THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
MELIHAT MATTEO


__ADS_3

"Nona Renata... di depan ada petugas kepolisian ingin menemui nona", ucap salah satu keamanan yang bertugas.


Renata spontan menghentikan langkahnya. "Kau bawa anak ku ke kamarnya", ucap Renata pada baby sitter Zayn.


"Baik nona".


Renata segera menemui polisi yang ingin bertemu dengannya. Perasaan Renata langsung tidak enak. Yang ada di pikirannya tentu saja Matteo yang hingga sekarang belum juga sampai sampai ke rumah.


Renata di temani Myria dan kepala keamanan rumahnya untuk menemui polisi. Saat melihat Renata, salah satunya memperkenalkan diri mereka.


"Maaf nona, apakah nona istri tuan Matteo Thomas? Kami membawa berita buruk, suami nona mengalami kecelakaan di perbatasan kota Dundas", ucap salah satu diantara dua orang polisi itu.


Sontak saja kabar itu membuat tubuh Renata limbung, Myria yang ada di sampingnya segera memegang tubuh Renata. "Nona harus tenang. Ingat nona sekarang sedang hamil muda", ujar Myria mengingatkan.


Polisi menjelaskan kronologis kejadian dan sekarang Matteo sudah di larikan ke rumah sakit terdekat.


Seketika tubuh Renata gemetaran. Ia begitu panik menerima kabar suaminya mengalami kecelakaan. Renata menangis membayangkan kondisi Matteo. Menurut polisi ketiga penumpang mobil selamat. Namun tak menjelaskan dengan pasti kondisi yang sebenarnya.


Setelah beberapa saat, Renata memerintahkan sopir agar menyiapkan mobil. Ia ingin segera melihat keadaan Matteo di rumah sakit sekarang juga, tapi ternyata Dominic menghubungi nya. Mengatakan Renata tidak perlu terlalu kuatir karena keadaan Matteo tidak terlalu parah. Hanya saja Matteo mengalami patah tulang tangannya dan harus segera di operasi. Saat ini Matteo belum bisa bicara langsung pada Renata karena masih di lakukan pemeriksaan intensif. Salah satunya melakukan *Ct s*can, memeriksa bagian kepala secara menyeluruh.


Dominic juga menyampaikan pesan Matteo untuk Renata agar tidak menyusulnya ke rumah sakit yang sekarang. Jika hasil Ct scan menyatakan Matteo baik, Matteo minta di pindahkan ke rumah sakit di kota malam ini juga dan akan menjalani operasi di rumah sakit terbaik di Toronto esok harinya.

__ADS_1


Kabar dari Dominic sedikit membuat Renata lega walaupun diketahui Matteo mengalami patah tulang tangan dan harus di operasi, tapi Renata masih mengucapkan rasa syukur setidaknya ia tahu suaminya masih dalam sadar.


Renata lebih tenang sekarang karena ada Dominic dan Austin bersama suaminya saat ini.


*


Renata nampak melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa menuju ruangan Matteo saat ini. Dari semalam sebenarnya Renata ingin langsung ke rumah sakit, karena Matteo sudah di pindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dan berada di pusat kota.


Namun Matteo melarang Renata ke rumah sakit malam-malam. Matteo tidak mengizinkannya. Semalam Renata hampir tidak bisa memejamkan matanya memikirkan suaminya. Bahkan ia lupa bahwa sekarang sedang hamil. Renata belum memeriksa kondisi kandungan nya ke dokter. Rencana Renata hari ini juga ia akan memeriksa kondisi kandungan nya sekalian melihat Matteo.


"Sayang...bagaimana keadaan mu?". Renata menghambur memeluk tubuh Matteo.


"Sayang kau menyakiti ku. Tangan ku patah rasanya sangat sakit", ujar Matteo meringis. Terlihat dokter ortopedi dan perawat mempersiapkan Matteo untuk menjalani operasi pagi ini.


"Maafkan aku", ucap Renata. Renata menatap suaminya. Terlihat lecet diwajahnya. Sementara tangan kanannya nampak bengkak sekali. Sebenarnya Renata sangat sedih melihat kondisi suaminya itu. Namun ia harus terlihat kuat. Setidaknya begitulah caranya menguatkan Matteo.


Renata mengusap lembut kening Matteo. Mumpung Matteo belum masuk ruang operasi, Renata hendak menyampaikan kehamilannya. Bertepatan dengan kedatangan Zaneta dan Thomas. Sementara Sophia sedang berada di mansion Renata Matteo menjaga cucunya Zayn.


"Sayang sebelum kau masuk ruang operasi aku ingin menyampaikan kabar penting".


Dengan wajah sedikit meringis Matteo menatap istrinya, meminta Renata segera bicara sekarang juga.

__ADS_1


"Aku hamil sayang..."


Sontak saja ucapan Renata membuat Matteo kaget dan ingin bangun seketika. Namun perawat melarang nya bangun. Bahkan Matteo melupakan sakit nya.


"Benar kah sayang. Kau hamil? Aku akan memiliki anak lagi?"


Renata menganggukkan kepalanya dengan pasti.


Sementara Thomas dan Zaneta tersenyum melihatnya. Tentu saja mereka senang mendengar kabar yang di bawa Renata.


"Apa inilah kejutan yang ingin kau sampaikan pada ku semalam?"


"Iya sayang. Tapi aku baru memeriksa nya menggunakan testpack saja, aku akan memeriksa kan diri ku untuk memastikan nya, sementara kau di ruang operasi", ucap Renata tersenyum. "Kau harus segera pulih sayang, aku tahu kabar kehamilan ku ini bisa membuat mu bersemangat untuk sembuh", ucap Renata mengusap kening Matteo.


"Tunggu aku selesai operasi, kita bersama-sama memeriksa kandungan mu. Operasi yang aku jalani tidak akan lama", ucap Matteo sebelum di dorong masuk ke ruangan operasi.


Renata menganggukkan kepalanya. "Iya sayang, aku akan menunggu mu".


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2