Dominic memberikan saran.


"Aku akan selalu ada untukmu teman jika kau membutuhkan bantuan ku. Termasuk jika kau membutuhkan aku sebagai saksi pengakuan istri mu yang telah merekayasa dengan sengaja mengatakan rahimnya rusak dan tidak bisa hamil", ujar Dominic sungguh-sungguh.


"Terimakasih Dominic. Aku tahu kau selalu bisa di andalkan".


*


"Matteo benar-benar brengsek, bahkan ia mengganti password brankas ini", ucap Angelica kesal.


"Ternyata ia sudah merencanakan semuanya. Kau benar-benar brengsek Matteo Thomas!"


Angelica sangat kesal saat hendak mengambil uang dan perhiasan miliknya, hadiah dari Matteo di brankas yang ada di kamar mereka brankas itu tidak bisa terbuka. Sudah beberapa kali Angelica mengutak-atik password yang ada dipikirannya tetap saja tidak berhasil.

__ADS_1


Tok


Tok


Ceklek...


Terlihat seorang pelayan wanita berdiri didepan pintu.


"Maaf nona Angelica, nona harus pergi sekarang juga. Atau kalau tidak tuan Evans dan keamanan akan mengusir anda, nona", ucap pelayan itu terlihat sangat berani memperingatkan Angelica yang sudah lama berada si dalam kamar.


"Hei...siapa kau berani mengatur ku pemilik mansion ini hah! Kau lupa siapa yang memberi mu makan enak, hah?", ucap Angélica dengan intonasi keras.


"Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah tuan Matteo, pemilik sah mansion ini. Dan yang memberi kami para pekerja makan dan gaji yang seperti nona bilang tadi", jawab pelayan dengan jelas.


"Brengsek kau, sudah berani menjawab ku..."


Angelica hendak melayangkan tangannya pada wajah pelayan itu tapi tangannya di cekal Evans dengan keras.


"Lepaskan! Aku akan memberi pelajaran pada pelayan kampungan ini", teriak Angelica kesal.


"Anda jangan membuat keributan nona. Bawa nona ini keluar mansion. Jalankan tugas kalian sesuai perintah tuan Matteo", tegas Evans pada pekerja.


"Brengsek kalian semua. Aku tidak akan tinggal diam saat semua ini jadi milik ku, kalian akan jadi pengangguran!"


...***...


To be continue

__ADS_1


Jika ada typo nanti author revisi ya, harap maklum lagi otw. Buru-buru up sekarang, krn malam nanti nggak bisa pegang handphone 🤚🙏


__ADS_2