
"Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua ini? Katakan yang sebenarnya pada ku sekarang juga!"
"Beberapa bulan yang lalu, Angélica berniat mencari surrogate mother untuk benih kami. Awalnya aku menolak ide itu. Tapi saat Angelica membawa Renata ke kantor ku dan yang aku tahu Renata bersih, belum pernah menikah dan tidak memiliki kekasih akhirnya aku menyetujui Rena untuk mengandung anak kami".
"Berjalannya waktu, aku lebih mengenal siapa putri bibi yang sebenarnya. Ia wanita tangguh yang tak pantang lelah. Wanita lembut dan penuh kasih sayang seperti saat berjuang agar mamanya segera di operasi. Renata mai berkorban menyewakan rahimnya pada ku dan Angelica".
"Saat bibi mengalami anfal, ketika itu aku ingin mengembalikan sertifikat rumah kalian pada Renata dan aku melihat sisi lain Renata yang tampak begitu rapuh menghadapi situasi ketika itu. Tanpa mengharapkan imbalan apapun aku ingin menolongnya. Aku ikhlas membiayai pengobatan bibi", ucap Matteo tulus.
"Setelah bibi membaik, Rena mengatakan pada ku ia mau menjadi surrogate mother untuk anak ku".
"Sekarang Renata hamil empat minggu. Dan kami saling mencintai. Renata sudah aku perkenalkan dengan kedua orang tua ku, mommy dan daddy sangat menyetujui hubungan kami. Kami berharap mendapatkan restu yang sama dari bibi", ucap Matteo tulus sambil menggenggam erat jemari tangan Renata.
__ADS_1
Sophia menatap lekat wajah Matteo. Terlihat jelas kesungguhan dan ketulusan di wajah itu. Perasaan Sophia menghangat.
"Setelah gugatan perceraian ku dan Angelica dikabulkan, aku segera menikahi putri bibi. Jika bibi memberikan restu pada hubungan kami".
"Bibi jangan salah menilai pada Renata, ia bukan perusak pernikahan ku dan Angelica. Angelica lah yang menyebabkan perpisahan kami karena ia telah berselingkuh di belakang ku dan mengaku rahimnya rusak tidak bisa hamil sehingga harus menyewa rahim ibu pengganti. Ternyata semua itu hanya akal-akalan Angelica, rahimnya tidak rusak ia sengaja tidak mau mengandung karena takut tubuhnya akan berubah bentuknya".
Sophia menatap Renata dan Matteo bergantian. Perlahan senyum terlukis di wajahnya. "Mama lega setelah mendengar semuanya. Terutama kau bukan lah yang menyebabkan perpisahan tuan Matteo dan istrinya, nak. Mama senang mendengarnya", ucap Sophia sambil memeluk Renata kedalam dekapannya.
"Rena tidak akan melakukan hal seperti itu, mah", jawab Renata.
Mendengar restu mamanya, membuat Renata menitihkan air matanya. "Terimakasih, mah. Aku benar-benar mencintai Matteo", ucap Renata sungguh-sungguh. Ia ingin memberi tahu Sophia bahwa ia mencintai Matteo tanpa paksaan dari siapapun. Benar-benar dari palung hatinya yang terdalam.
__ADS_1
"Iya sayang, mama tahu. Mama merestui kalian", jawab Sophia sambil menghapus air mata Renata.
Renata menolehkan kepalanya pada Matteo. Matteo tersenyum dan menarik tubuh Renata dalam dekapannya. "Aku juga sangat mencintai mu, sayang. Kita akan segera menjadi keluarga yang utuh", bisik Matteo.
Renata membalas pelukan itu, menyandarkan wajahnya pada dada bidang Matteo.
Sophia melihat kedua nya memang saling mencintai terlepas status Matteo masih suami orang lain. Namun setelah mendengar penjelasan Matteo langsung, Sophia tahu siapa Angelica.
"Mulai hari ini, bibi akan tinggal bersama Renata. Kalian akan terus bersama-sama tidak akan berjauhan lagi", ujar Matteo tersenyum.
"Sekarang perasaan Rena lega karena tidak ada lagi rahasia yang Rena simpan dari mama..."
__ADS_1
...***...
To be continue