THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
SMOOTHIES BUAH DAN PENGGANGGU


__ADS_3

Renata sedang berada di pantry. Ia bersama Myria membuat cemilan sehat.


Renata terlihat sedang fokus dengan aktivitas nya itu. Memotong berbagai macam buah yang siap untuk di blender. Saking seriusnya ia tidak menyadari kedatangan Matteo yang tersenyum memperhatikan istri cantiknya itu sedang bekerja.


Sementara Myria yang melihat Matteo hendak menggoda Renata tersenyum penuh arti. Ia segera pergi dari pantry dan membawa cookies gandum yang di buat nya ke atas meja yang ada di ruang makan.


"Hem...kau sibuk sekali rupanya ya, sampai-sampai ada suami mu, kau tidak memperdulikan kehadiran nya", goda Matteo sambil menyibakkan rambut Renata kesatu sisi bahunya. Matteo memberikan kecupan ringan di leher istrinya itu. Matteo memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Sayang kau mengejutkan aku", seru Renata sambil membuka sarung tangannya.


"Kau sedang membuat apa, Rena?"


"Smoothies buah. Minuman sehat untuk ibu hamil. Kau juga bisa menikmatinya. Sangat baik untuk mu, terutama untuk keperkasaan mu", jawab Renata sambil membelai wajah Matteo yang bersandar di pundaknya.


"Wah, aku harus meminumnya juga berarti".


"Harus", jawab Renata sambil membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya pada leher Matteo. "Sekarang kau tunggu aku di ruang kerja mu. Tidak sampai sepuluh menit minuman sehat kita selesai tuan Matteo Thomas", ucap Renata mendaratkan kecupan ringan pada bibir suaminya.


Tapi ..


Bukan Matteo namanya kalau bisa dibujuk hanya dengan sebuah kecupan ringan. Cara begitu tidak akan ampuh membujuknya.


Lihatlah sekarang... Matteo malah menyerang Renata dengan lu*atan liar yang panas. Tidak sampai di situ saja laki-laki itu bahkan mengangkat tubuh istrinya ke atas meja kitchen set berwarna hitam tepat berada di depan mereka.


"Ahh Matte...Sst, aku harus membuat minuman sehat kita".

__ADS_1


"Nanti saja, begini jauh lebih sehat", bisik Matteo sambil menyapukan lidahnya ke dada putih mulus Renata".


Renata memejamkan matanya, ia tidak pernah bisa menolak suaminya jika sudah menginginkannya.


Matteo berhasil membuka kancing kancing dress Renata dan menurunkan tali bra yang membungkus dada padat dan kenyal istrinya. Dengan cepat Matteo melahap dada yang kian membusung menantang milik Renata.


"Akh S-ayang...kita sedang di pantry. Aku tidak nyaman seperti ini sayang"


Matteo menghentikan aktivitasnya. Ia merapikan pakaian Renata. "Baiklah, kita lanjutkan di ruang kerja", bisik nya mesra sambil menggigit telinga Renata.


Matteo menurunkan tubuh Renata dan menggenggam tangannya ke ruang kerja.


Saat pintu ruang kerja terbuka, Matteo kembali melancarkan aksinya me*umat hingga menjamah kembali seluruh tubuh Renata. Tanpa jedah keduanya saling melucuti pakaian pasangan. Hingga Matteo mendudukkan tubuh Renata keatas pahanya dengan posisi membelakangi nya.


"Akh S-ayang...


Renata menggigit bibir bawahnya saat merasakan kenikmatan luar biasa yang diberikan Matteo padanya di pagi itu.


Pun begitu dengan Matteo. Laki-laki itu berulang kali mengeluarkan suara mengeram. Bercinta dengan Renata selalu membuat akal sehatnya hilang. Selalu menginginkannya lagi dan lagi.


"Ahh Rena...


"Akh..


Keduanya terkulai setelah sama-sama mendapatkan pelepasan.

__ADS_1


Matteo memeluk tubuh istrinya tepat di dada yang berukuran kian besar itu.


"Aku semakin menyukai dada ini, ukuran nya semakin besar dan padat", bisik Matteo mengecup punggung istrinya.


"Uhh...kau menggangu saja. Akhirnya smoothies buah tidak jadi kita nikmati".


"No problem. Yang penting aku bisa menikmati yang lebih nikmat dari pada smoothies", Seloroh Matteo tersenyum nakal.


Renata membulatkan matanya dan memukul lengan Matteo. "Kau membuat kami kelelahan pagi ini sayang".


"Aww...Sayang anak kita menendang ku, Aww... Matte, ia menendang ku kuat sekali", teriak Renata sambil tertawa bahagia.


Spontan Renata duduk masih dengan tubuh polos, sementara Matteo menggeser posisi kepalanya ke paha sang istri. "Boy...kau sudah tidak sabar keluar, hem? sekarang belum waktunya, tunggu sebentar lagi kau bisa bermain bola bersama ku. Hm... sementara mommy akan segera memberi kita tim baru", ucap Matteo sambil mengecup perut Renata yang kian membesar.


Renata tersenyum mendengarnya. Sudah berapa kali di ingatkan agar jangan memanggil boy tetapi Matteo tetap saja memanggil calon anak mereka boy.


Hati Renata benar-benar bahagia. Ia sangat menyukai setiap kali Matteo mengusap, mencium dan berinteraksi dengan anak mereka. Matteo Renata telah berencana setelah kelahiran anak pertama mereka, tidak akan menunda-nunda kehamilan anak kedua. Tentu saja Renata dan Matteo juga menginginkan buah cinta mereka yang berasal dari sel telur Matteo dan Renata sendiri.


Bersama Renata, Matteo merasakan kebahagiaan seutuhnya. Setiap kali jauh dari istrinya itu, ia pasti berulangkali melakukan video call di waktu senggangnya.


Begitupun Renata, bersama Matteo adalah anugerah terindah yang di berikan sang pencipta padanya. Matteo laki-laki sempurna yang sangat mencintainya dengan caranya sendiri. Membuat hari-hari Renata semakin berwarna.


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2