
Dominic sudah sampai di restoran yang Kelly janjikan dengan nya. Tapi .. tiga puluh menit waktu berlalu, Kelly belum tampak juga.
Dominic sudah menghabiskan dua gelas minuman, masih belum tampak juga batang hidung Kelly.
"Kenapa Kelly belum sampai juga?", batin Dominic sambil menekan tombol handphone miliknya menghubungi nomor kekasihnya itu. Tersambung. Tapi tidak diangkat. Dominic melihat jam tangannya.
"Kemana Kelly? Kenapa lama sekali sampai. Aku harus datang ke persidangan setelah jam makan siang", batin Dominic. Sementara netra nya menatap ke arah pintu masuk restoran, kalau-kalau kekasihnya datang.
Sudah beberapa kali Dominic menghubungi Kelly... tetap sama, handphone nya tidak diangkat. Namun kali ini tiba-tiba nomor Kelly tidak bisa di hubungi. Suara operator seluler yang terdengar.
"Shitt...Kelly kemana?"
Hingga menit berikutnya, Dominic pergi dari restoran. Yang Kelly janjikan ingin bertemu dengannya, sekitar dua jam yang lalu. Kekasihnya itu mengirimkan pesan padanya saat Dominic masih berada di jalan kembali dari mansion orangtuanya.
Ketika menerima pesan Kelly, Dominic memutuskan untuk langsung menemui Kelly di restoran. Karena Dominic pikir pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan Kelly padanya. Tidak seperti biasanya Kelly yang mengajak bertemu, apalagi di tempat umum. Karena ini jam kerja dan seharusnya mereka bisa bicara di kantor.
Dominic memarkirkan mobilnya di halaman parkir apartemen Kelly. Cepat-cepat ia turun. Mungkin Kelly sedang tidak enak badan, pikirannya.
Ting...
Dominic keluar lift di lantai flat Kelly tinggal. Saat berada tepat di depan pintu, Dominic menekan bel. Sudah beberapa kali laki-laki itu menekan bel namun Kelly tidak membukakan pintu nya. Dominic juga menghubungi handphone Kelly, lagi-lagi terdengar suara operator saja.
"Ada apa ini? Kelly tidak pernah seperti ini", gumam Dominic menajamkan matanya dan terlihat sedang berpikir. Tangannya iseng memutar handle pintu flat Kelly, ternyata tidak terkunci sama sekali.
Perlahan Dominic melebarkan pintu. Perasaan nya semakin tidak enak dan kuatir akan keselamatan Kelly. "Kelly...apa kau ada di dalam?", panggil Dominic di depan kamar tidur kekasihnya itu.
Dominic membuka handle pintu kamar Kelly, tak nampak kekasihnya di dalam kamar.
Dominic kembali ke ruang tamu. Kedua matanya menatap tajam ke penjuru ruangan. Hingga netra nya menatap ke meja kecil di sudut ruangan. Dominic segera mengambil sertifikat dan membacanya.
Dominic semakin merasa kuatir pada kekasihnya.
__ADS_1
"Roland, lacak segera handphone kekasih ku sekarang juga! Kemudian kau datang ke apartemen Kelly sekarang. Bawa beberapa orang pengawal", perintah Dominic melalui seluler. Sesuatu berkelebat di pikirannya. Ia merasakan ada yang janggal, tidak pernah Kelly tidak mengangkat telpon darinya sesibuk apapun dirinya. Apalagi kalau sudah berjanji, Kelly tidak pernah melupakannya.
*
"Tuan, saya sudah memeriksa keberadaan nona Kelly di kantor, nona Kelly tidak datang kekantor sama sekali hari ini", ucap Roland setelah tiba di apartemen Kelly.
"Segera lihat semua rekaman kamera CCTV yang ada di apartemen ini ", ujar perintah Dominic.
Roland, menganggukkan kepalanya dan segera memeriksa rekaman CCTV apartemen dua jam mundur kebelakang. Roland segera meminta izin pada pihak terkait dengan memberikan alasan urgent menyangkut keselamatan salah satu penghuni apartemen mereka. Pihak pengelola kooperatif, mereka segera memberikan izin Dominic dan Roland keruang pengawasan CCTV yang ada di lantai bawah.
*
Dominic dan Roland berada di dalam mobil yang dikendarai sopir Dominic dengan kecepatan penuh membelah jalanan kota Toronto. Dominic duduk dibelakang bersama Roland, sementara besama mereka juga seorang IT yang melacak keberadaan Kelly melalui nomor handphone gadis itu. Melanjutkan pencarian melalui MacBook duduk di bagian depan bersama Tommy yang mengendarai mobil itu. Tepat di belakang mobil mereka, melaju mobil lainnya yang berisi pengawal berbadan kekar yang dibawah Roland untuk berjaga-jaga jika diperlukan untuk keselamatan mereka.
"Kita sudah menemukan titik lokasi keberadaan handphone itu. Handphone terlacak sekitar sepuluh kilometer dari tempat kita", ucap Han. Ahli IT yang di bawa Dominic dalam melacak keberadaan Kelly.
Bagi ahli IT seperti Han, bukanlah hal sulit melakukannya. Seluruh hidup mereka selalu berkutat dengan perangkat lunak. Meskipun handphone Kelly dalam posisi mati, tapi masih bisa dilacak posisinya menggunakan memory card.
Dominic mengetatkan rahangnya, terdengar suara gigi gemeretukan menahan emosi, dengan tatapan tajam dingin sementara kedua tangannya mengepal menahan amarahnya.
"Tidak perlu!"
"Tommy bisa tidak kau membawa mobil ini lebih cepat lagi!", ketus Dominic.
"Baik tuan"
Tommy semakin menekan gas dengan kecepatan penuh. Bahkan beberapa mobil lain menepikan kendaraannya karena takut menghadapi pengendara brutal melaju kencang dan tak henti menekan klakson mobil yang memekakkan telinga. Tommy mengikuti arahan Han yang mengikuti map yang sudah terekam sesuai sinyal handphone milik Kelly.
Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Tommy hampir sampai ke titik dimana handphone Kelly berada. Namun sinyal yang di ikuti masih terus bergerak menjauh.
Sesaat mobil berhenti terjebak lampu merah.
__ADS_1
"Apa kau menemukan sesuatu?", tanya Dominic dengan wajah serius pada Roland.
"Saya menemukan nomor plat mobil taksi yang membawa nona Kelly tuan", jawab Roland.
"Tunggu apalagi segera lacak mobil itu", perintah Dominic.
Roland terdiam sejenak. "Masalahnya plat itu diduga palsu. Nomor itu tidak terdaftar. Dan pihak pengelola mengatakan, itu bukan armada mereka", jawab Roland.
Huhhh...
"Aku tidak mau tahu, kau harus menemukan segera siapa pemilik mobil itu. Bisa-bisa nya mereka memakai plat palsu ", ketus Dominic memberi perintah agar asisten nya itu untuk bergerak cepat. Tentu saja Dominic tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada Kelly.
"Aku pasti menemukan mu bajingan", ucap Dominic mengeram menahan emosi. Laki-laki itu mengepalkan tangannya dan memukul jok di depannya.
Melihat hal itu, Roland dan semua yang ada didalam mobil tahu bosnya itu sedang marah besar.
*
"Apa mau kalian, lepaskan aku", teriak Kelly dengan mata tertutup kain dan kedua tangan terikat kebelakang. Tak henti Kelly memberontak sekuat tenaga. Ia sangat ketakutan. Lagi-lagi hidupnya terancam keselamatannya.
"Diam nona! Atau kau mau kami tutup juga mulut mu itu agar tidak bersuara lagi!", teriak salah satu laki-laki di ruangan tempat Kelly di sekap.
Dengan tubuh gemetaran Kelly berusaha melepaskan ikatan di tangannya.
"Lepaskan aku, kalian mau apa? Uang? Akan aku berikan tapi lepaskan aku sekarang juga!", ucap Kelly berusaha melakukan negosiasi kepada orang-orang yang menculiknya. Ya... beberapa saat yang lalu Kelly menyadari hidupnya dalam bahaya, setelah sopir mobil taksi yang ia tumpangi melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan menuju keluar kota bukan ke alamat restoran yang ia tuju.
"Hahahaaa...!!!"
"Mereka tidak memerlukan uang mu...KELLYA"
...***...
__ADS_1
To be continue