
Connors keluar dari private room yang ada di ruang kerjanya di apartemen. Laki-laki itu sudah terlihat tampan dengan setelan tuxedo berwarna biru dongker motif floral.
Saat ia keluar ruang kerjanya Connors menatap ke penjuru unit apartemen dua lantai itu nampak sunyi sekali. Biasanya ramai suara Harry dan Ed, dua putranya yang masih berumur enam tahun dan empat tahun.
Connors duduk di sofa sambil melihat Ipad-nya. Sudah tersebar berita pernikahan Austin dan Laura. "Huhh..."
Connors menghela nafasnya.
Tiba-tiba perasaan cemburu itu datang lagi saat melihat foto-foto Laura dan Austin di beritakan di hampir semua media online. "Shitt", umpat nya kesal.
"Kemana pula mayat hidup tidak berguna itu. Kenapa lama sekali".
"Hei kemana wanita itu, kenapa dia belum turun juga dengan anak-anak nakal itu", teriak Connors pada pelayan yang menuruni tangga.
"Hm...N-yonya Stephanie sedang berganti pakaian tuan, sementara tuan muda Harry dan Ed sebentar lagi akan turun", jawab pelayan itu terlihat takut-takut pada Connors.
"Pergi sana kau!"
Cepat-cepat pelayan itu berlalu dari hadapan Connors sambil menundukkan kepalanya.
"Apa yang di lakukan Stephanie. Mau memakai apa pun tetap saja seperti itu. Seperti mayat hidup dengan rambut tak terurus dan memakai pakaian warna hitam".
Detik berikutnya baru lah terlihat Harry dan Ed turun bersama pengasuh mereka. Saat melihat Connors kedua bocah kecil itu langsung bersembunyi di belakang pengasuh mereka.
Harry dan Ed sangat ketakutan pada ayahnya sendiri karena selalu membentak mereka dengan suara keras. Seakan tahu ayahnya tidak menyukainya Harry seperti anak yang sudah dewasa, saat ayahnya pulang ia langsung mengajak sang adik naik kelantai atas karena tidak mau dianggap mengganggu sang ayah. Karena ayahnya dan ibunya tidur terpisah.
__ADS_1
Stephanie di lantai atas sementara Connors lebih memilih tidur di private room yang ada di ruang kerjanya dilantai bawah.
Tak lama kemudian terdengar heels menuruni tangga. Connors masih sibuk dengan Ipad-nya membaca pesan dari asisten nya Winston.
"Kenapa kau lama sekali. Mau kau dandan atau tidak kau tetap sama saja. Seperti mayat hidup yang mengerik..!"
Connors tidak melanjutkan ucapan sarkas nya yang ditujukannya untuk Stephanie istrinya seperti biasanya.
Connors membelalakkan matanya menatap tajam Stephanie yang terlihat berbeda. Bahkan ia sendiri tidak mengenali wanita yang sedang menuruni tangga lengkung itu.
"Maafkan aku, kau lama menunggu. Aku sudah lama tidak berdandan dan datang ke acara formal begini. Sayang...Apa aku pantas memakai gaun lama ku ini? Aku bahkan harus beberapa kali membongkar tatanan rambut ku. Tangan sudah kaku sekali menata rambut ku. Sementara aku tidak memiliki ide-ide lagi seperti dulu".
Connors masih menatap Stephanie dari ujung rambut hingga ujung kaki. Di mata Connors wanita itu sangat sempurna dan seksi dengan gaun panjang berwarna gold sangat pas di tubuh istrinya.
"Hem.."
Connors hanya mengeluarkan suara singkat begitu.
"Ayo kita pergi sekarang".
Keluarga Connors terlihat seperti keluarga yang utuh dan harmonis sekali. Kedua netra Stephanie menghangat. Bagi ia dan anaknya ini untuk yang pertama kali Connors berlaku lembut kepada mereka. Bahkan Connors mengajak Stephanie dan kedua anaknya satu mobil bersamanya. Hal yang tidak pernah Connors lakukan semenjak tujuh tahun pernikahan ia dan Stephanie.
Stephanie yang dulunya wanita karier dan percaya diri, setelah menikah mendadak berubah. Karena Connors tidak pernah menganggapnya ada. Sebagai pelarian kepedihan hatinya wanita itu menghabiskan waktu mengasuh kedua putranya bahkan saat Harry dan Ed sedang tidur Stephanie tak henti bekerja di pantry memasak dan mencuci semua ia lakukan demi menghilangkan kepedihan nya.
Saat di dalam mobil tidak ada yang bersuara tapi Connors masih memangku putra bungsunya yang malah tertidur di pelukan sang ayah sambil mengecup ibu jarinya.
Ketika mobil yang di kendarai sopir Connors, keluarga kecil itu turun. Ed membuka matanya dan memeluk leher Connors. Sementara tangan kanan Connors memeluk pinggang Stephanie.
Stephanie benar-benar merasa aneh dengan sikap Connors. Berulang kali suaminya itu membuatnya terkejut dengan tingkahnya. Keempatnya terlihat sangat bahagia dan harmonis sekali.
*
Acara yang di adakan di ballroom sebuah hotel berbintang itu tidak lah begitu ramai. Karena acara pernikahan Austin dan Laura tertutup untuk umum. Hanya sebatas untuk keluarga inti saja dan kalangan terdekat.
__ADS_1
Di satu meja bundar terlihat Matteo dan Renata juga ada Dominic dan Kelly. Kedua pasangan itu terlihat berbincang-bincang dengan akrab.
Sementara Dunan dan Amanda duduk satu meja dengan Marco, Turner dan Williams.
Amanda menatap dengan sorot mata tajam orang-orang yang hadir. Tidak banyak tetapi semua dekorasi yang di pilih Austin benar-benar berkelas. Membuat ballroom yang hanya di tata dengan meja-meja bundar tempat keluarga dan tamu yang sebagian datang dari perusahaan Dunan itu terlihat megah sekali.
Acara inti pun di mulai saat kedua mempelai bergandengan tangan melangkahkan. Austin terlihat gagah bak dewa Yunani. Tubuh atletis yang di balut dengan tuxedo berwarna off white sangat pas di tubuhnya. Begitupun dengan Laura, gadis itu terlihat cantik dan anggun memakai gaun pengantin berwarna off white juga dilengkapi deng veil yang terjuntai di belakang kepalanya.
Namun sebelum pasangan itu sampai di tempat yang sudah di sediakan tiba-tiba Amanda berdiri dan berteriak.
"Stop!!"
"Pernikahan ini harus di hentikan. Karena wanita itu pembohong. Ia sudah memiliki seorang anak. Dan anak itu bukan anak Austin!"
"Wanita itu telah membohongi kita semua! Demi masuk kekeluargaan Dunan yang kaya raya", teriak Amanda.
"Amanda apa maksud mu? Jangan menjadi pengacau di pernikahan Austin dan Laura", ucap Dunan.
"Kau bodoh Dunan. Itu dia. Gadis kecil yang duduk bersama Kimmy dan putranya adalah anak Laura. Kau harus melihat bukti nya. Dari kantor catatan sipil yang mengatakan Laura memiliki seorang putri. Sementara putra mu mengatakan Laura wanita baik-baik. Ia membohongi kita Dunan!"
Dunan menatap gadis kecil yang duduk di samping cucunya Noah. Keduanya tidak mengerti apa-apa masih terlihat menikmati segelas es krim. Sementara Kimmy yang duduk di sebelah Noah menatap tajam Amanda.
Tamu yang lainnya pun terkejut melihat Amanda nekat menghentikan pernikahan Austin dan Laura. Tak kecuali Matteo dan Dominic begitu pun Renata dan Kelly. Ke empatnya benar-benar kaget.
Sementara Connors yang memangku putra bungsunya mendudukkan Ed di kursi sebelahnya. "Stephanie...apapun yang terjadi kau jaga anak-anak kita", ucap Connors menggenggam erat jemari tangan istrinya dan mendaratkan sebuah kecupan di kening Stephanie.
Tentu saja perbuatan Connors sangat mengagetkan bagi Stephanie. Perasaan nya begitu hangat dan damai. Perlahan Stephanie menganggukkan kepalanya.
"Iya Connors, tentu saja aku akan menjaga anak-anak kita.."
...***...
To be continue..
__ADS_1
Jika banyak yang komen bab ini aku langsung up lagi. Jujur nggak enak banget up kalau yang komen maupun like sedikit. Tapi di statistik esok hari ketahuan banyak yang baca di hari ini. Ternyata itu pasukan silent readers. Maaf ya silent readers itu pembaca yang tidak menghargai penulis menurutku. Jadi biasakan setelah membaca tinggalkan jejak kalian 🙏
Yang selalu tinggalkan jejak buat author terimakasih banyak ya pembaca seperti kalianlah yang membuat author semangat untuk terus berkarya 🙏