
"Apa yang terjadi sebenarnya, Lica? Kenapa kau datang-datang menangis seperti ini?", selidik Thomas.
"Matte ingin menceraikan aku dad", jawab Angelica dengan suara lirih menahan kepedihannya.
"Katakan...apa yang terjadi sebenarnya dengan rumah tangga kalian, Lica!", ucap Thomas menatap tajam dan selidik menantunya itu.
Angelica mengangkat wajahnya yang sudah terlihat membengkak karena menangis.
"Matte...memaksa ku memberinya anak. Sementara karena kecelakaan yang aku alami setahun yang lalu, rahim ku mengalami cedera dan tidak bisa mengandung. T-tapi... Matteo tidak mau mengerti keadaan ku, ia terus memaksa ku untuk memberikan seorang anak, cucu kalian. Sebagai penerusnya", ucap Angelica dengan sedih. Bahkan isakan tangisnya semakin kuat terdengar. Tubuhnya terlihat berguncang.
"Matteo juga memaksa ku untuk menyewa rahim seorang wanita jika aku tidak segera hamil. Aku dipaksa untuk harus menandatangani kontrak perjanjian sebagai penyewa rahim wanita lain", ucap Angelica pelan sambil mengusap air matanya yang membasahi wajahnya.
Sebagai seorang ibu tangisan Angelica begitu menyayat hatinya. Zaneta memeluk erat Angelica. Ia tidak pernah tahu keadaan yang di alami menantunya itu yang sebenarnya. Bahkan pernah mengalami kecelakaan yang menyebab cidera rahim. Ternyata ada hal yang menyebabkan nya tak memiliki anak hingga kini. Zaneta benar-benar merasakan kepedihan Angelica. Ia tidak pernah menyangka Matteo putranya memperlakukan seorang wanita seperti itu.
Tanpa berkata-kata, jemari tangan Zaneta mengusap lembut punggung menantunya itu. "Tenangkan diri mu nak".
Sementara Thomas tetap diam meresapi setiap kata-kata yang di ucapkan Angelica beberapa saat yang lalu.
Sejujurnya Thomas merasa bersalah, karena ialah yang menuntut supaya Matteo segera memberinya seorang cucu sebagai penerus nya nanti.
"Dimana anak itu sekarang?", tanya Thomas menahan emosinya.
__ADS_1
"A-ku tidak tahu, dari kemarin Matteo meninggalkan ku seorang diri setelah mengatakan akan menceraikan aku dan memaksa ku menandatangani surat cerai, karena hingga kini belum juga hamil", Jawab Angelica tersedu-sedu karena hatinya merasakan kepedihan yang mendalam.
"Bahkan ia mengusir ku dari mansion kami, dad".
Angelica semakin menangis menjadi-jadi, membuat Zaneta tidak tega melihat keadaan nya begitu terguncang.
"Kau harus segera menghubungi anak mu, Thomas!", teriak Zaneta pada suaminya.
"Aku tidak pernah mendidik anakku seperti itu pada wanita manapun", ucap Zaneta menatap suaminya.
"Menyewa rahim? apa-apaan anak mu itu. Apa ia tidak merasakan perasaan istrinya ini", ketus Zaneta kesal atas perlakuan putranya pada istrinya Angelica.
Thomas bangkit dari tempat duduknya sambil memijat keningnya.
Tak perlu menunggu lama, laki-laki itu datang kehadapan tuannya. "Iya tuan?"
"Segera hubungi putra ku, suruh ia kemari sekarang juga. Jika ia menolak gunakan dengan paksaan. Bawa anak keras kepala itu kehadapan ku sekarang juga!!", perintah Thomas.
"B-Baik tuan", jawab Edward segera pamit keluar dari ruang keluarga dimana Thomas dan istrinya sedang bersama Angelica yang sedang menangis.
Sekitar lima menit kemudian...
__ADS_1
Edward kembali terlihat masuk.
"Ada apa kau kembali, Edward? Apa kau sudah bosan menjadi asisten ku? Kalau kau sudah bosan silahkan mengundurkan diri mu, aku tidak akan mempekerjakan orang lamban", ketus Thomas kesal.
Edward menggaruk kepalanya mendengar ucapan atasannya yang sudah di anggapnya seperti ayahnya sendiri itu. "Maaf tuan besar, putra tuan ada di luar baru saja datang".
Masih dengan berkacak pinggang karena amarah yang membuncah menguasai dirinya, membuat gigi Thomas gemeretukan menahan emosi. Laki-laki itu sudah tidak tahan meluapkan amarahnya pada Matteo yang di nilainya sebagai laki-laki pengecut yang tidak bertanggungjawab atas masalah rumah tangganya.
"Tenangkan dirimu, Lica. Daddy akan mengurus masalah mu dan Matte.
Wajah dingin Thomas semakin kentara saat melihat Matteo masuk kedalam dan menuju tempat mereka. Ia datang seorang diri dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali.
Detik berikutnya...
"Dasar anak kurang ajar!! Segera bereskan kekacauan yang kau buat, Matteo! Daddy tidak pernah mengajari mu menjadi pria brengsek seperti ini. Kau jangan lupa, tidak akan ada perceraian dalam keluarga Anderson sampai kapanpun!!"
"S-elamat S-ore..."
...***...
To be continue
__ADS_1
MASIH MAU UP NGGAK YA? KARENA UDAH 3 BAB LOH.
TAPI KALAU SEPI YANG KOMEN, KITA LANJUT BESOK SAJA YA 🤚🙏