
"M-MATTEO...
"A-pa K-kau melamar ku?", ucap Renata tak percaya. Gadis itu semakin terisak ditempatnya berdiri. Saat membaca kertas satunya lagi ternyata putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan cerai Matteo terhadap istrinya Angelica
Renata berusaha menguasai dirinya. Ucapan Matteo beberapa saat yang lalu benar-benar membuat nya syok. Ia kira Matteo benar-benar ingin mengakhiri hubungan mereka. Tubuh Renata terasa lemas. Renata tidak tahu harus apa jika tidak bersama Matteo lagi. Beberapa bulan ini Renata sudah terlanjur menitipkan hatinya pada laki-laki itu. Renata berharap banyak dari hubungan yang terjalin dengan Matteo. Salah satunya akan membina rumah tangga dengan Matteo dan memiliki anak yang banyak. Anaknya dan laki-laki yang sangat di cintainya itu.
Matteo berdiri dan mendekati Renata. Laki-laki itu mengambil amplop yang di pegang Renata dan mengambil sesuatu di dalamnya. Ternyata sebuah cincin emas putih yang bertaburkan berlian-berlian kecil di atasnya. Sebelumnya Renata tidak melihat nya.
Dengan tubuh masih terasa lemas, Renata kembali menatap tak percaya saat melihat Matteo berjongkok dihadapan nya sambil memperlihatkan cincin indah itu kehadapan Renata.
"Renata Hemsworth, saat ini aku melamar mu secara resmi. Maukah kau menikah dengan ku Matteo Thomas. Mendampingi ku selamanya dan menjadi ibu dari anak-anak ku?", ucap Matteo bersungguh-sungguh.
Renata tidak bisa menutupi rasa suka cita nya yang bercampur aduk saat ini. Renata benar-benar terharu melihat Matteo melamarnya seperti itu. Sangat mengejutkan nya. Beberapa saat yang lalu sangat membuatnya gugup hingga jantung nya berdebar kencang, ternyata untuk membuat Renata menikmati kebahagiaan sekarang.
__ADS_1
"Ya...Ya...Ya Matteo, aku bersedia menjadi istri mu dan ibu anak-anak mu", jawab Renata cepat dengan linangan air mata bahagia.
Matteo tersenyum sambil menarik jari manis kekasihnya itu, memasangkan cincin bertabur berlian yang sangat indah dengan nama Renata di bagian dalamnya. "Aku mencintai sayang", bisik Matteo sambil menyatukan bibirnya dengan bibir Renata.
Keduanya berciuman mesra. Matteo menghisap bibir atas dan bawah Renata dengan penuh perasaan. Tak mau kalah Renata juga membalasnya dengan panas.
"Kau sangat mengejutkan ku, Matteo. Uhhh... sepertinya sekarang aku lah wanita paling bahagia di dunia ini. Kau sudah bebas dinyatakan resmi berpisah dari Angelica dan sekarang kau melamar ku sangat romantis", ucap Renata menatap penuh cinta pada Matteo.
Matteo tersenyum mendengar perkataan Renata. "Setelah ini kita segera menyusun rencana pernikahan kita".
Matteo menatap lekat kedua netra Renata. "Apa kau tidak mau pesta mewah dan glamor? Dengan hiasan megah dan berkilau sayang? Pernikahan mu hanya satu kali kan?", tanya Matteo memastikan.
Renata melingkarkan tangannya pada pinggang Matteo dan menggelengkan kepalanya. "Bagiku kebahagiaan itu bukan diukur dari kemewahan sayang. Saat bersama orang-orang terkasih lah yang akan membuat perasaan kita bahagia sebenarnya. Tanpa gimmick-gimmick dan kebohongan", bisik Renata di telinga Matteo.
__ADS_1
"Ahh Rena, kau selalu membuat jantung ku berdebar saat mendengar mu berbicara seperti ini. Aku mencintai sayang... sepenuh hatiku", ucap Matteo sambil mengusap lembut wajah Renata.
Matteo kembali me*umat bibir Renata. Keduanya kembali berciuman mesra. Begitu bergairah. Bahkan keduanya melangkahkan kaki menuju sofa panjang. Hingga kaki Renata terhenti di tepi sofa.
Renata terduduk mengenadahkan kepalanya sementara Matteo menundukkan wajahnya melanjutkan ciuman panas diantara keduanya. Jemari tangan Renata mencengkram kuat jas kerja Matteo. "Akh sayang.."
"Sepertinya aku tidak bisa menahan diriku lama-lama lagi, Rena..."
Matteo semakin menautkan bibirnya. Sementara Renata terlentang dengan kepala bertumpu pada sandaran tangan sofa. Matteo me*umat bibir Renata dengan sangat hebat. Lidah saling membelit sementara jemari tangan laki-laki itu perlahan merayap kedalam dress Renata. Untuk pertama kalinya jemari tangan kokoh itu menyentuh area sensitif Renata. Sontak perbuatan Matteo membuat Renata men*esah dengan kepala terangkat dan mata terpejam. "Akh—
Ceklek...
...***...
__ADS_1
To be continue..
Mau ngumpulin like dan komen dulu ya, kalau banyak Emily akan up lagi ❤️