
"Nyonya Sophia, hanya mengalami syok saja. Jantungnya tidak anfal. Sekarang nyonya Sophia sengaja di tidur kan, untuk menenangkan perasaan nya", ucap dokter Ana yang langsung datang memeriksa kondisi Sophia saat di hubungi Renata beberapa saat yang lalu.
"Mama mu, baik-baik saja Rena. Tidak perlu di bawa ke rumah sakit. Tapi untuk sementara waktu jangan membuatnya banyak pikiran dulu", ucap dokter Ana sebelum pamit pulang.
Setelah dokter pulang Renata duduk di tepi tempat tidur sambil menggenggam erat jemari tangan Sophia. "Mama...maafkan Rena mah. Rena yang membuat mama tersakiti seperti ini", ucap Renata sedih.
Saat ini dikamar itu hanya Renata dan Sophia saja yang tergolek lemah di atas tempat tidur. Sementara Matteo sedang berbicara dengan Dominic di ruang kerja.
*
"Aku ingin Angelica dan dua orang pria tadi mendekam di penjara, sesuai dengan hukuman penganiayaan yang berlaku, Domi".
"Aku tidak mau wanita gila itu hanya di beri sanksi saja. Kau harus mengawal kasus ini", ucap Matteo sambil mengusap dagunya.
"Tenanglah, sekarang orang ku sudah berada di kantor polisi mengawal kasusnya. Aku pastikan Angelica dan orang-orangnya itu akan menerima hukuman yang paling berat. Mendekam selama dua tahun setengah sesuai dengan hukum penganiayaan", ucap Dominic.
"Selama ini aku benar-benar dibutakan oleh cinta semu pada wanita itu, bahkan aku tidak menyadari telah menikahi seorang monster seperti Angelica", ucap Matteo dengan kesal pada dirinya sendiri mengapa baru tahu tentang istrinya selama ini seperti apa.
*
Matteo membuka handle pintu kamar tempat Sophia dan Renata berada.
Manik abu-abu Matteo menatap Renata yang tertunduk menggenggam jemari tangan mamanya. Sementara Sophia terlihat tidur pulas.
Matteo memeluk pundak Renata dan menyandarkan nya pada pinggangnya.
"Tenangkan diri mu, sayang. Mama mu akan baik-baik saja. Sekarang kau juga harus istirahat, rebahkan lah tubuh mu", ucap Matteo dengan lembut.
"Iya", jawab Renata menuruti ucapan Matteo untuk merebahkan tubuhnya juga. Beruntung ia sudah makan sehingga tubuhnya tidak merasa lemah.
"Sekarang pejamkan matamu sejenak, aku ada di luar, akan berbicara dengan Mia dan Susan jika kau membutuhkan aku", ucap Matteo sambil mengusap lembut wajah Renata yang terlihat lelah.
"Iya", jawab Renata pelan sambil memejamkan matanya. Matteo mengecup lembut kening Renata kemudian keluar kamar.
__ADS_1
*
Beberapa jam kemudian..
Sophia membuka matanya perlahan, ia merasakan tubuhnya terasa lebih enak. Sesaat wanita paruh baya itu berpikir dan mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
"Renata..."
Sophia hendak bangun dari tidurnya, namun ia terdiam saat kedua matanya menyadari bahwa Renata tertidur di samping dengan pulas sekali.
Sophia tersenyum sambil mengusap lembut kening putri kesayangan itu.
Perlahan Renata membuka matanya, ketika merasakan sentuhan di wajahnya. "Mama..
"Kau tertidur nyenyak sekali. Apa kau kelelahan, nak?"
Renata bangun dan duduk di samping mamanya, sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Sophia.
"Karena Rena, mama mengalami kejadian seperti tadi".
"Huhh .."
Terdengar hembusan nafas Sophia. Jemari tangannya mengusap lembut wajah Renata yang bersandar di pundaknya.
Perlahan Sophia menegakkan tubuh Renata dan menggenggam tangan putrinya itu.
"Ada apa sebenarnya, sayang. Apa ada yang ingin kau sampaikan pada mama sekarang? Bicaralah! mama tidak apa-apa, Rena", ucap Sophia dengan lembut.
Ceklek..
Nampak Matteo membuka pintu. Dan menatap ibu dan anak itu bergantian. Laki-laki tampan itu tersenyum. "Bagaimana keadaan bibi, apa sudah enakan?", tanya Matteo ramah dan hangat.
Sophia hanya menatapnya saja, kemudian beralih kepada Renata. "Rena..?"
__ADS_1
"Mah, dia Matteo Thomas. Atasan Rena yang membantu operasi jantung mama waktu itu. Mama ingat kan, Rena pernah menyebut namanya waktu itu", ucap Renata sambil memegang lengan Sophia.
"Maksud mu tuan Matteo? Suami nyonya Angelica?", balas Sophia penuh tanda tanya.
"Iya", jawab Renata sambil menganggukkan kepalanya perlahan.
"Matteo. Panggil aku Matteo saja bibi", jawab Matteo mendekati tempat tidur dimana Renata dan mamanya duduk.
"Aku dan Angelica memang terikat pernikahan. Tapi saat ini aku sedang mengurus perceraian kami", tegas Matteo sambil duduk di tepi tempat tidur tepatnya di samping Renata.
Mendengar penjelasan Matteo membuat wajah Sophia terlihat sedih. Dalam pikirannya, kemungkinan perkataan Angelica beberapa saat yang lalu tentang Renata benar adanya.
"Rena...?"
"Maafkan Rena mah sudah berbohong pada mama. Saat ini Rena sedang mengandung anak Matteo dan Angelica", ucap Renata tertunduk kemudian menatap Sophia.
Seketika Sophia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sophia benar-benar kaget mendengar pengakuan putri nya itu.
"J-adi yang dikatakan nyonya Angelica itu benar adanya Renata?"
"Ada apa dengan mu, Rena. Mama tidak pernah mengajarkan kau untuk berbohong pada Mama atau siapapun. Mama tidak mengenali mu lagi Renata".
Wajah Sophia terlihat begitu sedih mengetahui kebenaran tentang Renata menjadi ibu pengganti dengan menyewakan rahimnya pada atasannya.
"Bibi...tenanglah. Aku bisa menjelaskan semuanya".
"Aku mencintai putri mu, sepenuh hatiku", ucap Matteo serius dan bersungguh-sungguh.
Lagi-lagi pengakuan Matteo membuat Sophia semakin kaget. "Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua ini? Katakan yang sebenarnya pada ku sekarang juga!"
...***...
To be continue
__ADS_1