THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
MENOLAK UNTUK BERPISAH


__ADS_3

"Tuan...nona Angelica sudah ada di lobby", ujar Evans memberi tahu Matteo yang sedang berbicara bersama Dominic di sofa ruang kerjanya. Matteo membaca semua berkas yang sudah di siapkan oleh Dominic.


"Segera bawa keruangan ku", perintah Matteo tanpa mengalihkan perhatiannya pada lembaran kertas yang ada di tangan nya.


Beberapa menit kemudian..


Ceklek


Angelica membuka handle pintu. Seperti biasa wanita itu selalu berpenampilan glamor dan seksi. Kacamata hitam masih bertengger di wajahnya.


Angelica tersenyum menggoda dan langsung menghampiri Matteo, hendak duduk di pangkuan laki-laki itu. Matteo mengetahui maksud istrinya, cepat-cepat ia menghindar dengan berdiri dari tempat duduknya.


Matteo berjalan ke sudut ruangan dimana tertata minuman. Laki-laki itu menuang wine ke dalam gelas.


Angelica menyadari perubahan suaminya. Ia seolah-olah meminta penjelasan pada Dominic namun laki-laki itu sibuk dengan pekerjaannya, tidak memperdulikan kehadiran Angelica.


"Honey ada apa dengan mu? Ada apa kau memintaku datang menemui mu? Bahkan aku membatalkan pemotretan ku siang ini", ucap Angelica sambil melepaskan kacamata hitamnya.


Matteo meneguk wine dari gelas sloki hingga tandas. Sesaat tidak ada yang bicara. Yang terdengar hanya suara lembaran kertas yang dibuka Dominic saja.


"Aku ingin kita bercerai, Lica!"


Angelica tersenyum mendengar ucapan Matteo. Wanita itu melangkahkan kakinya ketempat Matteo berdiri. "Sayang...Ada apa dengan mu? Apa kau sangat merindukan aku? Sekarang aku sudah ada di sini, ayo kita kekamar", goda Angelica dengan suara manja hendak memeluk tubuh Matteo.


Sebelum tangan Angelica menyentuh tubuhnya, kedua tangan Matteo mencengkram kuat jemari wanita itu. Hingga ia meringis kesakitan.


"Sayang...sakit. Kau menyakiti ku, Matte".

__ADS_1


"Aku tidak perduli. Jangan coba-coba menyentuh ku, Angelica!", ketus Matteo sambil menghunuskan tatapan tajamnya pada wanita itu. Kedua manik abu-abu itu terlihat menakutkan.


"Ada apa dengan mu, Matteo? Aku tidak mengerti".


"Matteo ingin bercerai dari mu, Angelica. Segera kau tandatangani berkas-berkas ini", ucap Dominic yang duduk di sofa.


"Apa-apaan ini? Siapa yang akan bercerai? Tentu saja kami tidak akan berpisah. Sampai kapan pun pernikahan kami tidak ada kata perceraian, Dominic. Kau jangan sok tau!!"


"Iya kan sayang?"


Angelica menjawab Dominic dengan ketus, ingin memperjelas ucapannya ia langsung mengkonfirmasi pada suaminya yang selalu menekankan kata-kata menikah hanya satu kali dalam hidupnya dan tidak akan ada perceraian di antara mereka.


"Kau benar. Benar sekali. Itulah prinsip yang aku pegang sejak pernikahan kita dan kata-kata itulah yang sering aku ucapkan padamu, Lica".


Mendengar jawaban Matteo membuat Angelica tersenyum menang. Artinya ia benar mengatakan nya karena suaminya sendiri lah yang sering mengucapkannya saat mereka bersama. Bahkan sekarang Matteo mengakui nya sendiri.


Sesaat kemudian...


"A-pa maksud mu, Matteo?", tanya Angelica berdiri dihadapan Matteo dengan wajah pucat pasi.


Matteo tersenyum sinis menatap wanita itu.


"Aku benar-benar tidak mengerti maksud semua ini, Matte?"


Matteo melemparkan beberapa foto ke wajah Angelica. "Kau akan mengerti setelah melihat foto-foto mu itu!", ketus Matteo sambil mendudukkan tubuhnya di hadapan Dominic.


Angelica menatap fotonya sendiri dengan teman nya. Salah satunya Jacob, teman kencannya selama ini yang di tutup nya rapat-rapat. Bahkan tak satu pun temannya yang tahu hubungannya dengan fotografer itu. Angelica tampak berpikir bagaimana mungkin Matteo bisa mengetahui hubungan gelap mereka.

__ADS_1


Angelica tersenyum, ia melangkah mendekati Matteo.


"Kau salah menduga sayang. Laki-laki ini Jacob, fotografer yang sering bekerja sama dengan ku", ucap Angelica memberikan penjelasan.


Matteo enggan menanggapi ucapan wanita itu.


"Apa kerjasama seperti ini yang kau maksud Angelica?", cercah Dominic sambil memperhatikan foto-foto yang lainnya. Dimana Angelica sedang berhubungan badan dengan dua pria sekaligus salah satunya laki-laki yang dipanggilnya Jacob.


Seketika tubuh Angelica gemetaran. Ia tidak menyangka melihat dirinya di foto itu.


"Ini bukan aku. Foto ini sudah di rekayasa"


"Sayang, percayalah pada ku. Tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu. Aku tidak mengkhianati mu. Aku akan segera mencari tahu siapa yang merekayasa foto-foto ini..."


"Tidak perlu membuang waktu mu, Angelica. Kau cari ke ujung dunia pun tidak akan menemukan orang yang merekayasa foto mu itu. Karena itu asli milik mu", ketus Matteo.


"Ternyata kau itu ja*ang yang benar-benar menjijikkan, Angelica!"


"Segera tandatangani surat cerai kita. Hari ini juga kau angkat kaki dari rumah ku! Aku tidak mau melihat mu lagi di hadapan ku... ANGELICA!"


"TIDAK! Aku tidak akan pernah bercerai dari mu Matteo Thomas. Sampai kapan pun kita tetap menikah", balas Angelica dengan suara keras.


"Baik, jika kau tidak mau menandatangani perceraian, sampai jumpa di pengadilan terbuka. Semua orang akan mengetahui siapa diri mu yang sebenarnya ANGELICA CAROLINA! Dan dalam sekejap karir mu akan hancur. Silahkan kau pilih. Kau tandatangani surat cerai itu atau aku buka semua kebusukan mu itu di depan semua orang!", hardik Matteo mengancam Angelica yang terlihat sedang berpikir.


"Brengsek. Tamatlah riwayat ku. Pilihan yang sulit. Tidak ada yang menguntungkan ku. Jika aku cerai, aku tidak akan mendapatkan apapun dari pernikahan kami, jika aku menolak memberikan tanda tangan Matteo akan menunjukkan bukti perselingkuhan ku", batin Angelica. Tak henti ia mengumpati kebodohannya sendiri. Ia tidak menyangka Matteo akan mengetahui pengkhianatan nya.


"Shitt..

__ADS_1


...***...


To be continue


__ADS_2