THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
TIDAK MAU DI INTIMIDASI


__ADS_3

Setelah selesai cek kesehatan menyeluruh Matteo, Angelica dan Renata langsung ke kantor Matteo.


Saat sampai di perusahaan Matteo langsung mengajak istrinya dan Renata keruangan nya.


"Sayang kau dan Renata saja bicara dengan Dominic, aku ada pekerjaan", ujar Angelica saat berada di lobby.


Matteo menatapnya tajam. Siapa pun yang melihat tatapan itu tahu bahwa laki-laki itu sangat kesal dengan perkataan Angelica.


"Berhentilah membuatku kesal Lica, atau aku batalkan semuanya. Kau yang tidak akan mendapatkan apa-apa!", ketus Matteo melangkahkan kakinya menuju lift diikuti Renata. Sementara Angelica dengan wajah cemberut terpaksa ikut juga.


Ting


Ketiganya keluar dari lift khusus yang membawa kelantai lima puluh perusahaan milik Matteo.


"Selamat siang tuan, di dalam ruangan anda pengacara Dominic sudah menunggu tuan", ucap Rea sekertaris Matteo dengan sopan.


"Oke. Bawakan minuman dan cemilan keruangan ku sekarang", perintah Matteo sementara Angelica langsung keruangan Matteo. Hanya Renata yang berdiri di samping Matteo saat ini.


"Baik tuan", jawab Rea.


"Ikut aku", ujar Matteo pada Renata dan di jawab gadis itu dengan anggukan kepala nya.

__ADS_1


Ceklek..


Matteo membuka pintu ruang kerjanya, mempersilahkan Renata masuk kedalam.


Terlihat Angelica sedang membaca kontrak perjanjian yang sudah di tandatangani Renata beberapa hari yang lalu.


"Sayang, apa-apaan ini kenapa gadis itu banyak sekali mendapatkan bayaran fantastis 2 Milyar begini. Bukankah kau sudah membiayai orangtuanya operasi. Tidak. Aku tidak setuju, Matteo", ketus Angelica terlihat sangat kesal sambil menghunuskan tatapan tajamnya pada suaminya.


Matteo berusaha menahan diri. Ia mempersilakan Renata duduk di sebelah Dominic, sementara ia duduk di sebelah Angelica.


"Ubah isi perjanjian ini Dominic, aku tidak setuju beberapa poin yang tertera di kontrak ini. Enak saja ia mendapatkan uang sebanyak itu. Belum lagi orang tuanya akan ditempatkan di apartemen milik suamiku. Apa-apaan ini", protes Angelica menggebu-gebu.


Renata hanya terdiam dengan kepala tertunduk. Sementara Dominic menatap sahabatnya Matteo yang duduk bersandar dengan wajah terlihat jengkel.


"Apa maksud mu sayang? tentu saja aku tidak akan kemana-mana. Kita akan terus bersama. Tapi Renata terlalu banyak mendapatkan keuntungan sayang", ucap Angelica sambil memeluk lengan Matteo.


"Makanya kau harus banyak membaca dan bertanya pada orang yang sudah berpengalaman Lica, seberapa besar pengorbanan seorang wanita saat mengandung. Apalagi ini anak kita yang notabene tidak ada hubungan dengan Renata sama sekali, tapi ia mau mengandung anak mu. Menjadi ibu pengganti karena rahim mu bermasalah. Apa kau tidak melihat ketulusannya membantu mu, hah?", ketus Matteo pada istrinya.


"Tapi tetap saja kau membayarnya terlalu banyak sayang".


"Heh...asal kau tahu, Renata tidak mau menerima bayaran 2 Miliyar itu Lica. Ia tulus membantu kita. Seharusnya kau berterimakasih padanya bukan semena-mena seperti ini", seru Matteo sambil melepaskan pelukan istrinya.

__ADS_1


"Bersikap lah dewasa dan bertanggung jawab, Lica. Sekarang aku baru sadar dan benar-benar menginginkan anak ku. Keturunan ku sendiri. Saat ini aku sangat menginginkan anak ku bukan karena desakan orang tua ku lagi, tapi karena aku memang menginginkannya. Aku kesepian sementara kau hanya memikirkan pekerjaan mu saja, ANGELICA", ketus Matteo.


Sontak ucapan Matteo membuat Dominic dan Renata bahkan Angelica kaget. Dominic dan Renata hanya bisa diam mendengarkan, lain halnya dengan Angelica yang terang-terangan kesal di permalukan begitu.


"Baik, kontrak ini tidak perlu direvisi. Aku akan menandatangani nya sekarang juga".


"Tapi ingat Renata.. setelah anak itu lahir kau harus segera memberikan nya pada ku. Dan aku ingin kau tidak ada hubungannya lagi dengan kami. Aku ingin kau menjauh dari keluarga ku. Aku ingin kau pergi yang jauh dari kehidupan kami! Kau mengerti?!", seru Angelica menatap tajam wajah polos Renata yang terlihat semakin putih pucat.


Mendengar perkataan tegas Angelica membuat wajah Renata terangkat dan membalas tatapan Angelica. Tidak ada ketakutan sedikit pun dari sorot matanya. Seketika Renata ingat dengan nasihat yang di berikan paman Thomas seminggu yang lalu...


"Kau harus jujur, Renata. Kalau memang begitu kenyataannya jangan takut untuk mengucapkan nya. **I**ngat kata-kata ku gadis muda, jangan pernah mau tertindas oleh siapapun. Termasuk atasan mu sendiri". Kata-kata itu tengiang-ngiang di telinga Renata saat ini.


"Aku pastikan memberikan anak yang aku kandung pada nona dan tuan Matteo. Tetapi aku pasti kan juga, aku tidak akan pergi dari kota ini setelah anak itu lahir, NONA!! Anda tidak berhak mengusirku meninggalkan kota ini", balas Renata dengan tegas.


Meskipun sejujurnya tubuh Renata gemetaran tapi ia akan mempertahankan harga diri nya. Paman Thomas benar, jangan mau ditindas siapapun tak kecuali atasan ku. Batin Renata.


"K-au..." Terlihat kekesalan teramat sangat di wajah Angelica saat ini. Sementara Dominic terlihat menahan tawanya.


Matteo menatap Renata, gadis itu terlihat begitu rapuh bahkan Matteo melihat sudut mata bernetra biru terang bak safir itu lembab. Tapi siapa sangka ia bisa mengungkapkan perasaannya dengan jujur. Renata tak gentar menghadapi intimidasi Angelica. Seutas senyuman menghiasi wajah tampan Matteo. Sementara jemari tangannya mengusap dagunya.


...***...

__ADS_1


To be continue


MUMPUNG HARI SENIN BAGI VOTE YA 😀🙏


__ADS_2