THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
MEMBERI TAHU QIANA


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Hari ini weekend, Laura dan Austin breakfast bersama. Seperti biasa Laura mengambilkan makanan kesukaan suaminya dan Qiana. Ketiganya menikmati suasana pagi dalam keadaan hangat.


"Qiana sayang, setelah sarapan ikut mom ya. Ada yang ingin mommy tunjukkan pada Qia", ucap Laura lembut seperti biasanya.


Qiana menganggukkan kepalanya. "Iya mommy".


Austin tersenyum melihat Qiana begitu patuh pada Laura. "Hm...Apa Qiana menyayangi Harry dan Ed?".


Qiana menganggukkan kepalanya. "Iya dad. Harry dan Ed sangat lucu, Qia mau adik seperti Harry dan Ed", jawab nya polos.


Laura dan Austin tersenyum mendengar jawaban Qiana.


Beberapa saat setelah sarapan, Laura menyuruh pengasuh Qiana mengerjakan tugas yang lain sementara Qiana bersama ia dan suaminya.


Laura menggenggam erat jemari tangan Qiana menuju kamarnya. Selama Laura dan Austin menikah, saat weekend begini biasanya Qiana bersama Kimberly dan Noah. Tapi kali ini Laura sengaja tidak mengizinkan Qiana berakhir pekan kemanapun, karena ia akan memberi tahu tentang Connors pada gadis kecil kesayangannya itu.


Austin mendudukkan tubuh Qiana di tepi tempat tidur bersamanya. Sementara Laura mengambil kotak di dalam lemari.


Laura duduk di sisi kanan Qiana. Laura membuka perlahan kotak yang selalu di sembunyikan nya rapat-rapat dari Qiana hingga kini.


Laura memang berniat memberi tahu pada Qiana siapa ia sebenarnya suatu hari nanti, tapi menunggu usia gadis kecil itu beranjak dewasa. Namun siapa sangka semuanya berubah saat Connors meminta izin pada nya beberapa hari yang lalu dengan niat baik dan tulus. Tentu saja demi kebahagiaan Qiana, Laura tidak bisa menolak.


Laura membuka kota kayu ukir berwarna coklat tua yang ada di pangkuan nya. Dan mengambil beberapa foto didalamnya.


Laura mengusap foto itu, kemudian memberikannya pada Qiana. "Lihatlah foto ini sayang", ucap Laura pelan. Foto saat Brenda baru saja melahirkan dan beberapa menit ia menghembuskan nafasnya. Dalam keadaan lemah dia atas tempat tidur, Brenda masih sempat melihat putrinya, mencium dan memeluknya sesaat.


Qiana menuruti permintaan Laura melihat foto itu. "Mommy ini foto siapa? Apakah ini foto mommy saat melahirkan Qia?

__ADS_1


Laura menghembuskan nafasnya sambil memeluk gadis kecil itu. "Iya itu foto mu saat lahir nak. Wanita itu sebenarnya yang melahirkan Qia. Yang berjuang agar kau hadir di dunia ini", ucap Laura mengusap lembut wajah cantik Qiana. "Namanya Brenda".


Qiana menatap Laura dengan tatapan polosnya. "Apakah mommy Laura bukan ibu kandung ku? Di mana mommy Brenda sekarang?".


Seketika cairan hangat menganak di pelupuk mata Laura. Laura menggelengkan kepalanya. "Mommy Laura sebenarnya adalah bibi Qiana. Mom Brenda adik ku", ucap Laura menjelaskan.


"Mommy Brenda sekarang sudah tenang di surga. Foto itu adalah foto pertama dan terakhir Qia bersamanya", ucap Laura terharu.


"Maafkan mommy sayang. Mommy membohongi mu selama ini", ucap Laura terisak memeluk Qiana.


Sesaat kemudian Laura menatap Qiana. "Apa Qia membenci mommy?"


Cepat-cepat Qiana menggelengkan kepalanya. "Aku menyayangi mommy Laura dan daddy Austin selamanya. Karena mommy Brenda dan daddy sama-sama sudah di surga sekarang", ucap Qiana polos sambil memeluk lengan Austin dan Laura bersamaan.


Laura menatap Austin. Keduanya sama-sama mengecup wajah Qiana, Austin menganggukkan kepalanya pelan memberi isyarat pada istrinya agar menceritakan semuanya.


"Sayang... Qiana tidak perlu bersedih, karena daddy Qia sebenarnya masih ada di dunia ini. Dan ia sangat menyayangi Qiana..."


"Benarkah mom..?"


*


Ting..


Tong..


"Sayang...apa kau sedang menunggu seseorang?", tanya Connors pada Stephanie. Saat ini ia dan kedua anak mereka sedang menikmati suasana makan siang bersama di apartemen.


"Tidak".

__ADS_1


Stephanie beranjak dari duduknya. "Biar aku saja yang membukanya", ucap Stephanie pada pelayan yang hendak membuka pintu.


Stephanie tersenyum saat melihat dari lubang, siapa yang ada di depan pintu.


Ceklek...


"Halo bibi Stephanie", sapa Qiana dengan ceria seperti biasanya.


"Halo sayang", balas Stephanie memeluknya. Stephanie tersenyum pada Laura dan Austin. Sambil berucap "Terimakasih pada keduanya".


Stephanie mempersilahkan tamunya untuk masuk. Sementara tangannya menggenggam erat jemari mungil Qiana. Sebenarnya Stephanie ingin memberikan kejutan untuk Connors tapi ternyata Connors telah berdiri di belakang mereka.


Wajah Connors terlihat sangat bahagia saat melihat siapa yang datang ke apartemen nya.


Qiana menghambur kepelukan laki-laki itu. "Daddy...Apa daddy sudah kembali dari surga?"


Sontak pertanyaan Qiana membuat semuanya menatap gadis mungil menggemaskan itu dengan senyuman. Connors bahkan tidak bisa berkata-kata lagi. Ia berusaha mensejajarkan tubuh nya pada Qiana sambil menahan nyeri di perut nya.


"Mau kah kau mau mengulang memanggil ku, daddy?"


Qiana menganggukkan kepalanya..."Daddy", ucapnya.


"Ah sayang".


Connors memeluk erat tubuh mungil putrinya. Laki-laki itu tidak bisa menutupi rasa harunya, ia menangis, menitihkan air matanya. "Maafkan daddy karena baru kembali dari surga sayang. Maafkan daddy baru menemui mu Qiana.."


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2