
Beberapa jam kemudian...
Matteo membawa Renata kembali ke kota Toronto. Setelah sebelumnya ia meminta dokter memeriksa kondisi Renata untuk memastikan keadaan. Tentu saja Matteo tidak mau mengambil resiko untuk Renata dan anak yang di kandungnya.
Saat dokter mengatakan, kondisi Renata baik-baik saja dan boleh berkendaraan barulah Matteo mengajaknya kembali bersama ke Toronto.
Saat ini Matteo dan Renata berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Arnold sopir Matteo dengan kecepatan sedang melintasi jalanan luas menuju ke kota.
Sebelum berangkat, Matteo mengajak Renata bicara. Matteo menceritakan semuanya tanpa ada yang di rahasiakan. Termasuk pengakuan Angelica yang membohongi dirinya tentang rahimnya yang rusak. Renata merasa kan kepedihan yang di rasakan Matteo karena kebohongan Angelica. Bahkan Renata untuk yang pertama kalinya berinisiatif memeluk erat Matteo. Memberikan semangat dan support nya untuk laki-laki yang di cintainya itu.
*
"Matte..aku sangat gugup akan bertemu dengan orang tua mu. Bagaimana jika mereka tidak menyukai ku. Dan menganggap ku wanita jahat perusak rumah tanggamu dan Angelica?"
Matteo menarik Renata kepelukan nya, untuk menenangkan perasaan gadis itu.
"Tenanglah kita hadapi bersama-sama. Aku janji tidak akan meninggalkan mu walau sejenak. Aku akan selalu ada di samping mu nanti", jawab Matteo dengan pasti.
__ADS_1
Renata memejamkan kedua matanya dalam dekapan hangat Matteo. Harum musk bercampur citrus sangat lembut masuk ke Indera penciuman Renata. Harum yang sangat Renata sukai saat ini dan selalu di rindukannya dalam beberapa hari terakhir tepatnya sejak makan malam di rooftop waktu itu.
"Aku akan mengatakan semuanya pada daddy dan mommy, tidak ada yang perlu di tutupi lagi. Walaupun konsekuensinya nama ku di coret daddy sebagai penerima warisannya. Bagiku yang terpenting adalah saat aku bisa bersamamu selamanya dan anak ku, Rena. Bersama mu, aku dan anak ku kelak tidak akan kesepian lagi", ucap Matteo lembut sambil mengecup puncak kepala Renata yang memejamkan matanya meresapi semua ucapan Matteo. Perasaannya menghangat.
"Tapi...saat proses perceraian mu dan Angelica sedang bergulir, kita harus menahan diri tidak boleh ada yang tahu tentang kita Matte. Semuanya untuk kebaikan mu dan aku, juga anak ini", ucap Renata sambil mengangkat wajahnya menatap Matteo.
Matteo mengusap wajah itu, ia menundukkan kepalanya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Renata yang terbuka. Berawal dari ciuman ringan, seketika berubah menjadi ciuman berga*rah ketika Renata merubah posisi duduknya dan melingkarkan tangannya pada leher Matteo.
Matteo mengangkat tubuh Renata keatas pahanya. Keduanya berciuman mesra. Beruntung sejak awal mobil melaju sekat pembatas antara bagian depan dan belakang sudah tertutup rapat, sehingga Arnold dan Myria tidak akan mengetahui apa yang terjadi di bagian belakang.
Matteo mengusap lembut bibir berwarna merah muda Renata setelah buaian-buaian itu berakhir. Meskipun Renata masih begitu canggung berciuman, tapi hal itu membuat Matteo semakin menyukainya.
Buat Renata sendiri ini pengalaman pertama nya berhubungan dengan pria, karena selama ini gadis itu tak memiliki banyak waktu untuk memikirkan dirinya sendiri. Namun Renata berusaha membalas ciuman Matteo walaupun masih sangat kaku.
Renata menyandarkan punggungnya pada dada bidang Matteo sementara laki-laki itu melingkarkan tangannya keleher Renata.
Perlahan jemari tangan Renata menyatu dengan jemari Matteo. Kedua jemari tangan itu saling megenggaman dengan erat.
__ADS_1
Hingga mobil yang di kendarai Arnold memasuki kota Toronto dan langsung menuju mansion orang tua Matteo. Saat ini sudah menjelang sore, sinar matahari tak secerah tadi seperti beberapa saat yang lalu.
*
Isakan terdengar sangat menyayat memenuhi ruang keluarga di sebuah mansion yang terletak di kompleks perumahan mewah.
Terlihat seorang wanita muda dengan berlinangan air mata menangis sesenggukan dalam dekapan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya.
Sementara di hadapannya duduk laki-laki yang menatap wanita itu sambil mengusap dagu nya.
"Apa yang terjadi sebenarnya, Lica? Kenapa kau datang-datang menangis seperti ini?", selidik Thomas.
Beberapa saat yang lalu ia dan Zaneta di kejutkan kehadiran menantunya Angelica yang tiba-tiba menghambur kepelukan Zaneta dalam keadaan terguncang berlinang air mata. Dan mengatakan dengan jelas Matteo ingin bercerai dari nya".
...***...
To be continue
__ADS_1