THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KELUARGA UTUH YANG SALING MENYAYANGI


__ADS_3

Ceklek..


"Astaga, kalian berdua ini benar-benar sudah tidak bisa menahannya ya".


Renata dan Matteo segera menghentikan ciuman panas mereka ketika ada yang menerobos masuk.


Matteo berdecak kesal. "Kau itu selalu saja, nyelonong masuk keruangan orang lain tanpa mengetuk pintu. Tidak di sini atau di kantor sama saja", ketus matteo kesal melihat Austin.


Austin tersenyum cuek saja mendengar komplain teman baiknya itu. "Aku mengkuatirkan keadaan mu teman, makanya aku tergesa-gesa masuk". Austin beralasan.


"Teman mu ini sangat manja, tidak mau makan-makanan rumah sakit. Ia pasien yang menyulitkan", ujar Renata.


Austin tertawa mendengarnya. "Aku datang bersama Dominic dan Kelly. Mereka masih ke dokter kandungan. Sepertinya Kelly sedang hamil. Rena... Laura meminta maaf tidak bisa ikut ke sini, karena Qiana sedang tidak enak badan. Gadis kecil itu dan kedua adiknya sedang bersama kami, karena Connors dan Stephanie sedang bulan madu yang kedua".


"Iya Austin tidak apa-apa, aku berterima kasih pada mu dan Dominic sudah menjaga Matteo semalaman", ucap Renata tulus.


"Ah itu biasa saja. Kami bertiga sudah biasa saling membantu seperti itu Renata. Lagian kenapa pula suami mu ini meminta Arnold mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ingin cepat sampai di rumah, seperti laki-laki yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi saja. Lihatlah akibatnya sekarang".


"Benarkah sayang? Berarti aku yang bersalah. Karena kejutan yang ingin aku sampaikan pada mu tentang kehamilan ku, ternyata berakibat fatal. Maaf kan aku sayang", ucap Renata mengusap lembut wajah suaminya yang terlihat menyunggingkan senyuman penuh arti.


"Ck...Modus", ketus Austin sambil menyipitkan matanya menatap Matteo yang terlihat sangat manja pada istrinya.


"Asisten mu masih harus di rawat dengan intensive. Ia mengalami gegar otak karena mengalami benturan keras di dasbor. Sementara Arnold sama seperti mu, mengalami patah tulang tangan dan lecet. Mobil mu rusak parah", ujar Austin.


Huhh..


Renata menarik nafasnya dalam-dalam. Ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan musibah seperti ini. Tapi ia masih bersyukur karena ketiganya selamat dari kecelakaan itu.


"Maafkan aku sayang. Seharusnya aku langsung memberi tahu tentang kehamilan ku pada mu, saat kita melakukan video call itu".


"Sudah lah tidak usah dipikirkan. Yang terpenting kami bertiga masih bisa menghirup udara di dunia ini", jawab Matteo menyadarkan wajah Renata ke dada sebelah kiri nya yang tidak sakit.


Tok

__ADS_1


Tok


"Masuk..


Terlihat Kelly dan Dominic yang datang.


"Renata...kebetulan sekali kau ada di sini", ucap Kelly terlihat sangat bahagia begitu mengetahui ada Renata di kamar suaminya.


Renata dan Kelly duduk di sofa sementara suami mereka berbicara dengan Matteo yang sudah membaik keadaannya. Hanya tangan kanannya saja yang masih sakit.


"Benarkah Kelly kau hamil juga?". Renata tersenyum mendengarnya.


"Artinya kita bertiga hamil berbarengan Kell", ucap Renata lagi.


"Hah? Kau hamil juga, Rena?", sela Kelly seakan tidak percaya. "Oh my God... akhirnya kita benar-benar hamil berbarengan. Usia kehamilan ku empat minggu".


"Dan aku enam minggu. Hm... sementara Laura Sudah memasuki lima bulan. Anak-anak tidak berjauhan usiannya. Hanya selisih bulan saja. Anak kita bahkan sangat berdekatan", ucap Renata.


*


"Selamat datang tuan", ucap Myria yang menyambut Matteo dan Renata yang baru saja kembali ke mansion setelah selama seminggu di rawat di rumah sakit. Siang ini Matteo sudah di perbolehkan pulang. Melakukan pemulihan di rumah.


Matteo tersenyum bahagia melihat putranya baik-baik saja.


"Berikan Zayn ku, bibi", ucap Matteo pada Myria yang sedang menggendong bayi tampan itu.


Seakan mengerti, Zayn pun hendak ikut ayahnya yang duduk di kursi roda. Sudah seminggu Matteo tidak bertemu secara langsung dengan anaknya itu. Ia hanya melihat dari video yang di kirim pengasuh nya pada Renata yang setia menjaga Matteo di rumah sakit.


Sebenarnya Matteo meminta Renata di rumah saja. Mengingat ia sedang hamil muda, tentu Matteo tidak mau ada apa-apa dengan istri dan anaknya. Namun Renata bersikeras menemani Matteo di rumah sakit. Sementara Zayn akan aman di rumah karena banyak yang menjaganya. Sophia, Zaneta dan Myria mengawasi langsung Zayn.


"Sayang apa tangan mu tidak sakit memangku Zayn?".


"Tidak. Kita ke kamar saja", ucap Matteo sambil mencium pipi Zayn yang semakin berisi dan menggemaskan.

__ADS_1


"Akhirnya aku tidak lagi makan-makanan rumah sakit lagi. Minta bibi Myria memasakan makanan kesukaan ku", ujar Matteo setibanya di kamar mereka.


"Iya sayang nanti aku meminta bibi Myria memasaknya untuk mu. Sekarang istirahat lah. Rebahkan tubuh mu. Lihat Zayn juga sudah mengantuk, tidur siang lah bersamanya", ucap Renata mengambil Zayn dan menidurkan nya di bagian tengah.


Kemudian Renata membantu suaminya untuk rebahan di samping anak mereka. "Sayang kau juga harus istirahat, sudah seminggu ini kau merawat ku", ucap Matteo sambil menggenggam tangan Renata.


"Iya, aku pasti istirahat. Jangan kuatir". Renata mengecup kening Matteo dengan kasih sayang.


Renata tersenyum menatap dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu. Renata mengusap lembut perutnya. "Lihat lah daddy dan kakak mu sudah terlelap. Kau juga harus sehat di dalam perut mom, agar kau bisa bertemu dengan mommy, daddy dan kakak mu. Kita akan menjadi keluarga yang utuh saling menyayangi dan penuh kehangatan", ucap Renata pelan.


Namun sebenarnya Matteo mendengar semua ucapan istrinya itu. Perasaannya menghangat mendengar perkataan Renata.


Matteo menarik tangan Renata hingga istrinya terduduk di tepi tempat tidur. Matteo menarik tengkuk Renata. Matteo me*umat bibir ranum istrinya itu. Tindakan Matteo membuat Renata kaget.


"Aku sangat beruntung memiliki mu sayang. Kau wanita yang selalu aku impikan. Wanita yang selalu menjadi penyejuk rumah tangga kita", ucap Matteo sambil mengusap lembut bibir Renata.


"Sayang ..kau belum tidur? Aku kira kau sudah terlelap", seru Renata sambil melebarkan kedua matanya.


"Aku memang hampir terlelap, tapi ucapan mu membuatku terjaga kembali".


"Sekarang tidurnya lagi, aku akan meminta bibi Myria membuat makanan kesukaan mu".


"Nanti saja, aku menginginkan mu sekarang", bisik Matteo.


Renata menyipitkan matanya. "Ada anak kita di sini. Tidak mungkin kan kita melakukannya sini, bisa mengganggu Zayn, sayang".


"Tangan mu juga masih sakit. Aku tidak mau sampai kau kesakitan lagi Matteo. Bukankah dokter mengatakan tangan mu akan pulih tiga minggu lagi. Kita bisa melakukannya tiga minggu lagi sayang. Itu tidak akan lama. Iya kan".


"Yang benar saja Rena, aku tidak bisa menuggu selama itu. Bukankah kita di anjurkan untuk sering-sering bercinta agar kau hamil kembar. Kita lakukan di sofa saja", ucap Matteo sambil bangun dan menarik tangan Renata.


Jika sudah seperti itu Renata tidak bisa berbuat apa-apa lagi. "Anak kembar? Pastinya sangat menakjubkan jika mereka memiliki anak kembar seperti keinginan Matteo. Apa lagi jika sepasang", batin Renata.


...***...

__ADS_1


To be continue


Mampir juga ke novel PEMUAS RANJANG NONA MUDA ya, di jamin seru dan cerita nya berbeda dari karya Emily lainnya 🙏


__ADS_2