THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KEBAHAGIAAN YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Pagi telah menjelang..


Sedari tadi Kelly sudah membuka matanya. Namun ia tak beranjak sedikit pun dari tempat tidur. Kelly betah berlama-lama menatap wajah tampan suaminya.


Senyuman terlukis di bibirnya. Kelly tidak pernah menyangka laki-laki yang di tabrak nya di Tuscany cafe adalah jodohnya.


Sejak pertama bertemu, Dominic sangat baik padanya. Dominic membelanya saat Austin menyalahkan Kelly kala itu. "Aku sangat mencintaimu, sayang", ucap Kelly sambil mengusap lembut leher Dominic.


Kelly menatap luka-luka di pundak dan dada Dominic. Ia menghembuskan nafas dengan kasar. "Maafkan aku melukaimu", ucap Kelly sambil mengusap luka-luka itu.


Dominic menggenggam jemari tangan Kelly dan mengecupnya. "Kau sudah bangun, hem?"


"Sudah dari tadi. Aku suka melihat mu tertidur, sangat lelap sekali", ucap Kelly beringsut bangun.


"Akh... ternyata masih sakit sekali". Kelly merintih sambil merapatkan pahanya. Ia memungut kemeja putih Dominic yang tergeletak di lantai dan memakainya.


Dominic yang melihat istrinya seperti itu tidak tahan jika hanya berdiam diri saja. Laki-laki itu bangkit dan memeluk tubuh Kelly. Mengusap perut rata Kelly dan mendaratkan ciuman dileher istrinya itu.


"Domi hentikan, nanti leher ku merah. Aku malu jika di lihat orang lain", protes Kelly.


"Sebaiknya kita berendam sekarang. Kemudian kita turun menemui semua orang", ucap Dominic sambil mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi. Kelly tertawa sambil melingkarkan tangannya keleher Dominic.


*

__ADS_1


Matteo dan Renata sedang menikmati makan pagi mereka bersama pasangan Austin dan Laura. Keempatnya menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh pelayan yang bekerja di rumah Kelly.


"Pemandangan di sini sungguh indah. Aku mau sekali jika harus tinggal di tempat damai seperti ini", ucap Renata sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kita bisa membuat anak sebanyak mungkin jika tinggal di sini. Aku yakin adik Zayn segera jadi", jawab Matteo.


"Wah kalian ini gerak cepat sekali, Zayn baru juga lahir sudah mau anak kedua", ujar Austin menggoda Matteo dan Renata.


"Kalian berdua pasti akan seperti kami juga saat memiliki anak nanti", jawab Matteo.


"Aku dan Laura sudah berusaha, tapi belum diberi juga kesempatan itu. Ya tidak apa-apa, anggap saja aku dan istriku masih diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa indah berdua dulu".


"Apa yang kalian bicarakan?"


"Uhh pengantin baru, ternyata sudah kelar ritualnya", ucap Austin menggoda Dominic dan Kelly.


"Hala... seperti kalian tidak saja", balas Dominic yang terlihat tampan menggunakan short pant selutut dan kacamata hitam menghiasi wajahnya.


"Kau tampak segar, Domi. Biasa wajahmu selalu serius", ledek Matteo di sambut tawa yang lainnya.


"Tentu saja. Karena sekarang aku memilih pendamping hidup ku yang sangat aku cintai", jawab Dominic spontan.


"Uhhh..."

__ADS_1


Mendengar jawaban Dominic membuat Matteo dan Austin semakin meledeknya. Sementara wajah Kelly merona karena malu. Bahkan ia tampak grogi, malu kalau-kalau teman-temannya akan melihat tanda-tanda merah di lehernya akibat ulah Dominic saat mereka berendam bersama tadi.


"Bagaimana rasanya?", bisik Renata pada Kelly yang duduk di sebelahnya.


Kelly pura-pura merapikan rambut nya. "Kau dan Laura benar. Sangat sakit. Tapi aku menyukainya. Bahkan kami baru saja bercinta di bathtub", jawab Kelly.


Renata melototkan kedua matanya sambil menutupi mulutnya dengan jemari tangannya. Keduanya tertawa cekikikan.


"Kenapa kalian berdua cekikikan seperti itu?", tanya Matteo menatap istrinya dan Kelly bergantian.


Seketika Renata dan Kelly terdiam. "Hm, kami berencana berenang di danau sore nanti. Iya kan Rena?", tanya Kelly sambil menahan tawanya menatap Laura yang duduk didepannya.


"Ehh hmm ...iya. Kelly mengajak aku dan Laura berenang di danau tempat ia menghabiskan waktunya saat kecil dulu", jawab Renata tersenyum.


"Oh ya... sepertinya seru juga. Kita berenang saja nanti. Bagaimana kalau kita lomba berenang saja. Aku yakin kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan aku", ucap Dominic menantang Matteo dan Austin.


"Oke. Aku terima tantangan mu. Aku yakin setelah tenaga mu terkuras semalaman. Kali ini kau tidak akan menang melawan ku dan Matte", seru Austin.


***


To be continue


Yuk baca juga novel baru Emily "PEMUAS RANJANG NONA MUDA". Klik saja profil Emily 🙏

__ADS_1


__ADS_2