THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
KEPUTUSAN DUNAN II


__ADS_3

"Austin putra tertua ku yang akan menggantikan aku suatu hari nanti..."


"Dunan...!!"


"Kau tidak bisa bertindak sesuka mu, Connors lebih pantas dari Austin menjadi pimpinan perusahaan ini. Connors sudah membantu mu separuh hidupnya, kau jangan lupa akan itu. Sementara putra mu tidak pernah perduli pada mu!", ketus Amanda dengan emosi.


"Kalian semua tidak bisa merubah keputusan ku!", jawab Dunan menatap satu persatu orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Bagaimana dengan aturan yang mendasar di perusahaan ini tuan Dunan, bukankah CEO harus orang yang sudah menikah dan dipastikan bisa memiliki keturunan sebagai penerusnya kelak?", tanya laki-laki paruh baya yang bernama Williams.


"Nah itu dia...", seru Amanda terlihat menggebu-gebu karena merasa ada yang menyatakan aturan yang wajib di miliki seorang CEO.


Sementara Connors nampak tersenyum puas.


"Menurut saya tuan Austin memang sudah teruji kemampuannya memimpin perusahaan berskala besar, namun jika menilik sejarah perusahaan dengan aturan seorang CEO haruslah orang yang sudah menikah...Maka tuan Connors lah orang yang tepat sebagai pucuk pimpinan. Tuan Connors kehidupannya sangat sempurna memiliki keluarga yang harmonis dengan satu istri dan dua anaknya. Ia juga tidak ada skandal di luaran sana", ucap laki-laki lainnya yang bernama Turner.


Mendengar perkataan Turner, Amanda dan Connors tersenyum menang. Sementara Austin terlihat tenang-tenang saja. Dunan mengusap dagunya.


"Sayang...apa yang di katakan Turner dan Williams itu sangat benar. Aku setuju dengan pemikiran mereka, Dunan".

__ADS_1


"Maaf... menurut ku Austin harus di berikan kesempatan. Beberapa hari yang lalu ia mengatakan kepada ku sedang menjalin hubungan dengan wanita yang sudah menjadi kekasihnya. Austin telah berencana menikahi wanita itu. BUKANKAH BEGITU NAK?", tanya Marco serius menatap Austin yang terlihat kaget dengan perkataan Marco. Namun ia cepat-cepat menguasai dirinya. Austin terlihat tenang seperti biasanya sementara otaknya berpikir cepat.


"Tentu saja. Aku sudah menjalin hubungan dengan kekasih ku selama setahun. Dan kami sudah merencanakan untuk menikah dalam waktu dekat, itulah salah satu alasan ku berada di Toronto. Karena ke kasihku tinggal di kota ini", jawabnya dengan pasti.


Mendengar jawaban Austin membuat raut wajah Amanda dan Connors tegang.


"Dasar Marco brengsek, selalu saja menghalangi ku. Awas saja dia kali ini", umpat Amanda dalam hatinya.


"Bukankah kau tidak percaya dengan pernikahan, Austin. Kau sering mengatakan itu", ketus Amanda dengan selidik.


"Setiap orang bisa berubah. Hanya orang-orang dengan tujuan tertentu saja yang tidak akan pernah berubah!", jawab Austin tersirat sindiran tajam yang ditujukan untuk Amanda dan Connors.


"Kita semua sudah mendengar pengakuan putra ku".


"Papa ingin kau membawa kekasih mu itu ke mansion papa malam ini, Austin!"


"Dan kalian semua aku undang berada di mansion ku, kita makan malam bersama dan berkenalan dengan calon menantu ku", ucap Dunan.


Mendengar perkataan tegas suaminya membuat Amanda dan Connors tidak bisa berkata-kata lagi. Namun yang pasti umpatan-umpatan kekesalan keduanya hanya terucap di dalam hati masing-masing.

__ADS_1


Begitu juga dengan Austin tak henti mengumpat dalam hatinya. "Shitt...kenapa aku malah mendukung ucapan Marco. Pada akhirnya membuat ku terdesak seperti ini. Brengsek, Dunan malah memintaku membawa wanita itu!!", batin Austin kesal.


"Siapa wanita yang akan aku bawa malam ini. Ahh menyulitkan saja!!"


Sesaat semuanya sudah keluar dari ruangan itu Austin berbisik pada Marco karena kuatir percakapan mereka ada yang mendengar.


"Kenapa paman bicara seperti itu? Lihatlah laki-laki itu malah menantang ku", ucap Austin kesal.


"Tenang lah nak, untuk mengalahkan musuh kau harus masuk ke kehidupan mereka. Tidak ada cara lagi, karena untuk menjadi CEO perusahaan ini kau harus segera menikah dan memiliki anak".


"Shitt..."


"Setidaknya kau cari cara agar bisa menyelamatkan diri mu malam saja dulu. Bawa wanita mana pun ke mansion ayah mu. Dan kenalkan sebagai kekasih mu", ucap Marco memberikan masukan pada Austin.


"Paman sudah tua, Austin. Tidak akan terus berada di samping ayah mu dan dirimu nak. Sekarang lah kau mengamankan harta mu dan adik mu", ucap Marco mengingatkan Austin yang sudah dianggap nya seperti putranya sendiri".


...***...


To be continue

__ADS_1


KIRIM VOTE YA 🙏


__ADS_2