THE FORGOTTEN MOTHER

THE FORGOTTEN MOTHER
AUSTIN DAN KELUARGA


__ADS_3

"Keadaan ibu dan anak baik. Tidak ada yang perlu dikuatirkan", ucap dokter Regina tersenyum.


"Pertumbuhan janin juga baik". Dokter kandungan itu memperhatikan monitor di depannya dengan fokus.


"Apa nona Renata masih mengalami morning sicknees?"


"Tidak lagi dokter. Justru sekarang selalu merasakan lapar dan tubuh ku semakin terasa berat", jawab Renata.


"Itu hal yang wajar mengingat usia kehamilan nona sudah semakin bertambah besar".


"Istriku baik-baik saja dok? Itu kabar baik. Artinya kami boleh berhubungan setiap saat kan?", tanya Matteo tanpa sungkan sedikit pun.


Mendengar pertanyaan Matteo seperti itu tentu saja membuat wajah Renata merona. "Sayang...


Dokter dan perawat pun terlihat menahan tawanya.


"Tidak apa-apa nona Renata, pertanyaan tuan Matteo sangat wajar yang sering di tanyakan pasangan lainnya juga", jawab dokter Regina tersenyum ramah.


"Tuan dan nona boleh berhubungan badan jika melihat kondisi nona Rena dan anak yang dikandungnya. Tapi tetap melakukannya dengan pelan-pelan. Sebaiknya hindari menindih perut istri tuan", jawab dokter Regina lagi.


"Tentu saja. Aku tahu hal itu", balas Matteo tersenyum sambil mengusap dagunya.


*


"Halo Noah sayang..."


"Mommy..."


Noah yang sedang bermain dengan Austin segera menghambur memeluk Kimberly.


"Apa kau selalu sibuk bekerja seperti ini, Kimmy?"


"Ya beginilah. Aku harus bertahan hidup kan. Sementara kakak ku jauh. Sementara papa tidak pernah perhatian pada kita. Seperti kau tahu papa lebih menyayangi anak wanita itu. Baginya Connors sangat sempurna dan patuh padanya", jawab Kimberly sambil menuang air dingin kedalam gelas dan meneguknya hingga tandas.

__ADS_1


Austin berdiri dan mendekati adiknya itu. Kenapa kau menolak ajakan ku untuk menetap di Manhattan, Kimmy? Kau bisa selalu di dekat ku. Aku juga bisa mengawasi mu dan Noah", ucap Austin menatap Kimberly.


"Sampai kapan pun aku ingin tinggal di kota ini. Dengan salah satu dari kita berada di sini akan menyulitkan Connors menguasai harta papa. Aku tidak akan memudahkan laki-laki itu mendapatkan keinginannya", tegas Kimberly menatap Austin.


Ting


Tong


Austin menatap pintu. "Apa kau sedang menunggu seseorang mengunjungi mu, Kimmy?"


"Tidak".


Terlihat pelayan berjalan dengan cepat hendak membuka pintu, tetapi di cegah oleh Kimberly. "Biar aku saja, kau lanjutkan pekerjaan mu".


Kimberly membuka handle pintu apartemennya tanpa melihat siapa yang datang dari lubang kecil di sana.


Ceklek..


"P-apa...?!"


"Wah wah...ada apa ini. Apakah akan meeting keluarga? Kalau begitu sebaiknya aku pergi saja sekarang, karena sejak kecil aku bukan lagi bagian keluarga Dunan lagi!", Ketus Austin sarkas dan hendak melangkahkan kakinya pergi.


"Austin...Apa kau belum berubah juga? Kau harus menghormati ayah mu", Ketus wanita yang sangat dibenci Austin


Melihat suasana memanas, Kimberly memanggil pengasuh putranya untuk membawa Noah ke kamarnya sekarang.


"Noah, kau tidak menyapa kakek mu? Apa ibumu mengajar kan untuk tidak hormat pada orang tua di usia mu tujuh tahun ini?", ketus wanita yang bergelayut di lengan Dunan.


Kimberly menarik nafasnya dalam-dalam mendengar perkataan kasar ibu tirinya.


"Selamat sore, kakek", sapa Noah sambil memberikan ciuman di wajah laki-laki yang dipanggilnya kakek.


"Good".

__ADS_1


*


"Kenapa papa datang kemari?", tanya Kimberly yang duduk berdampingan dengan Austin dihadapan ayahnya. Sementara Austin lebih banyak melihat handphone nya. Laki-laki itu sangat tidak tertarik ber basa-basi


"Sudah seminggu kau berada di Toronto Austin, kenapa kau tidak menemui papa?", tanya Dunan menatap putra tertuanya itu.


"Ternyata kau masih meminta orang mu mengikuti ku. Apa perduli mu? Bukankah sejak kecil kau yang mengusir ku dan mama pergi dari hidup mu karena wanita ini?", ketus Austin dengan ekspresi penuh amarah.


"Kenapa kau masih tidak bisa menerima Amanda di kehidupan papa, Austin?"


"Karena wanita inilah yang merenggut kebahagiaan ku. Sampai kapanpun aku tidak akan menerimanya. Silahkan kau bahagia bersama nya. Bagi ku...aku tidak pernah memiliki ayah. Yang aku punya hanya kakek yang merawat ku dan Kimmy!"


Terlihat wajah Amanda merah padam, sementara Dunan mengusap dagunya, terlihat kerutan lelah di wajahnya.


"Apa kataku, tidak ada gunanya kita menemui anak mu, Dunan. Mereka berbeda dengan Connors putra ku yang sangat terpelajar dan tahu caranya menghormati mu", ketus Amanda.


"Kalau begitu silahkan kau pergi dari apartemen ku. Tidak ada yang mengundang mu datang kemari".


"Dunan...lihat anak-anak mu ini, semakin tidak menghargai ku!"


"Kalian berdua ini sama saja", ucap Dunan terlihat kesal


"Austin...papa minta kau segera menikah. Papa akan memberikan semua yang papa punya pada mu jika kau mau menikah dengan Milen keponakan Amanda", tegas Dunan menatap lekat wajah putranya.


Huhh...


Austin menghembuskan nafasnya. Kemudian laki-laki itu segera berdiri dari sofa.


"Tidak akan! Jangan coba-coba mengatur hidup ku, kau tidak berhak atas ku. DUNAN!!", ketus Austin dengan tegas sambil melangkahkan kakinya berlalu meninggalkan semua orang.


Dunan dan Amanda terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi. Keduanya terlihat sangat kesal. Sementara Kimberly nampak menahan tawanya. Dari dulu ia selalu menyukai sikap tegas kakaknya itu. Laki-laki mandiri dan sangat berpendirian.


...***...

__ADS_1


To be continue


Jangan bingung ya cover TFM berubah. Cover baru, pemberian dari plaform NT 🙏


__ADS_2